Masyarakat Diminta Cek Patok Batas Tanah Saat Mudik, Hindari Sengketa Pertanahan

- Redaktur

Senin, 31 Maret 2025 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian ATR/BPN.

Kementerian ATR/BPN.

Berita Jakarta, Asajabar.com – Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Dirjen SPPR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Virgo Eresta Jaya, mengungkapkan bahwa lebih dari 50% sengketa pertanahan terjadi akibat tidak adanya tanda batas tanah atau patok.

Hal ini menjadi perhatian, terutama saat libur Lebaran, yang merupakan waktu bagi banyak masyarakat Indonesia untuk mudik ke kampung halaman.

Virgo menyarankan agar masyarakat memanfaatkan waktu mudik ini untuk mengecek kondisi patok batas tanah mereka.

“Lebih dari 50% masalah sengketa batas terjadi akibat ketiadaan patok batas. Oleh karena itu, kami akan mengatur dalam regulasi baru bahwa tanda batas harus bersifat permanen.

Tidak bisa lagi menggunakan bambu sebagai tanda batas. Harus ada sesuatu yang permanen, seperti beton, tembok, atau pagar,” jelas Virgo Eresta Jaya saat ditemui di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (27/03/2025).

Baca Juga :  Nusron dan Maruarar Sepakati Sertipikasi Gratis untuk MBR, Targetkan Satu Juta Bidang Tanah pada 2026

Virgo menambahkan, menjaga aset tanah, termasuk tanah di kampung halaman, merupakan kewajiban setiap pemilik tanah. Salah satu cara untuk menjaga tanah adalah dengan memasang patok batas tanah tersebut.

Pemasangan patok bukan hanya langkah administrasi, tetapi juga merupakan langkah awal dalam proses legalisasi hak atas tanah sebelum sertifikat tanah diterbitkan.

“Bagi yang mudik, pastikan untuk mengecek atau memasang patok atau tanda batas tanahnya. Ketika di kampung halaman, bisa dipasang tembok atau pagar.

Proses pemasangan tanda batas ini juga menjadi kesempatan untuk menjalin silaturahmi dengan tetangga, terutama yang berada di kiri, kanan, dan belakang,” ujarnya.

Menurut Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 16 Tahun 2021, ada beberapa ketentuan terkait penetapan dan pemasangan tanda batas bidang tanah.

Baca Juga :  Reforma Agraria Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat, Bank Tanah Perlu Diperkuat

Pemasangan patok batas harus dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari pemilik tanah yang berbatasan. Tanda batas tersebut juga harus dipotret dan dilengkapi dengan keterangan lokasi, koordinat, atau geotagging.

Pemeliharaan patok batas menjadi tanggung jawab pemohon, dan pemasangan tanda batas harus disertai dengan surat pernyataan pemasangan serta persetujuan dari pemilik yang berbatasan.

Sebagai bagian dari upaya mengurangi sengketa pertanahan, Kementerian ATR/BPN pada Februari 2023 meluncurkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS), yang menargetkan pemasangan 1 juta patok batas secara serentak di seluruh Indonesia.

Gerakan ini bertujuan untuk membantu masyarakat menghindari sengketa tanah sekaligus mempercepat proses pendaftaran tanah.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pemasangan patok batas sebagai langkah awal menuju legalitas pertanahan yang lebih jelas dan aman.

Berita Terkait

Munas III PJS Resmi Bergulir, Delegasi dari Berbagai Provinsi Ikuti Sidang Nasional
Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK
Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja
Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat
Nusron dan Maruarar Sepakati Sertipikasi Gratis untuk MBR, Targetkan Satu Juta Bidang Tanah pada 2026
Sekjen ATR/BPN Minta Kanwil dan Kantah Percepat Program Strategis
Reforma Agraria Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat, Bank Tanah Perlu Diperkuat
KKNP-PTLP Perdana STPN Berhasil Petakan Lebih dari 224 Ribu Bidang Tanah dan Restorasi Arsip Pascabencana

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:59 WIB

Munas III PJS Resmi Bergulir, Delegasi dari Berbagai Provinsi Ikuti Sidang Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:17 WIB

Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:33 WIB

Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:27 WIB

Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sekjen ATR/BPN Minta Kanwil dan Kantah Percepat Program Strategis

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:26 WIB

Reforma Agraria Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat, Bank Tanah Perlu Diperkuat

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:19 WIB

KKNP-PTLP Perdana STPN Berhasil Petakan Lebih dari 224 Ribu Bidang Tanah dan Restorasi Arsip Pascabencana

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:04 WIB

Kajian Komnas HAM Perkuat Langkah Pemerintah Tangani Konflik Agraria Secara Menyeluruh

Berita Terbaru

error: Content is protected !!