Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Keluarga, Disnakkan Ciamis Dorong Kreativitas Olahan Ikan

- Redaktur

Kamis, 24 September 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bimtek Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan, Kamis (24/9/2026).

Bimtek Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan, Kamis (24/9/2026).

BERITA CIAMIS, ASAJABAR.COM – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis melalui Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi ikan nila sebagai komoditas unggulan Kabupaten Ciamis.

Kepala Bidang Kesmavet Disnakkan Ciamis, Asri Kurnia, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan berbagai cara mengolah ikan, tetapi juga berkaitan dengan upaya pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Tujuan kegiatan hari ini yang pertama upaya peningkatan konsumsi ikan masyarakat di Kabupaten Ciamis. Kemudian yang kedua mendukung pencegahan stunting melalui edukasi protein hewani, yaitu ikan,” ujar Asri.

Menurutnya, kegiatan tersebut menyasar unsur Pokja III TP PKK tingkat desa, kader Posyandu, serta pelaku usaha pemula. Mereka diberikan pengetahuan mengenai berbagai menu olahan ikan yang dapat diterapkan di tingkat keluarga.

Asri menilai diversifikasi menu diperlukan agar konsumsi ikan di keluarga tidak monoton. Selama ini, ikan umumnya hanya diolah dengan cara digoreng, dibakar, atau dipepes.

Melalui inovasi pengolahan, ikan diharapkan dapat lebih mudah diterima oleh anggota keluarga, khususnya anak-anak yang kurang menyukai ikan karena aroma atau rasa yang dianggap amis.

“Banyak sekali menu yang bisa kita modifikasi. Tidak hanya berbahan dasar ayam ataupun ikan laut, tetapi ikan nila yang merupakan salah satu unggulan Ciamis bisa dijadikan bahan dasar,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah produk olahan berbahan dasar ikan nila, di antaranya sushi dan sosol atau sosis solo yang biasanya menggunakan bahan ayam, tetapi dalam pelatihan ini diganti dengan ikan nila.

Selain ikan nila, peserta juga diperkenalkan dengan inovasi bahan pangan pendukung. Salah satunya penggunaan daun kelor sebagai bahan dasar nori untuk olahan sushi.

Baca Juga :  Selama Tiga Hari, 628 ASN Ciamis Jalani Penilaian Kompetensi

Asri menjelaskan, penggunaan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi sekaligus memberikan alternatif bahan pangan yang mudah diperoleh masyarakat.

“Biasanya nori dari ikan laut yang tinggal ada, ini dari kelor. Dibuat sendiri dari awal dari daun kelor. Jadi untuk sushi ada lapisannya, itu dari daun kelor,” ujarnya.

Konsumsi Ikan Ciamis Capai 21,21 Kilogram per Kapita

Asri menyebut tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Ciamis pada 2025 berada di kisaran 21,21 kilogram per kapita per tahun. Menurutnya, angka tersebut berada di atas tingkat konsumsi ikan masyarakat di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ia mengatakan konsumsi ikan di Ciamis menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang dilakukan pemerintah untuk mendorong gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan).

“Dari beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan karena upaya kami di dinas untuk Gemarikan dan beberapa kegiatan lainnya untuk mendorong konsumsi ikan di masyarakat. Menjadikan konsumsi ikan sebagai prioritas kegiatan di dinas kami,” katanya.

Meski demikian, Asri mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan konsumsi ikan di tingkat keluarga. Salah satunya adalah kebiasaan masyarakat dalam mengolah ikan dengan menu yang relatif sama.

Karena itu, inovasi menu dinilai penting agar masyarakat tidak merasa bosan dan konsumsi ikan dapat dilakukan secara lebih rutin.

“Dengan menu yang variatif, mudah-mudahan bisa mengubah kebiasaan dan bisa dirutinkan, minimal seminggu sekali,” ujarnya.

Buka Peluang Usaha bagi Masyarakat

Selain meningkatkan konsumsi ikan, kegiatan diversifikasi tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Baca Juga :  SMAN 2 Ciamis Gelar Aksi Bersih-Bersih Peringati World Cleanup Day

Asri mengatakan, keterampilan mengolah ikan dapat menjadi modal bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha olahan pangan dalam skala kecil. Dengan demikian, ikan tidak hanya dikonsumsi keluarga, tetapi juga dapat memiliki nilai tambah secara ekonomi.

“Bisa menjadi nilai tambah, membuat ibu-ibu terinspirasi untuk membuka usaha olahan skala kecil sehingga bisa menambah pendapatan keluarga,” katanya.

Ia menambahkan, meningkatnya konsumsi dan pemanfaatan ikan nila juga berpotensi membantu penyerapan produksi ikan nila yang dihasilkan pembudidaya di Kabupaten Ciamis.

Untuk pelaku usaha yang nantinya berkembang, pendampingan terkait perizinan usaha dan sertifikasi produk akan dilakukan melalui perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya. Disnakkan juga membuka ruang kolaborasi dengan instansi terkait untuk mendukung pengembangan usaha tersebut.

Asri menjelaskan, dalam program Gemarikan, pihaknya juga melibatkan kelompok usaha dan UMKM skala kecil di Kabupaten Ciamis untuk menyediakan produk olahan ikan.

“Untuk Gemarikan, kita menyerap pelaku-pelaku usaha kecil. Paketnya dari kelompok atau pelaku usaha UMKM skala kecil Kabupaten Ciamis, bukan dari pabrikan atau dari luar kabupaten,” ujarnya.

Dorong Keluarga Cerdas Gizi

Kegiatan Bimtek Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan tersebut juga dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pokja III TP PKK Kabupaten Ciamis dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Peternakan dan Perikanan.

Asri berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari meningkatnya konsumsi ikan, mendukung pencegahan stunting, membuka peluang usaha bagi masyarakat, hingga meningkatkan pendapatan keluarga.

“Harapannya semua tujuan bisa tercapai. Yang pertama konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Ciamis semakin meningkat. Kemudian mendukung pencegahan stunting, menjadi peluang usaha skala kecil di masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga, dan ujung akhirnya untuk kecerdasan anak,” pungkasnya.

Berita Terkait

Peringati Hantaru 2026, BPN Ciamis Ungkap Capaian PTSL Tembus 25 Ribu Bidang
Bank Galuh Sosialisasikan SIMARMASGO, Simpanan Arisan Berhadiah Kendaraan
Selama Tiga Hari, 628 ASN Ciamis Jalani Penilaian Kompetensi
DKUKMPP Ciamis Tingkatkan Kapasitas SDM Industri Hasil Tembakau
Impact and Collaboration Forum 2026, Kemenag Ciamis Salurkan Bantuan Zakat dan Wakaf
Dari Gabah Menjadi Beras, Begini UPZ Pawindan Salurkan Zakat Warga kepada Mustahik
Antusiasme Luar Biasa, Hampir 4.000 Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Mamah Dedeh di Ciamis
Diki Darusman Ungkap Alasan Visitasi PKN Tingkat II Jadi Momentum Penting bagi Ciamis

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:00 WIB

ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah bagi MBR, Target Rampung 2027

Senin, 21 September 2026 - 14:13 WIB

Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

Minggu, 20 September 2026 - 20:25 WIB

Urus Balik Nama Sertipikat Lebih Pasti, warga samarinda Rasakan Manfaat PERINTIS 10 Hari

Minggu, 20 September 2026 - 20:18 WIB

ATR/BPN Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,385 Triliun untuk Percepatan Program Pertanahan dan Tata Ruang

Minggu, 20 September 2026 - 19:40 WIB

Sekjen ATR/BPN Tekankan Integritas dan Pengawasan untuk Jaga Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 20 September 2026 - 19:32 WIB

KPK Serahkan Aset Rampasan Negara kepada ATR/BPN untuk Dukung Layanan Publik

Senin, 14 September 2026 - 05:17 WIB

Percepat Layanan Pertanahan, Nusron Minta BPN, Bapenda, dan PPAT Satu Visi

Senin, 14 September 2026 - 05:11 WIB

Lampaui Target Nasional, Menteri ATR/BPN Minta LP2B Jawa Timur Segera Masuk RTRW

Berita Terbaru

error: Content is protected !!