Kisah Bahagia Penerima Redistribusi Tanah di Oebola Dalam

- Redaktur

Selasa, 11 November 2025 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Kupang, Asajabar.com – Terik matahari siang itu terasa teduh bagi Aveline (37), atau yang akrab disapa Mama Leticia. Dari teras rumah sederhananya di Desa Oebola Dalam, Kabupaten Kupang, ia tersenyum haru menatap bangunan bercat putih yang kini resmi menjadi miliknya. Rumah itu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol perubahan hidup yang diperolehnya melalui program Reforma Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui skema Redistribusi Tanah bagi eks pejuang Timor Timur (Timtim).

“Bahagia tentunya, Pak. Akhirnya bisa punya rumah dengan kepemilikan hak milik sendiri. Tanpa bayar, tanpa keluar biaya sedikit pun,” ujar Aveline dengan mata berkaca-kaca saat ditemui, Rabu (05/11/2025).

Kini, di halaman rumahnya berdiri sebuah kios kecil yang menjadi sumber penghasilan baru. Setelah bertahun-tahun hidup berpindah tanpa kepastian, Aveline bisa tinggal dengan tenang sekaligus membangun kemandirian ekonomi. “Peluang usahanya, Puji Tuhan, sudah mulai bermunculan di sini,” katanya penuh semangat.

Baca Juga :  ATR/BPN Ajak Aparatur Wujudkan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Masyarakat

Dari Ketidakpastian Menuju Kepemilikan

Sejak 1999, setelah peristiwa besar yang memisahkannya dari tanah kelahiran di Timor Timur, Aveline hidup berpindah-pindah. Ia dan keluarganya menumpang di lahan yang tak jelas statusnya—kadang di atas tanah warga, kadang di tanah pemerintah.

“Rumah sendiri, cuma tanahnya dengan orang,” kenang Aveline lirih. Setiap kali membangun rumah, ia sadar suatu hari bisa saja harus pergi lagi. Kini, dengan sertipikat hak milik di tangan, hidupnya perlahan berubah.

Harapan Baru bagi Eks Pejuang Timtim

Program Redistribusi Tanah dari Kementerian ATR/BPN memberi harapan baru bagi ratusan keluarga eks pejuang Timtim di Kabupaten Kupang. Tak hanya menyediakan lahan dengan kepemilikan sah, tetapi juga dilengkapi dengan rumah layak huni dan pendampingan ekonomi agar warga dapat hidup mandiri.

Hal serupa dirasakan Eugenio Jubito Lobo (30), generasi kedua keluarga pejuang eks Timtim. Setelah lebih dari dua dekade hidup di rumah-rumah darurat dan kamp pengungsian, kini ia memiliki tanah dan rumah atas nama pribadi.

Baca Juga :  Di Milad Ponpes YASPIDA, Menteri ATR/BPN Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Literasi Politik

“Dengan adanya program Redistribusi Tanah dan bantuan perumahan ini, saya bisa memiliki rumah dengan status hak milik. Dulu statusnya tidak ada kepastian—tanah yang kami duduki milik pemerintah, milik TNI. Sekarang sudah atas nama pribadi,” ungkap Eugenio.

Bagi Eugenio, kepemilikan rumah ini bukan hanya tentang tempat tinggal, tetapi juga bentuk penghargaan atas pengorbanan orang tuanya. “Saya sangat bersyukur. Di usia muda, belum berkeluarga, sudah punya rumah sendiri. Negara benar-benar menghargai jasa orang tua kami,” tuturnya sambil menatap halaman rumah barunya.

Tanah yang Menghidupkan

Kisah Aveline dan Eugenio menjadi bukti nyata bagaimana Reforma Agraria bukan sekadar soal sertipikat, melainkan tentang mengembalikan martabat dan menumbuhkan harapan.

Melalui redistribusi tanah, negara hadir menegakkan keadilan agraria dan memastikan setiap warga—terutama mereka yang pernah berjuang untuk negeri dapat hidup lebih layak dan berdaya di atas tanahnya sendiri.

Berita Terkait

23 Pegawai ATR/BPN Ikuti Latsarmil Komcad, Bekal Disiplin dan Jiwa Pengabdian Diperkuat
Di Milad Ponpes YASPIDA, Menteri ATR/BPN Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Literasi Politik
Wamen ATR/BPN: Satu Basis Data Sawah Nasional Penting untuk Kepastian Tata Ruang dan Investasi
130 Pejabat ATR/BPN Resmi Dilantik, Menteri Nusron Minta Fokus Tingkatkan Kepuasan Masyarakat
Tak Perlu Antre Panjang di Kantah, Masyarakat Bisa Daftar Layanan dari Rumah
ATR/BPN Imbau Masyarakat Segera Urus Sertipikat Tanah yang Hilang dan Beralih ke Sertipikat Elektronik
ATR/BPN Ajak Aparatur Wujudkan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Masyarakat
Ossy Dermawan Dorong Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Musyawarah dan GTRA

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:31 WIB

23 Pegawai ATR/BPN Ikuti Latsarmil Komcad, Bekal Disiplin dan Jiwa Pengabdian Diperkuat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31 WIB

Wamen ATR/BPN: Satu Basis Data Sawah Nasional Penting untuk Kepastian Tata Ruang dan Investasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:20 WIB

130 Pejabat ATR/BPN Resmi Dilantik, Menteri Nusron Minta Fokus Tingkatkan Kepuasan Masyarakat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:09 WIB

Tak Perlu Antre Panjang di Kantah, Masyarakat Bisa Daftar Layanan dari Rumah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:41 WIB

ATR/BPN Imbau Masyarakat Segera Urus Sertipikat Tanah yang Hilang dan Beralih ke Sertipikat Elektronik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:31 WIB

ATR/BPN Ajak Aparatur Wujudkan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Masyarakat

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:05 WIB

Ossy Dermawan Dorong Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Musyawarah dan GTRA

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:17 WIB

Kementerian ATR/BPN Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!