Berita Ciamis, Asajabar.com – Wisma Ikatan Keluarga Alumni Darussalam (IKADA) Pusat resmi dioperasikan pada Jumat, 13 Februari 2026. Peresmian ditandai dengan prosesi gunting pita dan penanaman prasasti sebagai simbol dimulainya pemanfaatan gedung tersebut untuk mendukung berbagai kegiatan alumni dan pesantren.
Ketua Pembangunan Wisma IKADA Pusat menyampaikan bahwa peresmian telah dijadwalkan sebelumnya dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam. Usai peresmian yang berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB, acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Darussalam.
“Alhamdulillah, hari ini wisma IKADA sudah resmi beroperasi. Mulai sekarang kamar-kamar yang tersedia dapat digunakan untuk kebutuhan alumni maupun orang tua santri yang memiliki kepentingan dengan pihak pesantren,” ujarnya.
Ia menjelaskan, wisma tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, di antaranya ruang resepsionis, dapur, ruang makan, ruang pertemuan, serta 18 kamar tidur yang telah dilengkapi pendingin ruangan (AC). Setiap kamar juga tersedia fasilitas pendukung lainnya untuk kenyamanan tamu.
Meski telah mulai digunakan, pengelola menetapkan tarif menginap sebesar Rp250 ribu per malam untuk umum dan Rp200 ribu per malam bagi alumni. Namun, wisma ini tidak dibuka untuk masyarakat umum secara bebas.
“Pengguna harus memiliki keterkaitan dengan alumni Darussalam atau memiliki kepentingan dengan pesantren. Jadi tidak sembarang orang bisa menginap di sini,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris IKADA Pusat, H. Wahidin, mengungkapkan bahwa pembangunan wisma tersebut telah dirintis sejak 13 tahun lalu atas dorongan pengasuh pesantren dan dukungan para alumni.
“Proses pembangunannya cukup panjang. Saat ini progresnya sudah sekitar 95 persen. Meski masih ada beberapa bagian yang perlu disempurnakan, secara umum wisma sudah siap digunakan,” kata Wahidin.
Ia menambahkan, pendanaan pembangunan bersumber dari kontribusi para alumni serta sejumlah instansi dan perusahaan yang memiliki kepedulian sosial, di antaranya Pertamina dan Jamkrindo. Salah satu alumni yang disebut memberikan perhatian besar terhadap pembangunan adalah H. Amin Anwar, alumni tahun 1984.
Menurut Wahidin, keberadaan wisma IKADA diharapkan dapat membantu orang tua wali santri yang datang dari luar daerah untuk menjenguk anaknya, sekaligus menjadi fasilitas pendukung kegiatan alumni.
“Tarifnya insyaallah terjangkau, bahkan ada potongan khusus bagi alumni. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar Darussalam agar wisma ini membawa manfaat bagi kesejahteraan pesantren, aktivitas alumni, serta pelayanan bagi orang tua santri,” pungkasnya.













