BERITA CIAMIS, ASAJABAR.COM – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis melalui Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi ikan nila sebagai komoditas unggulan Kabupaten Ciamis.
Kepala Bidang Kesmavet Disnakkan Ciamis, Asri Kurnia, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan berbagai cara mengolah ikan, tetapi juga berkaitan dengan upaya pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Tujuan kegiatan hari ini yang pertama upaya peningkatan konsumsi ikan masyarakat di Kabupaten Ciamis. Kemudian yang kedua mendukung pencegahan stunting melalui edukasi protein hewani, yaitu ikan,” ujar Asri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menyasar unsur Pokja III TP PKK tingkat desa, kader Posyandu, serta pelaku usaha pemula. Mereka diberikan pengetahuan mengenai berbagai menu olahan ikan yang dapat diterapkan di tingkat keluarga.
Asri menilai diversifikasi menu diperlukan agar konsumsi ikan di keluarga tidak monoton. Selama ini, ikan umumnya hanya diolah dengan cara digoreng, dibakar, atau dipepes.
Melalui inovasi pengolahan, ikan diharapkan dapat lebih mudah diterima oleh anggota keluarga, khususnya anak-anak yang kurang menyukai ikan karena aroma atau rasa yang dianggap amis.
“Banyak sekali menu yang bisa kita modifikasi. Tidak hanya berbahan dasar ayam ataupun ikan laut, tetapi ikan nila yang merupakan salah satu unggulan Ciamis bisa dijadikan bahan dasar,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah produk olahan berbahan dasar ikan nila, di antaranya sushi dan sosol atau sosis solo yang biasanya menggunakan bahan ayam, tetapi dalam pelatihan ini diganti dengan ikan nila.
Selain ikan nila, peserta juga diperkenalkan dengan inovasi bahan pangan pendukung. Salah satunya penggunaan daun kelor sebagai bahan dasar nori untuk olahan sushi.
Asri menjelaskan, penggunaan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi sekaligus memberikan alternatif bahan pangan yang mudah diperoleh masyarakat.
“Biasanya nori dari ikan laut yang tinggal ada, ini dari kelor. Dibuat sendiri dari awal dari daun kelor. Jadi untuk sushi ada lapisannya, itu dari daun kelor,” ujarnya.
Konsumsi Ikan Ciamis Capai 21,21 Kilogram per Kapita
Asri menyebut tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Ciamis pada 2025 berada di kisaran 21,21 kilogram per kapita per tahun. Menurutnya, angka tersebut berada di atas tingkat konsumsi ikan masyarakat di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ia mengatakan konsumsi ikan di Ciamis menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang dilakukan pemerintah untuk mendorong gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan).
“Dari beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan karena upaya kami di dinas untuk Gemarikan dan beberapa kegiatan lainnya untuk mendorong konsumsi ikan di masyarakat. Menjadikan konsumsi ikan sebagai prioritas kegiatan di dinas kami,” katanya.
Meski demikian, Asri mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan konsumsi ikan di tingkat keluarga. Salah satunya adalah kebiasaan masyarakat dalam mengolah ikan dengan menu yang relatif sama.
Karena itu, inovasi menu dinilai penting agar masyarakat tidak merasa bosan dan konsumsi ikan dapat dilakukan secara lebih rutin.
“Dengan menu yang variatif, mudah-mudahan bisa mengubah kebiasaan dan bisa dirutinkan, minimal seminggu sekali,” ujarnya.
Buka Peluang Usaha bagi Masyarakat
Selain meningkatkan konsumsi ikan, kegiatan diversifikasi tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Asri mengatakan, keterampilan mengolah ikan dapat menjadi modal bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha olahan pangan dalam skala kecil. Dengan demikian, ikan tidak hanya dikonsumsi keluarga, tetapi juga dapat memiliki nilai tambah secara ekonomi.
“Bisa menjadi nilai tambah, membuat ibu-ibu terinspirasi untuk membuka usaha olahan skala kecil sehingga bisa menambah pendapatan keluarga,” katanya.
Ia menambahkan, meningkatnya konsumsi dan pemanfaatan ikan nila juga berpotensi membantu penyerapan produksi ikan nila yang dihasilkan pembudidaya di Kabupaten Ciamis.
Untuk pelaku usaha yang nantinya berkembang, pendampingan terkait perizinan usaha dan sertifikasi produk akan dilakukan melalui perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya. Disnakkan juga membuka ruang kolaborasi dengan instansi terkait untuk mendukung pengembangan usaha tersebut.
Asri menjelaskan, dalam program Gemarikan, pihaknya juga melibatkan kelompok usaha dan UMKM skala kecil di Kabupaten Ciamis untuk menyediakan produk olahan ikan.
“Untuk Gemarikan, kita menyerap pelaku-pelaku usaha kecil. Paketnya dari kelompok atau pelaku usaha UMKM skala kecil Kabupaten Ciamis, bukan dari pabrikan atau dari luar kabupaten,” ujarnya.
Dorong Keluarga Cerdas Gizi
Kegiatan Bimtek Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan tersebut juga dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pokja III TP PKK Kabupaten Ciamis dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Peternakan dan Perikanan.
Asri berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari meningkatnya konsumsi ikan, mendukung pencegahan stunting, membuka peluang usaha bagi masyarakat, hingga meningkatkan pendapatan keluarga.
“Harapannya semua tujuan bisa tercapai. Yang pertama konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Ciamis semakin meningkat. Kemudian mendukung pencegahan stunting, menjadi peluang usaha skala kecil di masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga, dan ujung akhirnya untuk kecerdasan anak,” pungkasnya.













