Rakor Tahunan, BAZNAS Ciamis Bahas Program Ramadan dan Penguatan Kampung Zakat

- Redaktur

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi (rakor) bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan se-Kabupaten Ciamis di Aula Kantor BAZNAS Ciamis, Kamis (12/2/2026). 

Rapat koordinasi (rakor) bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan se-Kabupaten Ciamis di Aula Kantor BAZNAS Ciamis, Kamis (12/2/2026). 

Berita Ciamis, Asajabar.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan se-Kabupaten Ciamis di Aula Kantor BAZNAS Ciamis, Kamis (12/2/2026).

Rakor tersebut membahas persiapan program Ramadan, evaluasi bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga penguatan Kampung Zakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.B.A., mengatakan bahwa rakor tahunan ini rutin dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan untuk menyampaikan berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Setiap menjelang Ramadan, kami selalu menggelar rakor untuk menyampaikan program kegiatan, termasuk optimalisasi penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS),” ujar Lili.

Salah satu yang dibahas dalam rakor tersebut adalah bantuan rutilahu. Lili menjelaskan, nominal bantuan rutilahu di Ciamis masih sebesar Rp10 juta per unit. Meski sempat direncanakan untuk dinaikkan menjadi Rp15 juta, pihak kecamatan justru sepakat mempertahankan nominal tersebut.

“Bukan kami tidak ingin menaikkan bantuan menjadi Rp15 juta, tetapi di tingkat kecamatan justru menyampaikan bahwa Rp10 juta masih bisa menyelesaikan pembangunan rumah dan masih banyak rumah lain yang perlu dibantu. Ini semangat yang patut diapresiasi,” katanya.

Baca Juga :  Inspektorat Kemenag Turun Langsung Bina Pengelolaan Keuangan Madrasah di Ciamis

Menurutnya, dalam dua tahun terakhir wacana kenaikan bantuan belum direalisasikan karena mempertimbangkan pemerataan penerima manfaat.

Selain itu, BAZNAS Ciamis juga menyelaraskan program Ramadan dengan agenda pemerintah daerah, termasuk arahan Bupati Ciamis terkait peningkatan sosialisasi infak desa agar lebih optimal.

Dalam evaluasinya, Lili menyebutkan saat ini sudah terdapat 8 Kampung Zakat di Ciamis. Dari jumlah tersebut, lebih dari 5 desa telah siap untuk diresmikan, dan pada tahun 2026 ditargetkan bertambah menjadi 10 hingga 15 Kampung Zakat.

Ia menegaskan, kunci keberhasilan Kampung Zakat terletak pada kolaborasi antara UPZ desa dengan kepala desa dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Kolaborasi tersebut juga telah dituangkan dalam peraturan bupati (Perbup).

“Dari hasil evaluasi, desa yang kolaborasinya baik antara UPZ, kepala desa, dan MUI, itu yang berhasil menjadi Kampung Zakat. UPZ memang bagian dari pemerintah, tetapi secara struktural berada di bawah desa, sehingga peran kepala desa sangat penting,” jelasnya.

Terkait infak Ramadan sebesar Rp2.500 per jiwa, Lili mengatakan kebijakan tersebut tetap diberlakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat. Program tersebut bahkan telah dipresentasikan di tingkat nasional dan mendapat perhatian dari BAZNAS RI.

Baca Juga :  Faujiana Fatah Terpilih Pimpin Hiswana Migas Priangan Timur

Infak Ramadan Rp2.500 itu, lanjutnya, memiliki pengelolaan khusus. Hasil penghimpunan diperuntukkan bagi program rutilahu, serta ditambahkan Rp500 untuk kemakmuran masjid dan Rp500 untuk kegiatan keagamaan di desa.

“Tahun lalu penghimpunan mencapai sekitar Rp960 juta dan saat launching kami genapkan menjadi Rp1 miliar. Tahun ini mudah-mudahan bisa menembus Rp1 miliar,” ujarnya optimistis.

Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, BAZNAS Ciamis juga akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi Ketua UPZ dan operator desa. Bimtek dijadwalkan mulai 4 Ramadan dan dilaksanakan di setiap kewedanaan, dengan lokasi yang ditentukan masing-masing kecamatan.

Lili berharap, semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan rukun Islam ketiga, yakni zakat, akan berdampak pada meningkatnya penghimpunan zakat, infak dan sedekah. Dengan demikian, program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Ciamis dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Semakin banyak zakat dan infak yang terhimpun, maka semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat, terutama dalam percepatan penanggulangan kemiskinan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Hiswana Migas Priangan Timur Diminta Lebih Kreatif Hadapi Tantangan Energi Global
Faujiana Fatah Terpilih Pimpin Hiswana Migas Priangan Timur
Kemenhaj Kota Tasikmalaya Gelar Pelepasan Calon Jamaah Haji Secara Seremonial
Target PAD Parkir Rp2,65 Miliar, UPTD Parkir Kota Tasikmalaya Tancap Gas
Inspektorat Kemenag Turun Langsung Bina Pengelolaan Keuangan Madrasah di Ciamis
BAZNAS Ciamis Dorong Program Kencleng Terus Bertambah di Tingkat Desa
RSUD Kawali Optimalkan Pelayanan di Tengah Keterbatasan Tenaga Perawat
DPRD Ciamis Soroti Maraknya Keuangan Ilegal, Penyuluh Agama Didorong Jadi Garda Edukasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:05 WIB

Airnya Bisa Jernih Banget! Wisatawan Kaget Liat Pesona Curug Jami dari Gunung Sawal

Sabtu, 30 Desember 2023 - 19:20 WIB

Menjelang Tahun Baru 2024, Dishub dan BNN Ciamis Gencarkan Pemeriksaan Angkutan Umum

Minggu, 24 Desember 2023 - 09:34 WIB

Dishub Ciamis Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Nataru

Selasa, 19 Desember 2023 - 16:26 WIB

Wisata Edukasi Bumi Pakarangan Ciamis Siap Dibuka Mei 2024

Senin, 18 Desember 2023 - 13:12 WIB

Ciamis Siap Sambut 1 Juta Wisatawan di Akhir Tahun 2023

Minggu, 10 Desember 2023 - 18:37 WIB

Situs Dalem Dungkut Ranggayunan, Jejak Sejarah dan Kepercayaan di Ciamis

Minggu, 10 Desember 2023 - 18:02 WIB

Tiga Tempat Wisata Alam di Ciamis yang Wajib Dikunjungi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!