STPN Bentuk Karakter dan Disiplin Taruna Lewat Latsardis 2026 di Magelang

- Redaktur

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Magelang, Asajabar.com – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta menutup kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan (Latsardis) bagi 396 Taruna Program Studi Sarjana Terapan Tahun 2026 di Lapangan Resimen Induk Kodam (Rindam) IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).

Komandan Rindam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Hindratno Devidanto, menjelaskan Latsardis bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, serta akhlak taruna sebagai bekal selama menempuh pendidikan hingga terjun ke lapangan.

“Tujuan pelatihan ini agar para taruna dapat menjalankan pendidikan dengan baik dan saat menghadapi rintangan di lapangan, mampu bertahan serta memandangnya sebagai tantangan, bukan hambatan,” ujarnya saat penutupan kegiatan.

Menurutnya, Indonesia akan memasuki bonus demografi pada 2045, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Momentum tersebut, kata dia, harus didukung sumber daya manusia yang unggul, baik dari sisi kompetensi maupun mental disiplin dan daya juang.

Baca Juga :  Ikut Gerakan "AYO Muliakan Sungai", Wamen Ossy Tekankan Kolaborasi Jaga Kelestarian Sungai

Untuk itu, selama pelatihan para taruna dibiasakan menjalani pola kegiatan terstruktur sejak bangun pagi hingga waktu istirahat malam. Mereka juga dilatih membangun sikap saling menghargai, solidaritas, kekompakan, serta kepercayaan diri.

“Semua itu bertujuan agar taruna mampu menjalani pendidikan secara optimal,” tambahnya.

Ketua STPN, Sri Yanti Achmad, menyampaikan Latsardis berlangsung selama lima hari, sejak Senin hingga Jumat (2–6 Februari 2026). Ia berharap kegiatan tersebut dapat membentuk karakter taruna yang berintegritas, memiliki kepemimpinan kuat, serta kompetensi yang mumpuni.

“Setelah mengikuti Latsardis, kami berharap mereka memiliki integritas tangguh dan kepemimpinan yang baik, sehingga ketika lulus nanti dapat mengabdikan diri dan bekerja secara profesional,” ujarnya.

Sri Yanti menegaskan, taruna STPN merupakan calon punggawa di bidang pertanahan dan tata ruang pada masa mendatang. Oleh karena itu, kemampuan pemecahan masalah menjadi salah satu keterampilan penting yang ditanamkan sejak dini.

Baca Juga :  Ingin Pisahkan Sebagian Tanah? Berikut Ketentuan, Dokumen, dan Estimasi Biayanya

“Dalam Latsardis ini mereka juga dilatih kemampuan problem solving sebagai bekal pendidikan lanjutan maupun saat bertugas di lapangan,” jelasnya.

Selama empat hari pelatihan, taruna mendapatkan materi wawasan kebangsaan, Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), Peraturan Baris-Berbaris (PBB), deradikalisme, kepemimpinan, problem solving, hingga survival. Seluruh kegiatan dibina oleh Bintara dan Perwira Rindam IV/Diponegoro.

Salah seorang peserta, Gabriel Nametaka Harap (18), taruna baru Program Studi Survei, Pengukuran dan Informasi Pertanahan (SPIP), mengaku termotivasi mengikuti pendidikan di STPN untuk berkontribusi di bidang pertanahan.

“Saya terinspirasi dari kakak yang bekerja di BPN. Harapan saya setelah Latsardis ini bisa lebih disiplin dan taat waktu, sehingga dapat menempuh studi dan mengatur kegiatan dengan lebih baik,” kata taruna asal Kalimantan Tengah tersebut.

Berita Terkait

Ikut Gerakan “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy Tekankan Kolaborasi Jaga Kelestarian Sungai
Ingin Pisahkan Sebagian Tanah? Berikut Ketentuan, Dokumen, dan Estimasi Biayanya
ATR/BPN Dukung Pengembangan Bandara Nasional dengan Integrasi Data Spasial dan Percepatan Perizinan
Kementerian ATR/BPN: Kepastian Hak Tanah Ditentukan oleh Batas Bidang, Bukan Sekadar Luas
Sertipikasi Aset Daerah Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pertanahan DKI Jakarta
Wamen Ossy: Sertipikasi Aset Pemprov DKI Jakarta Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pertanahan
Kementerian ATR/BPN Serahkan 499 Sertipikat Hak Pakai untuk Pemprov DKI Jakarta
Nusron Wahid Dorong Percepatan Integrasi LP2B ke Tata Ruang Daerah untuk Jaga Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:56 WIB

Ikut Gerakan “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy Tekankan Kolaborasi Jaga Kelestarian Sungai

Senin, 29 Juni 2026 - 19:29 WIB

Ingin Pisahkan Sebagian Tanah? Berikut Ketentuan, Dokumen, dan Estimasi Biayanya

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:27 WIB

ATR/BPN Dukung Pengembangan Bandara Nasional dengan Integrasi Data Spasial dan Percepatan Perizinan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:05 WIB

Sertipikasi Aset Daerah Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pertanahan DKI Jakarta

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:56 WIB

Wamen Ossy: Sertipikasi Aset Pemprov DKI Jakarta Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pertanahan

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:47 WIB

Kementerian ATR/BPN Serahkan 499 Sertipikat Hak Pakai untuk Pemprov DKI Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:52 WIB

Nusron Wahid Dorong Percepatan Integrasi LP2B ke Tata Ruang Daerah untuk Jaga Ketahanan Pangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:42 WIB

Awalnya Ragu Urus Tanah, Pensiunan PNS Ini Akui Layanan BPN Kini Lebih Mudah dan Transparan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!