Berita Ciamis, Asajabar.com – Di tengah kondisi kemarau panjang yang masih berlangsung, warga Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, memanfaatkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Ciamis, Dadan Suhendar, mengatakan GPM merupakan program stabilisasi pasokan dan harga pangan yang telah direncanakan Pemerintah Kabupaten Ciamis pada 2026.
“Sebetulnya ini merupakan kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan yang memang menjadi rencana Pemerintah Kabupaten Ciamis di tahun 2026,” kata Dadan.
Menurutnya, pelaksanaan GPM pada September juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dadan menjelaskan, kondisi kemarau panjang menjadi salah satu perhatian pemerintah karena dapat memengaruhi produksi sejumlah komoditas pangan. Beberapa komoditas mengalami penurunan produksi akibat belum memasuki masa panen.
“Beberapa komoditas pangan tidak mengalami panen atau produksinya kurang, tetapi itu tidak berdampak langsung terhadap produktivitas di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah harga pangan pokok strategis saat ini berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Pemerintah daerah pun berupaya membantu masyarakat melalui kegiatan GPM agar kebutuhan pangan dapat diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau.
“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis membantu warga masyarakat di Kecamatan Baregbeg, khususnya di Desa Baregbeg, dalam rangka pemenuhan kebutuhan rakyat,” katanya.
Dalam pelaksanaan GPM, pemerintah daerah menggandeng sejumlah pelaku usaha yang bergerak di bidang pangan dari Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Banjar. Produk yang mereka bawa ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar.
Dadan mengatakan, kegiatan GPM memang tidak secara signifikan berdampak langsung terhadap pengendalian inflasi. Namun, program tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat karena kebutuhan pangan dapat diperoleh di lokasi yang lebih dekat.
“Secara signifikan mungkin tidak berdampak langsung terhadap pengendalian inflasi, tetapi di sini kita hadir membantu masyarakat, utamanya dalam hal mendapatkan pasokan,” jelasnya.
Meski demikian, pelaksanaan GPM masih menghadapi kendala dalam menghadirkan pelaku usaha pangan dengan skala lebih besar. Akibatnya, volume sejumlah komoditas yang disediakan masih terbatas.
Dadan berharap ke depan semakin banyak pelaku usaha besar di bidang pangan yang dapat berpartisipasi sehingga volume komoditas yang disediakan dalam GPM dapat ditingkatkan.
“Harapan kami untuk kegiatan GPM, para pelaku usaha besar yang memang bergerak di bidang pangan dalam hal pemenuhan kebutuhannya, volumenya itu bisa ditambah,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis menargetkan pelaksanaan GPM di 15 lokasi. Kegiatan di Desa Baregbeg merupakan lokasi ke-14 yang telah dilaksanakan.
“Kita untuk tahun 2026 targetnya ada 15 lokasi kegiatan GPM dan alhamdulillah ini merupakan lokasi yang ke-14,” tutur Dadan.
Selain melihat antusiasme masyarakat, DPKP Kabupaten Ciamis juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan GPM melalui kuesioner kepada para konsumen. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui manfaat kegiatan sekaligus menjadi bahan pertimbangan pelaksanaan GPM pada tahun berikutnya.
“Kita melakukan semacam kuesioner kepada konsumen, apakah kegiatan ini perlu diadakan kembali di tahun berikutnya atau memang tidak membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kebutuhan pangan tersedia dengan harga yang relatif terjangkau. Tepung terigu dijual Rp9.000 per kilogram, minyak goreng Fitri Rp16.500 per 800 mililiter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta minyak goreng Kita Rp15.500 per liter.
Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp60.000, sedangkan beras medium dibanderol Rp65.000 per kemasan 5 kilogram. Sementara telur ayam dijual Rp23.000 per kilogram, daging ayam Rp37.000 per kilogram, daging beku Rp110.000 per kilogram, serta aneka sayuran Rp5.000 per paket.
Salah seorang pembeli, Neni, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan GPM tersebut. Menurutnya, keberadaan GPM memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau tanpa harus pergi jauh untuk berbelanja.
#AsajabarMemangBeda













