Nusron Wahid: Mafia Tanah Akan Hilang Jika Aparatur Tidak Mau Diajak Bermain

- Redaktur

Senin, 24 November 2025 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Jakarta, Asajabar.com — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa pemberantasan mafia tanah tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga pada keteguhan moral seluruh aparatur di internal kementerian.

Ia menyampaikan bahwa berbagai langkah modernisasi dan pembenahan tata kelola tidak akan efektif apabila masih ada celah kompromi yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

Menurut Nusron, mafia tanah dapat bergerak ketika ada oknum di dalam institusi yang membuka ruang kerja sama. Karena itu, ia menekankan pentingnya menutup rapat seluruh peluang praktik kongkalikong. “Jika jajaran BPN tidak mau diajak kongkalikong, mafia tanah pasti tidak bisa bergerak. Mereka hanya hidup dari celah yang dibukakan dari dalam,” ujarnya di Jakarta.

Baca Juga :  23 Pegawai ATR/BPN Ikuti Latsarmil Komcad, Bekal Disiplin dan Jiwa Pengabdian Diperkuat

Nusron turut meluruskan pernyataannya mengenai “sampai kiamat kurang dua hari mafia tetap ada”. Ia menjelaskan bahwa kalimat tersebut bukan bentuk pesimisme, melainkan pengingat bahwa kejahatan akan selalu mencari cara baru untuk berkembang. Negara mana pun, katanya, selalu berada dalam situasi tarik-menarik antara kekuatan yang menjaga ketertiban dan pihak yang berupaya merusaknya.

Karena itu, strategi paling mendasar untuk memberantas mafia tanah adalah memperkuat barisan internal ATR/BPN. Nusron menegaskan bahwa perubahan bentuk atau modus kejahatan tidak boleh melemahkan ketegasan institusi dalam menjaga integritas.

“Modelnya bisa berubah, tapi niat jahatnya tetap ada. Yang paling ampuh adalah memastikan aparat BPN kuat dan disiplin menegakkan aturan,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya profesionalitas, kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), serta administrasi yang tertib sebagai tameng untuk menutup ruang permainan mafia tanah. Nusron mengingatkan bahwa tidak boleh ada kompromi apa pun, baik kecil maupun besar.

Baca Juga :  Wamen ATR/BPN: Satu Basis Data Sawah Nasional Penting untuk Kepastian Tata Ruang dan Investasi

“Selama pejabat dan pegawai tidak mau diajak bermain, mafia tanah tidak punya pintu masuk. Seberapa pun mereka mencoba, kalau kita tidak goyah, mereka pasti gagal,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN.

Nusron menegaskan bahwa negara akan selalu hadir dalam penyelesaian setiap persoalan pertanahan dan memastikan proses penanganannya berjalan objektif, transparan, serta sesuai hukum.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pembenahan pertanahan nasional harus dimulai dari dalam institusi itu sendiri. Keteguhan integritas aparatur ATR/BPN, menurutnya, adalah fondasi utama dalam membersihkan praktik mafia tanah di Indonesia.

Berita Terkait

23 Pegawai ATR/BPN Ikuti Latsarmil Komcad, Bekal Disiplin dan Jiwa Pengabdian Diperkuat
Di Milad Ponpes YASPIDA, Menteri ATR/BPN Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Literasi Politik
Wamen ATR/BPN: Satu Basis Data Sawah Nasional Penting untuk Kepastian Tata Ruang dan Investasi
130 Pejabat ATR/BPN Resmi Dilantik, Menteri Nusron Minta Fokus Tingkatkan Kepuasan Masyarakat
Tak Perlu Antre Panjang di Kantah, Masyarakat Bisa Daftar Layanan dari Rumah
ATR/BPN Imbau Masyarakat Segera Urus Sertipikat Tanah yang Hilang dan Beralih ke Sertipikat Elektronik
ATR/BPN Ajak Aparatur Wujudkan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Masyarakat
Ossy Dermawan Dorong Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Musyawarah dan GTRA

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:13 WIB

Di Milad Ponpes YASPIDA, Menteri ATR/BPN Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Literasi Politik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31 WIB

Wamen ATR/BPN: Satu Basis Data Sawah Nasional Penting untuk Kepastian Tata Ruang dan Investasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:20 WIB

130 Pejabat ATR/BPN Resmi Dilantik, Menteri Nusron Minta Fokus Tingkatkan Kepuasan Masyarakat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:09 WIB

Tak Perlu Antre Panjang di Kantah, Masyarakat Bisa Daftar Layanan dari Rumah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:41 WIB

ATR/BPN Imbau Masyarakat Segera Urus Sertipikat Tanah yang Hilang dan Beralih ke Sertipikat Elektronik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:31 WIB

ATR/BPN Ajak Aparatur Wujudkan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Masyarakat

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:05 WIB

Ossy Dermawan Dorong Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Musyawarah dan GTRA

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:17 WIB

Kementerian ATR/BPN Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!