Berita Ciamis, Asajabar.com – SMP Negeri 2 Ciamis menggelar kegiatan gelar karya selama dua hari 22-23 April 2026 di halaman sekolah sebagai bagian dari implementasi pembelajaran kokurikuler dalam Kurikulum Merdeka,
Kepala SMPN 2 Ciamis, Amar, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menampilkan hasil proses pembelajaran siswa sekaligus menumbuhkan nilai karakter yang tercermin dalam delapan dimensi profil lulusan.
“Gelar karya ini merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler yang menekankan pembinaan karakter, seperti keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kemandirian, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, kesehatan, hingga kemampuan berpikir kritis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh siswa dari kelas VII, VIII, hingga IX terlibat dalam kegiatan tersebut. Karya yang ditampilkan merupakan hasil pembelajaran selama satu hingga tiga tahun, sesuai jenjang masing-masing.
“Untuk kelas VII merupakan hasil proses selama satu tahun, kelas VIII dua tahun, dan kelas IX merupakan akumulasi pembelajaran selama tiga tahun,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, gelar karya mengusung tema “Merajut Keberagaman Budaya dalam Harmoni Nusantara”. Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai stan yang menampilkan ragam budaya dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jawa Barat, Yogyakarta, hingga DKI Jakarta.
Menurut Amar, kegiatan ini juga melibatkan orang tua siswa sebagai bentuk kolaborasi dalam proses pendidikan.
Penilaian dalam gelar karya dilakukan secara kualitatif, dengan menitikberatkan pada aspek karakter dan kebiasaan positif peserta didik.
“Ini bukan sekadar menilai hasil, tetapi juga bagaimana karakter anak terbentuk sebagai pelajar Indonesia yang berprofil kuat,” jelasnya.
Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas gelar karya agar lebih baik setiap tahunnya. Ia berharap, para siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap siswa dapat menerapkan kemandirian, kolaborasi, dan kreativitas dalam kehidupan mereka, terutama saat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” pungkasnya.













