Muhammadiyah Isyaratkan 17 Februari 2026 sebagai Awal Ramadan

- Redaktur

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015, Din Syamsuddin, dalam kegiatan Tarhib Ramadan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ciamis di Aula KH. Dahlan, Ciamis, Sabtu (14/2/2026).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015, Din Syamsuddin, dalam kegiatan Tarhib Ramadan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ciamis di Aula KH. Dahlan, Ciamis, Sabtu (14/2/2026).

Berita Ciamis, Asajabar.com – Awal Ramadan 1447 Hijriah berpotensi dimulai pada 17 Februari 2026 berdasarkan perhitungan hisab. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015, Din Syamsuddin, dalam kegiatan Tarhib Ramadan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ciamis di Aula KH. Dahlan, Ciamis, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Din, berdasarkan perhitungan astronomis, ijtimak akhir Syakban 1447 H diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12.01 WIB. Dengan pendekatan hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah, awal puasa berpeluang jatuh pada tanggal tersebut.

“Secara hisab, ijtimak terjadi pada 17 Februari 2026. Maka sangat mungkin Ramadan dimulai pada tanggal itu,” ujarnya di hadapan warga Muhammadiyah Ciamis.

Perbedaan Metodologi Penetapan Awal Puasa

Din menjelaskan, potensi perbedaan awal Ramadan di Indonesia bukanlah hal baru. Perbedaan tersebut, kata dia, bersumber dari metodologi penetapan hilal antara rukyat (pengamatan langsung) dan hisab (perhitungan astronomi).

Baca Juga :  Timsel Tegaskan Proses Seleksi BAZNAS Ciamis Berjalan Profesional dan Objektif

Ia menyebut, kelompok yang menggunakan rukyat berpegang pada hadis tentang penyempurnaan bulan Syakban apabila hilal tidak terlihat. Sementara Muhammadiyah merujuk pada redaksi hadis “fa-qdurulah” yang dimaknai sebagai perintah menghitung atau memperkirakan secara ilmiah.

Pendekatan itu, lanjutnya, sejalan dengan prinsip bahwa keyakinan dapat dibangun melalui pengetahuan. “Bukan sekadar melihat lalu percaya, tetapi mengetahui melalui ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Meski terdapat potensi perbedaan awal puasa, Din memprediksi Idulfitri 1447 H kemungkinan besar akan jatuh pada hari yang sama.

Ia pun mengimbau umat Islam agar menyikapi perbedaan dengan bijak. “Jangan saling menghina atau meledek. Perbedaan metode adalah bagian dari khazanah keilmuan Islam,” tegasnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Desa Rancahan Gelar Aksi di Balai Desa, Tuntut Transparansi Pemerintahan

Ramadan Momentum Perubahan

Kegiatan Tarhib Ramadan tersebut juga dihadiri Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Wawan Ruhyat. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan diri dan sosial.

“Ramadan adalah momentum memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. Mari kita sambut dengan hati yang bersih dan suasana yang kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ciamis, dr. H. Ridwan Rahman, menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui penguatan amal usaha pendidikan dan sosial.

Dengan potensi awal puasa pada 17 Februari 2026, warga Muhammadiyah Ciamis diimbau mulai mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan semangat tazkiyah (penyucian jiwa) dan tajdid (pembaruan).

Berita Terkait

Ratusan Guru Madrasah di Ciamis Naik Pangkat, Kemenag Tekankan Profesionalisme
Wisma IKADA Pusat Resmi Beroperasi, Dukung Kegiatan Alumni dan Pesantren
Rakor Tahunan, BAZNAS Ciamis Bahas Program Ramadan dan Penguatan Kampung Zakat
Jalan Berlubang di Sukadana Ciamis Sebabkan Kecelakaan, Ini Penjelasan DPUTRP
Timsel Tegaskan Proses Seleksi BAZNAS Ciamis Berjalan Profesional dan Objektif
Jalan Rusak di Sukadana Makan Korban, Pengawas Sekolah Alami Luka Serius
Ratusan Warga Desa Rancahan Gelar Aksi di Balai Desa, Tuntut Transparansi Pemerintahan
Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Dengarkan Suara Masyarakat Desa di Ciamis

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:52 WIB

DIY Targetkan Pemutakhiran 342.888 Bidang Tanah, Sultan Tekankan Kolaborasi

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:45 WIB

619 Taruna STPN Diterjunkan Perkuat Data Pertanahan Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:25 WIB

STPN Bentuk Karakter dan Disiplin Taruna Lewat Latsardis 2026 di Magelang

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:39 WIB

Eks Gedung Kedubes Inggris Akan Jadi Pusat Perkantoran Lembaga Keumatan

Senin, 9 Februari 2026 - 17:41 WIB

Negara Wajib Lindungi Rakyat, Nusron Wahid Tegaskan Peran Gotong Royong Hadapi Bencana

Senin, 9 Februari 2026 - 17:29 WIB

Nusron Wahid Dikukuhkan sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana

Senin, 9 Februari 2026 - 17:11 WIB

PELATARAN Jadi Solusi Warga Kabupaten Bandung Mengurus Pertanahan di Hari Libur

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:44 WIB

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan Strategi Komunikasi Terbaik Tahun 2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!