Nusron Wahid Soroti Pentingnya Keadilan dalam Kebijakan Pertanahan

- Redaktur

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Depok, Asajabar.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan pentingnya sanad keilmuan sebagai fondasi berpikir sekaligus etika dalam merumuskan kebijakan publik. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Kajian Tarawih di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia, Depok, Senin (23/02/2026).

Menurut Nusron, sanad atau mata rantai keilmuan merupakan bagian penting dalam tradisi keilmuan Islam. Ia mengutip pandangan Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim yang menyebut sanad sebagai bagian dari ajaran agama.

“Ilmu itu harus ada sanadnya. Kalau tidak, orang bisa tersesat dan berbicara semaunya sendiri tanpa pijakan yang jelas,” ujar Nusron di hadapan alumni dan jemaah yang hadir.

Ia menjelaskan, prinsip sanad dalam agama memiliki kesamaan dengan tata kelola pemerintahan. Dalam konteks kebijakan publik, pijakan tersebut berupa data, regulasi, serta kerangka hukum yang teruji. Tanpa dasar normatif dan fakta yang dapat diverifikasi, menurutnya, keputusan publik berisiko menjadi sekadar persepsi pribadi yang dibungkus kewenangan.

Baca Juga :  MI Handapherang Kenalkan Program Tahfidz dan KBC Lewat MATAMUDA yang Interaktif

Lebih lanjut, Nusron menilai kepemimpinan tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga moral. Ia mengingatkan bahwa setiap pemimpin memiliki potensi untuk merasa paling benar, bertindak manipulatif, atau mengutamakan kepentingan pribadi. Jika tidak dikendalikan, hal itu dapat melahirkan kebijakan yang menjauh dari rasa keadilan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengutip doa Rasulullah tentang kepemimpinan sebagai pengingat moral bagi pemegang amanah publik. Doa itu berisi harapan agar pemimpin yang mempersulit rakyat dipersulit hidupnya, dan sebaliknya, pemimpin yang memudahkan urusan rakyat dimudahkan hidupnya.

Terkait tugasnya di Kementerian ATR/BPN, Nusron merujuk Surah Al-Hasyr ayat 7 yang berbunyi “…kay la yakuna dulatan baina al-aghniya’i minkum”, yang bermakna agar kekayaan tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya. Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan pertanahan dan tata ruang diarahkan untuk memastikan distribusi sumber daya yang lebih adil.

Baca Juga :  Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat

“Kebijakan seperti penataan dan penertiban Hak Guna Usaha, redistribusi tanah, serta penataan ruang ditujukan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi struktural dan memperluas manfaat sosial bagi masyarakat,” tegasnya.

Nusron yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana menambahkan, para ulama klasik menekankan bahwa keberlangsungan sebuah negara ditentukan oleh keadilan, bukan semata identitas formalnya. Karena itu, ia menilai inti kepemimpinan terletak pada kemampuan menghadirkan keadilan dalam kebijakan publik.

Ia pun mengajak alumni dan mahasiswa untuk memaknai kepemimpinan sebagai tanggung jawab moral jangka panjang. Generasi muda, menurutnya, perlu memadukan kompetensi profesional dengan integritas etis agar kebijakan publik tidak hanya efektif secara teknokratis, tetapi juga berkeadilan sosial.

Berita Terkait

Munas III PJS Resmi Bergulir, Delegasi dari Berbagai Provinsi Ikuti Sidang Nasional
Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK
Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja
Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat
Nusron dan Maruarar Sepakati Sertipikasi Gratis untuk MBR, Targetkan Satu Juta Bidang Tanah pada 2026
Sekjen ATR/BPN Minta Kanwil dan Kantah Percepat Program Strategis
Reforma Agraria Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat, Bank Tanah Perlu Diperkuat
KKNP-PTLP Perdana STPN Berhasil Petakan Lebih dari 224 Ribu Bidang Tanah dan Restorasi Arsip Pascabencana

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:59 WIB

Munas III PJS Resmi Bergulir, Delegasi dari Berbagai Provinsi Ikuti Sidang Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:17 WIB

Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:33 WIB

Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:27 WIB

Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:18 WIB

Nusron dan Maruarar Sepakati Sertipikasi Gratis untuk MBR, Targetkan Satu Juta Bidang Tanah pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:26 WIB

Reforma Agraria Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat, Bank Tanah Perlu Diperkuat

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:19 WIB

KKNP-PTLP Perdana STPN Berhasil Petakan Lebih dari 224 Ribu Bidang Tanah dan Restorasi Arsip Pascabencana

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:04 WIB

Kajian Komnas HAM Perkuat Langkah Pemerintah Tangani Konflik Agraria Secara Menyeluruh

Berita Terbaru

error: Content is protected !!