Berita Ciamis, Asajabar.com – Seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Sindangtawang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Suci Nurani, siswa kelas 3B, berhasil meraih gelar juara dalam ajang sepak bola remaja bergengsi di Singapura.
Suci yang tergabung dalam tim PERSIB Putri U-12 sukses menjadi G12 Plate Champion pada turnamen JSSL Singapore Professional Academy 7s. Selain itu, ia juga sebelumnya meraih Juara 1 PERSIB Putri U-12, mempertegas kiprahnya sebagai atlet muda berbakat asal Ciamis.
Ajang JSSL Singapore Professional Academy 7s dikenal sebagai salah satu turnamen sepak bola usia dini terbesar di Asia, yang diikuti akademi-akademi sepak bola dari berbagai negara. Keberhasilan Suci di turnamen tersebut menunjukkan kemampuannya bersaing di level internasional, meski usianya masih sangat belia.
Bermain untuk klub besar seperti PERSIB Putri menjadi bukti bahwa Suci merupakan salah satu talenta muda potensial. Di usia sekitar 8 hingga 9 tahun, ia telah menunjukkan mental bertanding, disiplin, serta kemampuan teknik yang mumpuni.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Jajang Jamaludin, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa prestasi yang diraih Suci menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi siswa madrasah lainnya.
“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Suci Nurani yang telah berprestasi di tingkat internasional. Ini menjadi motivasi bagi peserta didik lain, juga bagi para pembimbing dan kepala madrasah untuk terus memberikan ruang pengembangan potensi siswa,” ujarnya.
Menurutnya, pihak Kementerian Agama Kabupaten Ciamis berencana memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Suci sejalan dengan semangat “madrasah berprestasi dan mendunia”.
Jajang menambahkan, prestasi tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang, mulai dari pembinaan pelatih, arahan guru, hingga dukungan kebijakan dari pihak madrasah.
Ia juga menegaskan bahwa pengelola madrasah harus mampu melihat dan mengembangkan potensi siswa sesuai kapasitas masing-masing. Salah satunya dengan mendorong partisipasi dalam berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
“Tahun ini, kami menargetkan minimal 50 kejuaraan tingkat kabupaten untuk setiap jenjang sebagai bagian dari perjanjian kinerja. Kami optimistis langkah ini akan mendorong lahirnya lebih banyak prestasi peserta didik,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Jajang berpesan agar Suci terus berlatih dan mengasah kemampuan, dengan dukungan penuh dari orang tua, guru, pelatih, dan pihak madrasah.
Prestasi Suci Nurani menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat global serta mengharumkan nama daerah dan institusi di kancah internasional.













