Berita Ciamis, Asajabar.com – Kontingen Kabupaten Ciamis berhasil meraih juara umum Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Siswa Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 yang berlangsung di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, pada 22–24 Agustus 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah kontingen Ciamis mengumpulkan 11 medali emas, 7 perak, dan 9 perunggu dengan total 27 poin. Ciamis menempati peringkat pertama klasemen umum, mengungguli kontingen dari kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.
Ketua I Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia) Kabupaten Ciamis, H. Ezen Zenal Muttaqin, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari potensi para siswa, persiapan yang matang, serta dukungan berbagai pihak.
“Pertama, potensi dan bakat atlet Ciamis memang sedang bagus. Kedua, persiapan kita juga sudah matang. Tidak lepas dari bimbingan dan motivasi dari semua lini, mulai dari Kemenag, Kasi Penmad, para kepala madrasah, bahkan orang tua siswa,” ujar Ezen.
Menurutnya, dukungan orang tua menjadi salah satu hal yang sangat menggembirakan. Para orang tua tidak hanya memberikan dukungan dari rumah, tetapi juga hadir langsung menyaksikan dan menyemangati anak-anak mereka ketika bertanding di tingkat provinsi.
“Yang paling membahagiakan saya, orang tua mereka hampir semuanya datang untuk memberikan support, terutama dari MI dan MTs. Mereka sangat mendukung anak-anaknya ketika berlaga di tingkat provinsi,” katanya.
Dominasi Ciamis di Sejumlah Cabang
Ezen menyebutkan, Ciamis tampil kuat di sejumlah cabang olahraga, terutama bola voli dan tenis meja. Pada cabang bola voli, kontingen Ciamis berhasil menembus final di hampir setiap jenjang.
Pada jenjang MI, tim bola voli putra Ciamis meraih juara II. Sementara pada jenjang MTs, bola voli putra berhasil menjadi juara I. Di jenjang MA, tim bola voli putri juga sukses meraih juara I.
Selain bola voli, prestasi membanggakan juga diraih melalui cabang tenis meja dan sejumlah cabang seni.
Berdasarkan rekapitulasi hasil Porseni, pada jenjang MI, Ciamis meraih prestasi antara lain melalui MTQ putra sebagai juara I, kaligrafi putra juara I, tenis meja putri juara I, serta sejumlah prestasi lainnya.
Di jenjang MTs, Ciamis meraih juara I bola voli putra, juara I tenis meja putra, juara I kaligrafi putri, serta sejumlah juara pada cabang seni lainnya.
Sedangkan di jenjang MA, Ciamis berhasil meraih juara I bola voli putri, juara I tenis meja putri, juara I badminton putri dan juara I pidato Bahasa Indonesia putri.
Secara keseluruhan, Ciamis menjadi peringkat pertama pada jenjang MI, peringkat kedua pada jenjang MTs, dan peringkat kedua pada jenjang MA. Akumulasi raihan tersebut mengantarkan Ciamis menjadi juara umum tingkat Jawa Barat.
Masih Ada Evaluasi
Meski berhasil menjadi juara umum, Ezen mengakui masih terdapat sejumlah cabang yang perlu mendapat perhatian untuk menghadapi Porseni berikutnya.
Salah satunya adalah bola voli putra. Tim Ciamis hanya mampu melaju hingga babak semifinal setelah dikalahkan kontingen Bandung.
“Yang menjadi tantangan itu dari cabang olahraga voli putra. Kita baru bisa sampai semifinal dan kalah dengan Bandung. Ini menjadi bahan persiapan untuk ke depannya karena tim voli, termasuk dari MAN 2, potensinya bagus,” jelasnya.
Ia menilai, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet, khususnya dalam menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Regenerasi Atlet Harus Berkelanjutan
Ezen berharap keberhasilan Ciamis pada Porseni 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan siswa madrasah sejak jenjang MI hingga MA.
Menurutnya, siswa yang memiliki bakat di tingkat MI perlu terus dibina agar dapat melanjutkan prestasinya ketika memasuki jenjang MTs. Begitu pula siswa berprestasi di MTs diharapkan dapat direkrut dan dibina lebih lanjut ketika memasuki jenjang MA.
“Kita bisa melihat langsung potensi dari MI itu bagus. Nanti bagaimana mereka bisa melanjutkan ke MTs supaya tetap dibina dan dibimbing. Dari MTs juga saya sudah berbincang dengan kepala-kepala MA, agar siswa yang bagus direkrut sehingga bakat dan prestasinya terus dibina,” tuturnya.
Ia juga mendorong madrasah aliyah untuk lebih aktif mencari dan mengembangkan bibit-bibit unggul dari jenjang pendidikan di bawahnya.
“Terutama di tingkat MA harus lebih menggenjot lagi dan memilih bibit-bibit unggul dari jenjang sebelumnya, baik MTs maupun MI. Jadi ketika masuk MA, tinggal membina dan meningkatkan kualitasnya,” katanya.
Ezen mencontohkan prestasi tim bola voli MTs Ciamis yang dinilai memiliki kualitas sangat baik. Bahkan, tim tersebut mampu mengalahkan tim Kabupaten Tasikmalaya dengan skor telak 3-0.
Apresiasi untuk Para Atlet
Terkait penghargaan bagi para atlet dan pembina, Ezen mengatakan pihaknya akan membicarakan bentuk apresiasi bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.
Ia menyebut dukungan terhadap para atlet juga muncul secara spontan dari berbagai pihak. Para pendukung memberikan apresiasi setelah siswa berhasil meraih kemenangan, terutama pada pertandingan bola voli yang berlangsung pada akhir rangkaian pertandingan.
“Insya Allah untuk apresiasi atau reward para atlet nanti kita bicarakan dengan kantor. Ini merupakan prestasi Kementerian Agama dan semua kalangan. Secara spontan banyak yang memberikan dukungan ketika mereka menang,” ujarnya.
Ezen menambahkan, Porseni Siswa Madrasah direncanakan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Karena itu, ia berharap keberhasilan Ciamis pada 2026 tidak berhenti sebagai prestasi sesaat, tetapi menjadi pijakan untuk membangun pembinaan atlet dan siswa berprestasi secara berkelanjutan.
“Target juara umum sebenarnya sudah kita prediksi sejak melihat hasil seleksi tingkat kabupaten. Potensinya bagus sekali dan kita optimistis Ciamis bisa juara umum. Alhamdulillah, hasilnya terbukti. Ini kerja bersama,” pungkasnya.
Ketua Panitia Porseni Madrasah Tingkat Jawa Barat, Ujang Dani, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih juara, termasuk kontingen yang sukses menjadi juara umum.
“Selamat kepada seluruh juara dan juara umum Porseni Madrasah Tingkat Jawa Barat. Prestasi yang diraih merupakan hasil dari kerja keras, perjuangan, dan dedikasi para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian perlombaan,” ujar Ujang Dani.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi, termasuk mereka yang belum berhasil meraih juara.
“Bagi yang belum juara, jangan berkecil hati. Jadikan pengalaman pada Porseni kali ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi pada Porseni dua tahun mendatang,” katanya.













