Dari Indonesia ke Kairo: Afwaja Center Wujudkan Impian Kuliah di Al-Azhar

- Redaktur

Senin, 9 Maret 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para mahasiswa asal Indonesia berfoto bersama di kompleks Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Para mahasiswa asal Indonesia berfoto bersama di kompleks Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Nasional, Asajabar.com – Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, terus menjadi tujuan favorit bagi pelajar Indonesia yang ingin memperdalam ilmu keislaman di Timur Tengah. Kampus yang dikenal sebagai salah satu pusat keilmuan Islam tertua di dunia itu memiliki reputasi akademik kuat serta tradisi intelektual yang telah berkembang selama berabad-abad.

Setiap tahun, ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke kampus tersebut. Selain kualitas akademik yang diakui luas, jaringan ulama dan tradisi keilmuan yang kuat menjadikan Al-Azhar sebagai salah satu destinasi pendidikan yang banyak diminati generasi muda Muslim Indonesia.

Untuk membantu para pelajar dalam proses menuju Al-Azhar, sejumlah lembaga pendamping pendidikan hadir memberikan bimbingan. Salah satunya adalah Afwaja Center, lembaga yang bermitra dengan Al-Azhar dan memberikan pendampingan bagi calon mahasiswa Indonesia.

Lembaga yang berdiri sejak 2019 tersebut menyediakan berbagai program pembinaan, mulai dari pelatihan bahasa Arab, persiapan ujian kualifikasi, hingga pendampingan pada masa awal perkuliahan di Mesir. Selama beberapa tahun terakhir, Afwaja Center tercatat telah membantu keberangkatan banyak pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di Al-Azhar, baik pada jenjang sekolah menengah maupun perguruan tinggi.

Baca Juga :  Lindungi Tanah Adat dari Konflik, ATR/BPN Percepat Pengadministrasian 10 Tanah Ulayat di Sumba Timur

Tahapan Pendaftaran Kuliah

Program pendampingan yang disediakan meliputi beberapa tahapan yang harus dilalui calon mahasiswa sebelum resmi menempuh pendidikan di Al-Azhar.

Tahap pertama adalah pendaftaran secara daring dengan mengisi formulir serta melengkapi dokumen administrasi, seperti kartu identitas, kartu keluarga, akta kelahiran, paspor, ijazah, transkrip nilai, pas foto, dan bukti pembayaran.

Setelah itu, peserta mengikuti ujian kualifikasi bahasa Arab yang dikenal sebagai Tahdid Mustawa. Ujian ini bertujuan mengukur kemampuan bahasa Arab calon mahasiswa. Peserta harus mencapai minimal level empat atau Mutawasith Tsani untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

Tahap selanjutnya adalah program persiapan akademik melalui kegiatan Dauroh Ta’hili serta ujian Mu’adalah. Program ini dirancang untuk mempersiapkan peserta sebelum menjalani perkuliahan di lingkungan akademik Al-Azhar.

Sebelum keberangkatan, calon mahasiswa mengikuti kegiatan pelepasan sebagai bentuk dukungan dan doa bersama. Pada tahap ini, peserta menerima jas almamater serta mendapatkan pendampingan administrasi keberangkatan, termasuk pengurusan tiket dan penjemputan setibanya di Bandara Kairo.

Baca Juga :  Dalu Agung Darmawan Tekankan Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Setibanya di Mesir, mahasiswa diwajibkan melakukan daftar ulang secara langsung di Universitas Al-Azhar. Mereka juga harus mengikuti program Dauroh Lughoh atau pelatihan bahasa sebelum memulai perkuliahan.

Rumah Mahasiswa Afwaja di Mesir

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Afwaja Center juga menyediakan wadah komunitas mahasiswa di Mesir melalui Rumah Mahasiswa Afwaja (RMA). Fasilitas ini menjadi tempat berkumpul bagi mahasiswa Al-Azhar yang berangkat melalui program pendampingan tersebut.

Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan akademik, rihlah ilmiah, hingga ziarah ke makam ulama. Program tersebut bertujuan membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan di Mesir sekaligus memperkuat pengembangan intelektual dan spiritual selama masa studi.

Melalui sistem pendampingan yang terstruktur, berbagai lembaga pendidikan berupaya membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Al-Azhar.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri secara akademik maupun administratif sebelum melanjutkan studi di pusat keilmuan Islam tersebut.

Berita Terkait

Aceh Miliki 18.520 Tanah Wakaf, Menteri Nusron Dorong Sinergi Organisasi Islam Percepat Sertipikasi
Menteri Nusron Tekankan Pelayanan Pertanahan Harus Cepat, Transparan, dan Berkepastian Hukum
Lampung Diproyeksikan Jadi Role Model, ATR/BPN Gandeng Pemda Jalankan 9 Program Strategis Pertanahan
Lindungi Tanah Adat dari Konflik, ATR/BPN Percepat Pengadministrasian 10 Tanah Ulayat di Sumba Timur
Masjid Salman Alfarisi Terima Sertipikat Wakaf dan Bantuan 
ATR/BPN Tuntaskan Penyiapan Lahan Huntap, Pembangunan 4.159 Rumah Korban Bencana Dipercepat
ATR/BPN Percepat Pemulihan Sertipikat Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang
Nusron Dorong Digitalisasi Arsip Saat Tinjau Pemulihan Kantah Aceh Tamiang

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:55 WIB

Aceh Miliki 18.520 Tanah Wakaf, Menteri Nusron Dorong Sinergi Organisasi Islam Percepat Sertipikasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:44 WIB

Menteri Nusron Tekankan Pelayanan Pertanahan Harus Cepat, Transparan, dan Berkepastian Hukum

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:32 WIB

Lampung Diproyeksikan Jadi Role Model, ATR/BPN Gandeng Pemda Jalankan 9 Program Strategis Pertanahan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:22 WIB

Lindungi Tanah Adat dari Konflik, ATR/BPN Percepat Pengadministrasian 10 Tanah Ulayat di Sumba Timur

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:58 WIB

Masjid Salman Alfarisi Terima Sertipikat Wakaf dan Bantuan 

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:27 WIB

ATR/BPN Percepat Pemulihan Sertipikat Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:00 WIB

Nusron Dorong Digitalisasi Arsip Saat Tinjau Pemulihan Kantah Aceh Tamiang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:56 WIB

Nusron Wahid Tekankan Budaya Melayani dan Kepastian Layanan Pertanahan bagi Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!