Berita Ciamis, Asajabar.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis mengapresiasi keberhasilan kontingen madrasah Ciamis yang meraih juara umum Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Siswa Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.
Kontingen Ciamis menjadi yang terbaik setelah mengumpulkan 11 medali emas, 7 medali perak, dan 9 medali perunggu dengan total 27 poin. Raihan tersebut menempatkan Ciamis di posisi pertama klasemen umum, mengungguli kontingen kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.
Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kabupaten Ciamis, H. Jajang Jamaludin, mengatakan keberhasilan tersebut sesuai dengan target yang telah dicanangkan sebelum Porseni tingkat Jawa Barat digelar.
“Alhamdulillah, sesuai dengan pernyataan dari awal sebelum kegiatan Porseni tingkat Provinsi Jawa Barat bahwa Ciamis punya misi menjadi juara umum di tingkat provinsi. Pernyataan tersebut mampu dijabarkan oleh rekan-rekan madrasah mulai dari MI, MTs, sampai MA dengan persiapan yang matang dan hasil yang memuaskan,” ujar Jajang.
Menurut Jajang, target juara umum tidak ditetapkan tanpa dasar. Kemenag Ciamis sebelumnya telah melihat potensi yang dimiliki oleh madrasah di berbagai tingkatan, baik dari sisi peserta didik maupun tenaga pendidik yang terlibat sebagai pembimbing.
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan madrasah secara serius. Guru yang memiliki kompetensi di bidang tertentu turut mendampingi peserta didik dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
“Ciamis ditargetkan menjadi juara umum itu bukan asal bicara. Sebelumnya kami melihat potensi-potensi yang memang dimiliki oleh setiap madrasah di Kabupaten Ciamis,” katanya.
Jajang mencontohkan bidang seni suara yang selama ini menjadi salah satu kekuatan peserta didik madrasah di Ciamis. Menurutnya, Ciamis telah mencatatkan prestasi paduan suara selama tiga tahun berturut-turut di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pada Porseni tahun ini, kemampuan tersebut kembali ditunjukkan melalui prestasi peserta didik Ciamis di bidang seni.
“Di madrasah sendiri, mulai dari potensi siswa maupun guru sebagai pembimbing, mentor dan tutor secara langsung memang memiliki kapasitas yang sesuai dengan bidangnya. Di bidang seni suara, Kabupaten Ciamis sudah tiga tahun berturut-turut berprestasi di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Jajang menilai keberhasilan Ciamis dalam Porseni tidak hanya menjadi kebanggaan karena perolehan medali, tetapi juga menjadi gambaran bahwa madrasah memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan.
Ia mengatakan Porseni yang diselenggarakan Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia) Jawa Barat merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan minat dan bakat peserta didik di bidang olahraga dan seni.
Sebagai institusi formal Kementerian Agama, Kemenag Ciamis, kata Jajang, memberikan dukungan terhadap kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Siapa pun yang menyelenggarakan dan siapa pun pelaksananya, selama itu dapat menjadi wadah pengembangan minat dan potensi siswa madrasah, kami dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis akan memberikan dukungan,” ujarnya.
Menurut Jajang, potensi yang muncul dalam Porseni tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi Kemenag Ciamis dalam menyusun rencana kerja, khususnya pada sektor pendidikan madrasah.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan peserta didik, bukan hanya ketika akan menghadapi perlombaan, tetapi dilakukan secara berkelanjutan di setiap madrasah.
Jajang juga menyebut prestasi tersebut berdampak positif terhadap citra madrasah di Kabupaten Ciamis. Menurutnya, prestasi yang konsisten membuat Ciamis semakin diperhitungkan dalam berbagai ajang di tingkat Jawa Barat.
“Dengan kegiatan kemarin, brand image madrasah di Kabupaten Ciamis meningkat dan Ciamis selalu diperhitungkan di setiap event yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Ke depan, Kemenag Ciamis mendorong setiap madrasah, baik MI, MTs maupun MA, untuk terus mencari dan membina bibit-bibit unggul yang memiliki potensi di bidang olahraga dan seni.
Dorongan tersebut semakin penting karena berdasarkan informasi dari PGM Indonesia Jawa Barat, Porseni direncanakan menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap dua tahun.
“Kami menyarankan bahkan menginstruksikan kepada setiap pengelola lembaga pendidikan formal, baik MI, MTs maupun MA, untuk terus mencari bibit-bibit terbaik para muridnya yang mampu dikembangkan di lembaganya masing-masing,” ucap Jajang.
Ia berharap pembinaan tersebut dapat melahirkan lebih banyak peserta didik berprestasi yang tidak hanya membawa nama baik madrasah, tetapi juga Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, keberadaan ajang seperti Porseni juga menjawab kebutuhan peserta didik dan masyarakat terhadap ruang pengembangan diri di luar bidang akademik.
“Kami berharap tidak ada lagi anggapan bahwa di lingkungan madrasah tidak disediakan wahana atau event untuk pengembangan minat dan potensi para peserta didik,” tuturnya.
Jajang menjelaskan, sebelumnya Kementerian Agama pernah memiliki Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) sebagai wadah pengembangan olahraga dan seni. Namun, kegiatan tersebut sempat mengalami kevakuman karena pembinaan di lingkungan madrasah lebih banyak diarahkan pada pengembangan kemampuan intelektual melalui Kompetisi Sains Madrasah (KSM), yang kini berkembang menjadi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).
Karena itu, ia menilai pengembangan kemampuan akademik dan nonakademik perlu berjalan beriringan. Selain pembinaan olahraga dan seni melalui Porseni, peserta didik juga perlu diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan intelektual melalui OMI.
Untuk OMI, Jajang menyampaikan bahwa petunjuk teknis pelaksanaan telah diterbitkan. Ia mengingatkan bahwa OMI merupakan kegiatan formal yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia. Karena itu, ia mendorong seluruh madrasah untuk mendaftarkan peserta didik yang memiliki potensi di bidang akademik.
“Kami menyarankan, bahkan mengharapkan sekaligus menginstruksikan setiap lembaga melalui kepala madrasahnya untuk mendaftarkan peserta didiknya sebagai pengembangan diri, khususnya di bidang intelektual,” katanya.
Dengan adanya pembinaan melalui berbagai bidang tersebut, Jajang berharap potensi peserta didik madrasah dapat berkembang secara lebih seimbang, baik dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan.
“Jadi nanti akan ada keseimbangan antara potensi yang dimiliki siswa di bidang pengetahuan melalui OMI dengan potensi keterampilan melalui olahraga dan seni,” pungkasnya.













