Berita Kota Tasik, Asajabar.com – Sebanyak 1.339 calon jemaah haji asal Kota Tasikmalaya dipastikan siap berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Menjelang keberangkatan tersebut, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Kota Tasikmalaya mengimbau para calon jemaah untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat menjalankan ibadah dengan optimal.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala KHU Kota Tasikmalaya, H. Husna Mustopa, saat kegiatan Manasik Haji Terintegrasi tingkat kota yang digelar di Graha Tasmalia, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembekalan bagi calon jemaah haji sebelum diberangkatkan.
Husna menjelaskan, manasik tingkat kota merupakan lanjutan dari bimbingan yang telah dilakukan di tingkat kecamatan sebanyak empat kali pertemuan. Dalam kegiatan tersebut, para calon jemaah dibekali berbagai materi penting.
“Materi yang diberikan mencakup tata cara pelaksanaan ibadah haji, kesehatan jemaah, hingga aturan-aturan selama menjalankan ibadah,” ujarnya.
Ia menyebutkan, jumlah calon jemaah haji tahun ini mencapai 1.339 orang, yang merupakan hasil penyesuaian kuota di tingkat provinsi. Seluruh jemaah yang berhak melunasi biaya haji juga dipastikan telah memenuhi syarat istita’ah, khususnya dari aspek kesehatan.
“Alhamdulillah, yang melunasi adalah mereka yang sudah memenuhi syarat, terutama secara kesehatan,” kata Husna.
Dari sisi usia, calon jemaah tertua tercatat berusia 86 tahun, sedangkan yang termuda berusia 15 tahun. Mereka dijadwalkan berangkat dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 4 pada 23 April, kloter 20 pada 5 Mei, serta kloter 28 dan 29 pada 13 Mei 2026.
Selain itu, seluruh calon jemaah haji Kota Tasikmalaya telah menyelesaikan proses pelunasan biaya haji. Pemerintah daerah juga telah memiliki peraturan daerah (Perda) terkait penyelenggaraan ibadah haji, termasuk pembiayaan transportasi keberangkatan dan pemulangan jemaah yang ditanggung melalui anggaran daerah.
Husna mengingatkan, selain kesiapan administrasi dan pengetahuan, kondisi fisik dan mental juga menjadi faktor penting dalam pelaksanaan ibadah haji.
“Jemaah diharapkan terus menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri secara keilmuan, fisik, dan psikologis agar ibadah berjalan lancar,” ujarnya.
Terkait dinamika di Timur Tengah, ia memastikan tidak ada gangguan terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Pemerintah Arab Saudi telah menyatakan kesiapan untuk menerima jemaah haji dari berbagai negara.
“Pemerintah juga sudah menyiapkan berbagai skema mitigasi, namun sejauh ini kondisi masih normal,” katanya.
Ia menambahkan, pada musim haji tahun ini, pemerintah juga memperketat persyaratan kesehatan bagi calon jemaah guna memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.













