Berita Ciamis, Asajabar.com – Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Ciamis menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-1 periode 2026–2027, Rabu (2/9/2026).
Rakerda tersebut menjadi forum untuk menyusun program kerja sekaligus memperkuat arah organisasi dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Ciamis.
Ketua PD IGRA Kabupaten Ciamis, Elis Fitriah Mukaromah, mengatakan Rakerda tidak hanya menjadi agenda penyusunan program, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi antarguru RA.
“Rakerda ini bukan sekadar kegiatan menyusun program kerja, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan langkah, menyamakan visi, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kualitas peran IGRA dalam mendampingi serta mengembangkan profesionalisme guru Raudhatul Athfal,” ujar Elis.
Menurutnya, arah program IGRA ke depan disusun dengan mengacu pada tema “Optimalisasi Peran IGRA dalam Mewujudkan Guru Raudhatul Athfal yang Profesional, Inovatif, dan Berdaya Saing Mandiri.”
Ia menilai guru RA perlu terus mengembangkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan pendidikan dan teknologi. Karena itu, sejumlah program yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas guru menjadi perhatian dalam Rakerda.
“Ke depan guru-guru RA diharapkan lebih satu visi dan lebih inovatif. Salah satunya melalui workshop digital untuk semakin mengasah kemampuan guru dalam pemanfaatan teknologi,” katanya.
Selain peningkatan kompetensi, IGRA juga akan mendorong penguatan kesejahteraan guru melalui kemitraan dengan berbagai pihak.
Elis menyebutkan, pihaknya juga menyiapkan program yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan guru dalam pembelajaran Al-Qur’an. Di antaranya pelaksanaan tahsin Al-Qur’an serta pengembangan metode Kauny yang menggabungkan hafalan Al-Qur’an dengan gerakan dan pemahaman arti ayat.
“Dalam waktu dekat, kami ingin guru-guru RA se-Kabupaten Ciamis benar-benar dapat mendidik anak membaca Al-Qur’an dengan cara yang benar. Karena itu, kami akan kembali mengadakan tahsin Al-Qur’an dan mengembangkan metode Kauny melalui kerja sama dengan KKRA,” jelasnya.
Elis menambahkan, sinergi antara IGRA dan Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Keduanya diharapkan dapat berjalan beriringan dalam meningkatkan mutu pendidikan RA.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Jajang Jamaludin, menjelaskan bahwa IGRA merupakan organisasi profesi yang menjadi mitra Kementerian Agama.
“IGRA itu organisasi terpisah dari Kementerian Agama. IGRA bukan bagian dari Kementerian Agama, tetapi organisasi profesi yang menaungi guru di jenjang RA,” kata Jajang.
Menurutnya, fokus IGRA semestinya diarahkan pada peningkatan dan pengembangan potensi guru RA. Keberadaan organisasi tersebut dinilai turut membantu Kemenag dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik.
Jajang mengatakan, Kemenag melalui pengawas madrasah juga terus membangun kerja sama dengan organisasi profesi tersebut. Ia berharap kepengurusan IGRA Kabupaten Ciamis dapat menjalankan organisasi sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), sekaligus memperkuat sinergi dengan Kemenag.
Terkait kesejahteraan guru RA, Jajang menyampaikan bahwa sekitar 100 guru RA di Kabupaten Ciamis telah lolos sertifikasi pada 2025. Dari total sekitar 1.300 guru RA, masih terdapat sekitar 500–600 guru yang belum tersertifikasi.
“Untuk saat ini kita masih menunggu kuota dari anggaran pusat. Pesan kami kepada pengurus baru IGRA, silakan bekerja sesuai AD/ART organisasi dan bangun sinergitas dengan Kementerian Agama,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IGRA Jawa Barat, Cicih Nuraeni, mengapresiasi pelaksanaan Rakerda PD IGRA Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, Rakerda merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang bagi setiap PD IGRA untuk menyusun program kerja satu tahun ke depan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya.
Cicih berharap program yang dirumuskan IGRA Ciamis dapat selaras dengan program PW IGRA Jawa Barat sehingga terdapat kesinambungan antara program di tingkat wilayah dan daerah.
“Kami berharap Rakerda ini mengusulkan program-program yang berkontribusi terhadap program PW IGRA Jawa Barat. Kami juga memiliki program di tingkat Jawa Barat yang diharapkan dapat diturunkan dan dimasukkan dalam program PD Ciamis,” katanya.
Ia juga mendorong kepengurusan baru IGRA Ciamis memperkuat soliditas internal serta membangun sinergi dengan KKRA.
Menurut Cicih, adanya pengurus IGRA yang juga menjadi bagian dari KKRA dapat menjadi modal untuk mengintegrasikan program sehingga pelaksanaannya dapat menjangkau seluruh lembaga RA di Kabupaten Ciamis.
“Di Ciamis ada Ketua KKRA yang sekaligus menjadi pengurus IGRA, sehingga program bisa dikawinkan dan disinergikan antara IGRA dan KKRA. Dengan begitu, program yang disusun dapat berjalan dan dilaksanakan oleh seluruh lembaga yang ada di Ciamis,” pungkasnya.
#AsajabarMemangBeda













