Akankah Pilkades Serentak 2026 di Ciamis Menghasilkan Pemimpin yang Lebih Kompeten?

- Redaktur

Jumat, 7 Februari 2025 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemimpin.

Ilustrasi pemimpin.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Sebanyak 39 kepala desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dipastikan akan mengakhiri masa jabatannya pada tahun 2026. Hal ini merupakan dampak dari perubahan regulasi terkait masa jabatan kepala desa yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis, Andi Sopyandi, menjelaskan bahwa sebelumnya para kepala desa tersebut dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya pada akhir 2024. Namun, dengan adanya revisi aturan yang memperpanjang masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun dengan maksimal dua periode, masa jabatan mereka diperpanjang hingga 2026.

“Dengan adanya perpanjangan ini, Pilkades serentak yang semula dijadwalkan pada 2024 diundur menjadi akhir 2026,” ujar Andi.

Selain 39 desa tersebut, terdapat satu desa tambahan yang sebelumnya batal mengikuti Pilkades serentak pada 2022. Dengan demikian, total desa yang akan menggelar Pilkades serentak pada 2026 berjumlah 40 desa.

Pilkades Serentak, Momentum Demokrasi Desa

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Dr. H. Asep Nurwanda, M.Si., menilai bahwa Pilkades serentak di Kabupaten Ciamis pada 2026 akan menjadi momen penting bagi demokrasi di tingkat desa.

“Pilkades serentak diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala desa yang lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan Pilkades serentak dapat mengurangi ketimpangan antar desa dalam proses pemilihan, menciptakan efisiensi dalam aspek logistik dan anggaran, serta meningkatkan kualitas calon kepala desa yang lebih kompetitif. Masyarakat pun memiliki kesempatan lebih besar untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.

Baca Juga :  Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Ciamis Dibuka, Minimal Pendidikan SMA

Asep juga menyoroti beberapa aspek yang perlu dipersiapkan, antara lain:

• Pemutakhiran Data Pemilih
Akurasi data pemilih harus dipastikan agar seluruh warga desa yang berhak dapat menggunakan hak pilihnya.

• Sosialisasi Prosedur Pilkades
Masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang tata cara pemilihan agar proses berjalan dengan baik dan minim pelanggaran.

• Peningkatan Transparansi dan Pengawasan
Penyelenggaraan Pilkades harus diawasi oleh pihak independen untuk memastikan proses yang jujur dan adil.

• Penyediaan Fasilitas Pendukung
Infrastruktur yang memadai, termasuk tempat pemungutan suara, logistik pemilu, serta keamanan, harus dipersiapkan dengan baik.

Evaluasi 16 Tahun Kepemimpinan Desa: Penyalahgunaan Wewenang dan Dinasti Politik

Dalam evaluasi terhadap kepemimpinan kepala desa dalam 16 tahun terakhir, Asep Nurwanda menyoroti adanya potensi penyalahgunaan wewenang dan praktik dinasti politik yang masih menjadi tantangan.

“Penyalahgunaan wewenang sering kali terjadi akibat kurangnya pengawasan dan transparansi dalam penggunaan anggaran desa,” katanya.

Beberapa hal yang perlu dievaluasi untuk perbaikan ke depan, antara lain:

1. Transparansi dan Akuntabilitas

Banyak desa mengalami masalah dalam pengelolaan anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Sistem pengawasan dan pelaporan harus lebih transparan dan akuntabel.

2. Peningkatan Kualitas SDM Aparatur Desa

Aparatur desa harus diberikan pelatihan agar memahami tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik serta memiliki integritas yang tinggi.

3. Pengawasan dan Penegakan Hukum

Pengawasan yang lebih ketat dari pihak berwenang, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, serta penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan praktik politik yang tidak sehat.

Baca Juga :  Pemkab Ciamis Bentuk Pansel Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2026–2031

Mengatasi Potensi Dinasti Politik di Desa

Salah satu tantangan terbesar dalam pemerintahan desa adalah praktik dinasti politik, di mana kekuasaan cenderung berpusat pada keluarga atau individu yang sama selama beberapa periode berturut-turut.

“Hal ini dapat menghambat regenerasi kepemimpinan dan inovasi dalam pembangunan desa,” ujar Asep.

Beberapa solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasi masalah ini, antara lain:

• Pembatasan Periode Jabatan
Pembatasan masa jabatan kepala desa hingga maksimal dua periode dinilai dapat mencegah terbentuknya jaringan kekuasaan yang terlalu kuat.

• Penguatan Demokrasi Lokal
Pendidikan politik bagi masyarakat desa perlu ditingkatkan agar mereka lebih selektif dalam memilih pemimpin dan memahami pentingnya rotasi kepemimpinan.

• Peningkatan Partisipasi Masyarakat
Mendorong masyarakat untuk aktif dalam pemilihan dan pengawasan jalannya pemerintahan desa dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah dominasi politik keluarga tertentu.

Pilkades 2026: Harapan untuk Demokrasi yang Lebih Baik

Secara keseluruhan, Pilkades serentak di Kabupaten Ciamis pada 2026 harus berjalan secara terbuka dan demokratis dengan sistem yang lebih transparan dan akuntabel.

Evaluasi terhadap pelaksanaan Pilkades sebelumnya sangat penting untuk mengidentifikasi kekurangan serta memperkenalkan kebijakan yang mendorong pembaruan kepemimpinan desa secara berkelanjutan.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan Pilkades 2026 tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepala desa, tetapi juga momentum bagi masyarakat desa untuk menentukan arah pembangunan dan kepemimpinan yang lebih baik. (TONY)

Berita Terkait

Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Ciamis Dibuka, Ini Syarat dan Tahapannya
Dharma Wanita Kemenag Ciamis Gelar Donor Darah Peringati HAB ke-80
Kemenag Ciamis Siapkan Anggaran 2026 yang Efektif dan Tepat Sasaran
Kemenag Ciamis Apresiasi Dukungan Pemda atas Suksesnya Sholawat Kebangsaan
Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Ciamis Dibuka, Minimal Pendidikan SMA
Pasar Banjarsari Ciamis Akan Direvitalisasi, Anggaran Capai Rp25 Miliar Lebih
BAZNAS Ciamis Targetkan Penghimpunan Zakat Rp30 Miliar pada 2026
Pemkab Ciamis Bentuk Pansel Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2026–2031

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:54 WIB

Nusron Wahid Tekankan Evaluasi Dampak Pelatihan SDM

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:38 WIB

Tingkatkan Layanan Pertanahan, Nusron Wahid Dorong Sinkronisasi Loket dan Back Office

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:20 WIB

Nusron Wahid Dorong Perubahan Layanan Pertanahan agar Lebih Pasti dan Terukur

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:04 WIB

Sekjen ATR/BPN Dorong Evaluasi Menyeluruh dan Bedah DIPA

Minggu, 18 Januari 2026 - 10:52 WIB

Wamen Ossy Dorong Kekompakan dan Transformasi Digital BPN

Minggu, 18 Januari 2026 - 08:33 WIB

ATR/BPN Terbitkan HGU dan HGB 328 Ribu Hektare untuk Kawasan Swasembada Papua

Minggu, 18 Januari 2026 - 08:20 WIB

Pemerintah Luncurkan 166 Sekolah Rakyat

Sabtu, 17 Januari 2026 - 22:21 WIB

Perkuat Pembinaan PPAT, ATR/BPN Lantik MPPP dan MPPW

Berita Terbaru

Nasional

Nusron Wahid Tekankan Evaluasi Dampak Pelatihan SDM

Minggu, 18 Jan 2026 - 11:54 WIB

Nasional

Sekjen ATR/BPN Dorong Evaluasi Menyeluruh dan Bedah DIPA

Minggu, 18 Jan 2026 - 11:04 WIB

Nasional

Wamen Ossy Dorong Kekompakan dan Transformasi Digital BPN

Minggu, 18 Jan 2026 - 10:52 WIB

error: Content is protected !!