Berita Ciamis, Asajabar.com – Awal Ramadan 1447 Hijriah berpotensi dimulai pada 17 Februari 2026 berdasarkan perhitungan hisab. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015, Din Syamsuddin, dalam kegiatan Tarhib Ramadan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ciamis di Aula KH. Dahlan, Ciamis, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Din, berdasarkan perhitungan astronomis, ijtimak akhir Syakban 1447 H diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12.01 WIB. Dengan pendekatan hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah, awal puasa berpeluang jatuh pada tanggal tersebut.
“Secara hisab, ijtimak terjadi pada 17 Februari 2026. Maka sangat mungkin Ramadan dimulai pada tanggal itu,” ujarnya di hadapan warga Muhammadiyah Ciamis.
Perbedaan Metodologi Penetapan Awal Puasa
Din menjelaskan, potensi perbedaan awal Ramadan di Indonesia bukanlah hal baru. Perbedaan tersebut, kata dia, bersumber dari metodologi penetapan hilal antara rukyat (pengamatan langsung) dan hisab (perhitungan astronomi).
Ia menyebut, kelompok yang menggunakan rukyat berpegang pada hadis tentang penyempurnaan bulan Syakban apabila hilal tidak terlihat. Sementara Muhammadiyah merujuk pada redaksi hadis “fa-qdurulah” yang dimaknai sebagai perintah menghitung atau memperkirakan secara ilmiah.
Pendekatan itu, lanjutnya, sejalan dengan prinsip bahwa keyakinan dapat dibangun melalui pengetahuan. “Bukan sekadar melihat lalu percaya, tetapi mengetahui melalui ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Meski terdapat potensi perbedaan awal puasa, Din memprediksi Idulfitri 1447 H kemungkinan besar akan jatuh pada hari yang sama.
Ia pun mengimbau umat Islam agar menyikapi perbedaan dengan bijak. “Jangan saling menghina atau meledek. Perbedaan metode adalah bagian dari khazanah keilmuan Islam,” tegasnya.
Ramadan Momentum Perubahan
Kegiatan Tarhib Ramadan tersebut juga dihadiri Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Wawan Ruhyat. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan diri dan sosial.
“Ramadan adalah momentum memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. Mari kita sambut dengan hati yang bersih dan suasana yang kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ciamis, dr. H. Ridwan Rahman, menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui penguatan amal usaha pendidikan dan sosial.
Dengan potensi awal puasa pada 17 Februari 2026, warga Muhammadiyah Ciamis diimbau mulai mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan semangat tazkiyah (penyucian jiwa) dan tajdid (pembaruan).













