Berita Ciamis, Asajabar.com – Seminar Nasional How To Be A Great Teacher dengan tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Menginspirasi” digelar di Gedung KH Ahmad Dahlan Ciamis, Senin (30/3/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Teacher Preneur Nusantara ini diikuti ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan.
President of Indonesia BRICS Youth Forum, Syafii Efendi, M.M., mengatakan bahwa seminar ini mengangkat dua fokus utama, yakni peningkatan keterampilan mengajar (teaching skill) dan penguatan pola pikir (mindset) guru.
“Pertama, kita ingin meningkatkan cara mengajar para guru. Kedua, kita membangun intervensive mindset, agar guru tidak hanya mengandalkan gaji, khususnya bagi guru honorer yang penghasilannya masih terbatas,” ujar Syafii.
Ia menyebutkan, jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 2.500 hingga 3.000 orang, terdiri dari guru SD, SMP, hingga PAUD, dengan mayoritas peserta berasal dari jenjang sekolah dasar.
Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak guru mengaku baru pertama kali mendapatkan materi yang menggabungkan motivasi, pengembangan diri, dan peluang tambahan di luar profesi mengajar.
“Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa terus diperbanyak karena sangat bermanfaat untuk pengembangan diri,” tambahnya.
Syafii menjelaskan, seminar ini berlangsung dalam satu sesi selama dua jam dengan fokus utama pada perubahan mindset. Ke depan, pihaknya juga membuka ruang bagi para guru untuk bergabung dalam komunitas Teacher Preneur Nusantara melalui platform digital seperti WhatsApp dan Zoom.
“Kami juga siap membantu guru yang ingin mengembangkan usaha pendidikan, seperti PAUD, agar pengelolaannya lebih profesional,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Syafii juga menyoroti keresahan sebagian guru honorer terkait kebijakan pengangkatan tenaga tertentu menjadi PPPK yang dinilai belum sepenuhnya adil.
“Banyak guru honorer yang sudah mengabdi 15 hingga 20 tahun belum diangkat, sementara ada tenaga lain yang relatif baru justru lebih cepat. Hal ini menjadi perbincangan di kalangan guru,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa para guru tidak boleh kehilangan semangat. Melalui kegiatan ini, diharapkan mereka memiliki pola pikir yang lebih terbuka dan kreatif dalam menghadapi tantangan.
“Guru tidak harus monoton. Mereka bisa berinovasi, misalnya memanfaatkan media sosial seperti TikTok untuk menambah penghasilan. Yang penting ada pengetahuan dan akses, dan itu yang kami coba fasilitasi,” pungkasnya.
Seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para guru akan pentingnya menjadi pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu menginspirasi serta beradaptasi dengan perkembangan zaman.













