Berita Ciamis, Asajabar.com – RSUD Kawali terus berupaya meningkatkan kualitas dan cakupan layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Ciamis Utara. Tahun ini, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Ciamis tersebut merencanakan penambahan layanan spesialis mata guna mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kepala Subbagian Tata Usaha RSUD Kawali, Wawan Setiawan, mengatakan bahwa penambahan layanan spesialis mata ditargetkan mulai dipersiapkan pada pertengahan tahun 2026. Saat ini, pihak rumah sakit tengah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, sementara dokter spesialis yang akan bertugas disebut telah tersedia dan berpengalaman.
“Beberapa rumah sakit di Ciamis memang sudah memiliki layanan spesialis mata. Namun kami melihat masyarakat di Ciamis Utara harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan tersebut. Karena itu, kami berinisiatif membuka layanan mata di RSUD Kawali,” ujarnya.
Saat ini, RSUD Kawali telah memiliki empat layanan spesialis dasar, yakni bedah, anak, penyakit dalam, dan kebidanan-kandungan. Selain itu, sejak pertengahan 2024, rumah sakit ini juga membuka layanan rawat inap jiwa yang menjadi salah satu layanan unggulan.
Menurut Wawan, kebutuhan layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Ciamis tergolong tinggi. Hal itu terlihat dari daftar tunggu (waiting list) pasien yang cukup banyak, sementara kapasitas ruang rawat inap jiwa masih terbatas.
“Untuk sementara kami memprioritaskan pasien asal Ciamis karena kapasitas tempat tidur baru tersedia delapan unit. Itu pun dengan pertimbangan kondisi pasien, karena tidak semua bisa ditempatkan dalam satu ruangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam kondisi kegawatdaruratan kejiwaan, pihak rumah sakit harus melakukan seleksi ketat terhadap pasien yang benar-benar membutuhkan penanganan segera.
Sejak mulai beroperasi pada 2021, kunjungan pasien ke RSUD Kawali terus mengalami peningkatan. Rata-rata satu dokter spesialis dapat melayani sekitar 40 pasien per hari. Jika jumlah pasien melebihi angka tersebut, pelayanan berpotensi tidak optimal.
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), RSUD Kawali saat ini memiliki sekitar 12 dokter spesialis. Namun, untuk tenaga medis secara umum, rumah sakit masih mengalami kekurangan, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kondisi ini diperparah dengan adanya sejumlah tenaga medis yang tengah menempuh pendidikan lanjutan.
“Untuk layanan dasar sebenarnya sudah terpenuhi. Tetapi untuk meningkatkan kompetensi rumah sakit sesuai standar yang lebih tinggi, kami masih membutuhkan tambahan fasilitas dan SDM. Penambahan itu harus berimbang antara kompetensi tenaga medis dan sarana prasarana,” katanya.
Sebagai upaya jangka panjang, RSUD Kawali juga mendorong investasi di bidang SDM, termasuk melalui pemberian beasiswa pendidikan dokter spesialis. Namun pada tahun ini, program tersebut belum berjalan maksimal karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Wawan mengakui, tantangan terbesar rumah sakit saat ini adalah memenuhi ekspektasi masyarakat yang tinggi terhadap kualitas layanan. Menurutnya, sebagai rumah sakit yang dirintis dari awal, pengembangan layanan tidak dapat dilakukan secara instan.
“Dengan segala keterbatasan, kami berupaya mengoptimalkan pelayanan. Kami tidak bisa bersaing dari sisi promosi atau diskon seperti rumah sakit swasta. Karena itu, kami fokus pada peningkatan mutu layanan,” tegasnya.
Ia menambahkan, layanan rawat inap jiwa menjadi salah satu keunggulan RSUD Kawali dibandingkan sejumlah rumah sakit lain di wilayah tersebut. Layanan ini terus dioptimalkan sebagai diferensiasi sekaligus jawaban atas kebutuhan masyarakat.
Dukungan dari tokoh masyarakat setempat juga dinilai turut membantu pengembangan rumah sakit, termasuk dalam rencana perluasan fasilitas. Bahkan, pada momentum Pemilu lalu, RSUD Kawali sempat ditunjuk untuk menangani calon peserta pemilu yang mengalami gangguan stres.













