Kisah Dini, Bidan Muda yang Merangkul Dukun Bayi untuk Keselamatan Ibu dan Anak di Desa Uzuzozo

- Redaktur

Jumat, 11 Oktober 2024 - 05:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Theresia Dwiaudina Sari Putri (dini) bersama warga. (FOTO: 15th SATU Indonesia Awards)

Theresia Dwiaudina Sari Putri (dini) bersama warga. (FOTO: 15th SATU Indonesia Awards)

Ende, ASAJabar – Desa Uzuzozo, sebuah desa terpencil di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menjadi saksi dedikasi seorang bidan muda bernama Theresia Dwiaudina Sari Putri, atau yang akrab disapa Dini. 

Berawal dari niat untuk membantu masyarakat, Dini rela kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya. 

Pilihannya ini tidak hanya mengubah nasib banyak ibu dan bayi, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi unik antara bidan dan dukun bayi.

Merangkul Tradisi untuk Keselamatan Bersama

Saat pertama kali bekerja di Desa Uzuzozo, Dini menyadari bahwa kebanyakan ibu hamil memilih melahirkan di rumah dengan bantuan dukun bayi. 

Praktik ini sudah berlangsung lama dan menjadi bagian dari tradisi desa. Namun, Dini juga memahami risiko kesehatan yang mungkin terjadi jika persalinan tidak dilakukan di fasilitas medis yang memadai. 

Tantangan inilah yang memotivasinya untuk berinovasi dengan pendekatan yang berbeda: merangkul para dukun bayi seperti Theresia Jija, yang sudah puluhan tahun menjadi andalan warga setempat.

Dini tidak mencoba menghapus peran dukun, melainkan mengajaknya bekerja sama. 

“Saya bilang kita bisa kolaborasi. Saya bantu ibu hamil ketika persalinan dan mama dukun bantu urus anak. Jadi kerja mama juga lebih ringan,” ujar Dini dikutip MindsetVIVA dari E-Booklet 15th SATU Indonesia Awards 2024, Senin (28/10). 

Pendekatan ini tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga membuka jalan bagi edukasi kesehatan yang lebih efektif. Para ibu hamil pun mulai percaya untuk melakukan pemeriksaan dan melahirkan di fasilitas kesehatan yang lebih aman.

Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Edukasi dan Kerja Sama

Theresia Dwiaudina Sari Putri Bidan Muda
Theresia Dwiaudina Sari Putri (Dini) bidan muda pelayan kesehatan ibu dan anak di Ende – Nusa Tenggara. (Foto: 15th SATU Indonesia Awards)

Selain membantu persalinan, Dini aktif mengedukasi para ibu tentang pentingnya pemeriksaan rutin, imunisasi, serta gizi bagi ibu hamil dan bayi. 

Melalui posyandu yang diadakan setiap bulan, Dini memastikan bahwa setiap bayi mendapatkan imunisasi lengkap dan asupan gizi yang memadai. 

Dia juga memberikan makanan sehat seperti bubur kacang hijau yang didanai dari anggaran desa untuk mendukung pertumbuhan anak-anak.

Usahanya tidak sia-sia. Kepala Desa Uzuzozo, Iwan Ray, mengakui bahwa berkat edukasi yang intensif, angka stunting di desa telah menurun signifikan.

Data desa menunjukkan bahwa tidak ada kasus kematian ibu melahirkan sejak Dini mulai bertugas di sana, sebuah pencapaian yang sangat penting mengingat akses ke fasilitas kesehatan cukup sulit.

Menginspirasi Perubahan dengan Pendekatan Inklusif

Dini juga tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi berupaya meningkatkan kesejahteraan secara holistik. 

Dengan mengajarkan anak-anak desa bernyanyi dan belajar bahasa Inggris, Dini berusaha membangun rasa percaya diri dan keterampilan baru di kalangan generasi muda. 

“Ke depan, saya ingin terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak. Saya berharap ada lebih banyak dukungan dari dana desa untuk memperbaiki sarana dan prasarana kesehatan yang masih kurang,” tutur Dini.

Atas kiprahnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di desa terpencil Theresia Dwiaudina Sari Putri meraih penghargaan apresiasi SATU Indonesia Award Tahun 2023.

Kisah Dini adalah contoh bagaimana tenaga kesehatan muda bisa menjadi agen perubahan di komunitasnya. Dengan merangkul dukun bayi dan menggandeng masyarakat, Dini tidak hanya menjaga keselamatan ibu dan anak tetapi juga menjaga tradisi tetap hidup dengan sentuhan modern yang lebih aman. *ER

 

Baca Juga :  RDP DPR RI, Anggaran Pascabencana ATR/BPN Jadi Perhatian Legislator

 

Berita Terkait

Reforma Agraria Tak Terpisahkan dari Penataan Tanah Kawasan Hutan
Menteri ATR/BPN Ungkap Penertiban Kawasan Hutan Capai 4,09 Juta Hektare
Menteri Nusron: Lahan Hunian Pascabencana di Aceh hingga Sumbar Siap Digunakan
BAZNAS Kabupaten Ciamis Dinobatkan sebagai Fundraising Zakat Terbaik oleh IFI
RDP DPR RI, Anggaran Pascabencana ATR/BPN Jadi Perhatian Legislator
ATR/BPN Paparkan Penanganan Pertanahan Pascabencana di Sejumlah Daerah
Kunjungan Kerja ke Sumut, Wamen ATR/BPN Pantau Kesiapan WBBM dan Serahkan Sertipikat Tanah
Tim Bulutangkis ATR/BPN Sabet Juara Tiga HUT ke-54 KORPRI

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:14 WIB

Menteri ATR/BPN Ungkap Penertiban Kawasan Hutan Capai 4,09 Juta Hektare

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:03 WIB

Menteri Nusron: Lahan Hunian Pascabencana di Aceh hingga Sumbar Siap Digunakan

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:29 WIB

BAZNAS Kabupaten Ciamis Dinobatkan sebagai Fundraising Zakat Terbaik oleh IFI

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:11 WIB

RDP DPR RI, Anggaran Pascabencana ATR/BPN Jadi Perhatian Legislator

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:22 WIB

ATR/BPN Paparkan Penanganan Pertanahan Pascabencana di Sejumlah Daerah

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:15 WIB

Kunjungan Kerja ke Sumut, Wamen ATR/BPN Pantau Kesiapan WBBM dan Serahkan Sertipikat Tanah

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:07 WIB

Tim Bulutangkis ATR/BPN Sabet Juara Tiga HUT ke-54 KORPRI

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:37 WIB

Kinerja dan Inovasi Diakui, ATR/BPN Borong Penghargaan Sepanjang 2025

Berita Terbaru

error: Content is protected !!