BERITA CIAMIS, ASAJABAR.COM – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ciamis, H. Dayat, S.Pd., M.Si., menekankan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan keagamaan bagi remaja sebelum memasuki jenjang pernikahan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Gerak Cipta Masyarakat Islam yang digelar Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan bertajuk “Wujudkan Layanan Keagamaan Berdampak dan Berdaya” tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman keagamaan di kalangan remaja. Selain memberikan bimbingan remaja usia nikah, kegiatan ini juga menghadirkan materi mengenai hisab rukyat serta pengenalan bahasa isyarat Al-Qur’an.
Dayat mengatakan, pemahaman mengenai persiapan pernikahan penting diberikan kepada para pelajar agar mereka memiliki bekal yang memadai sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Menurutnya, pernikahan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia yang harus dipersiapkan secara matang, baik dari sisi fisik, mental, maupun pemahaman terhadap ajaran agama.
“Para siswa perlu memahami bagaimana mempersiapkan diri sebelum memasuki usia pernikahan. Mereka harus siap dari segi pengetahuan, fisik, dan mental agar dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik,” ujarnya.
Ia menilai, edukasi mengenai pernikahan kepada kalangan remaja perlu dilakukan melalui pendekatan yang menarik dan mudah dipahami. Salah satunya melalui sosialisasi dan seminar yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan sebelum menikah.
Menurut Dayat, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu para pelajar memahami pentingnya memenuhi persyaratan pernikahan serta mempertimbangkan kesiapan diri sebelum mengambil keputusan untuk menikah.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para siswa MAN 1 Ciamis dalam mengikuti kegiatan tersebut. Selain memperoleh pemahaman mengenai persiapan pernikahan, para siswa mendapatkan pengetahuan baru tentang hisab rukyat dan bahasa isyarat Al-Qur’an.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena ada sejumlah materi yang menambah wawasan mereka. Pengetahuan tersebut menjadi hal baru dan bermanfaat bagi para siswa,” katanya.
Lebih lanjut, Dayat menjelaskan bahwa pemahaman mengenai hisab rukyat juga penting bagi pelajar madrasah. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan penentuan awal bulan Hijriah, termasuk awal Ramadan dan Syawal.
Selain itu, pengenalan bahasa isyarat Al-Qur’an dinilainya sebagai langkah positif dalam memperluas akses pemahaman Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas, khususnya mereka yang memiliki hambatan pendengaran.
Ia berharap, kegiatan pembinaan keagamaan semacam ini dapat terus dilaksanakan untuk memperluas wawasan para siswa, tidak hanya dalam aspek pengetahuan agama, tetapi juga dalam membangun kesiapan diri dan kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa memperoleh pengetahuan baru, baik tentang persiapan pernikahan, hisab rukyat, maupun bahasa isyarat Al-Qur’an. Semuanya menjadi bekal penting bagi mereka,” tuturnya.
Peluncuran Logo SABDA Satu Abad Darussalam
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis juga mengumumkan pemenang sayembara dan meluncurkan logo SABDA (Satu Abad Darussalam).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, beserta jajaran; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Yayan Herdiana, beserta jajaran; Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Prof. Dr. K.H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.; serta pimpinan pondok pesantren, K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag., beserta jajaran.
Peluncuran logo SABDA menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju satu abad Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. Sayembara pembuatan logo tersebut terbuka untuk umum sehingga memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam menyemarakkan momentum bersejarah tersebut.













