Berita Ciamis, Asajabar.com – Di tengah ratusan calon jemaah haji Kabupaten Ciamis, sosok Rusdi bin Maida (96) mencuri perhatian. Warga Kecamatan Sukamantri itu tercatat sebagai jemaah tertua yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun 2026.
Di usianya yang nyaris satu abad, Rusdi tetap mengikuti rangkaian Bimbingan Manasik Haji (Bimsik) bersama 855 jemaah lainnya di Gedung Islamic Centre Ciamis, Rabu (1/4/2026). Ia menjadi gambaran kuatnya tekad masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima, tanpa terhalang usia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (KHU) Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna, menyebutkan bahwa rentang usia jemaah tahun ini cukup lebar. Selain Rusdi, terdapat pula jemaah termuda berusia 17 tahun asal Kecamatan Jatinagara.
“Ini menunjukkan bahwa ibadah haji menjadi panggilan bagi semua kalangan, dari usia muda hingga lanjut usia,” ujarnya.
Jumlah jemaah yang akan berangkat tahun ini mencapai 856 orang. Angka tersebut melampaui kuota awal sebanyak 710 jemaah setelah adanya optimalisasi kuota cadangan yang telah melunasi biaya haji.
Di balik tingginya minat tersebut, Nana mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, terutama bagi jemaah lanjut usia. Ia meminta para jemaah untuk mulai menjaga pola makan, mengatur aktivitas, serta menghindari kelelahan sebelum keberangkatan.
“Jangan terlalu banyak bepergian, jaga ritme, dan pastikan kondisi tetap sehat. Ini penting agar saat di Tanah Suci bisa menjalankan ibadah dengan baik,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala berarti terkait transportasi. Berdasarkan informasi dari maskapai dan otoritas bandara, proses pemberangkatan masih dalam kondisi aman.
Rencananya, jemaah haji asal Ciamis akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 15 dan 31, pada 2 dan 14 Mei 2026. Mereka akan berangkat dari Ciamis menuju Asrama Haji Indramayu sebelum terbang ke Arab Saudi melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Nana juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya perjalanan jauh, tetapi juga perbedaan cuaca ekstrem di Tanah Suci.
“Suhu di sana bisa lebih dari 40 derajat Celcius. Jadi kesehatan harus benar-benar dijaga sejak sekarang,” ujarnya.
Kisah Rusdi menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan semata soal kesiapan fisik, tetapi juga kekuatan niat. Di tengah keterbatasan usia, semangatnya menegaskan bahwa panggilan ke Tanah Suci bisa datang kapan sajadan bagi siapa saja yang siap menjawabnya.













