Berita Ciamis, Asajabar.com – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Ciamis tengah bersiap melakukan transformasi kelembagaan menjadi Universitas Muhammadiyah. Proses perubahan tersebut kini memasuki tahap akhir, dengan penekanan pada penguatan sumber daya manusia (SDM), kepemimpinan, serta sistem pengelolaan institusi.
Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKes Muhammadiyah Ciamis, Suhanda, Ners., M.Kes., mengatakan bahwa transformasi ini membutuhkan energi besar serta kesiapan seluruh elemen kampus. Menurutnya, perubahan bentuk institusi bukan hanya administratif, tetapi juga menyangkut perubahan budaya kerja yang lebih adaptif dan progresif.
“Transformasi ini sangat relevan dengan kebutuhan institusi kami. Perubahan menjadi universitas membutuhkan motivasi dan energi besar, terutama dalam mengembangkan tata kelola yang lebih baik dan responsif,” ujar Suhanda.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas kepemimpinan dan komunikasi menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan organisasi. Seluruh unsur pimpinan, mulai dari tingkat manajemen hingga program studi, dituntut mampu beradaptasi dan mengimplementasikan strategi baru dalam pengelolaan institusi.
“Tidak ada organisasi yang berkembang tanpa leadership dan komunikasi yang baik. Ini menjadi kunci keberhasilan, baik bagi pimpinan, kaprodi, dosen, maupun tenaga kependidikan,” katanya.
Selain itu, Suhanda menekankan pentingnya percepatan pengembangan SDM, baik dari sisi pemenuhan standar awal pendirian universitas maupun peningkatan kualitas dosen ke depan. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan daya saing institusi setelah resmi berstatus universitas.
“Pengembangan SDM harus dipercepat. Mulai dari pemenuhan syarat pendirian hingga peningkatan kualitas tenaga pengajar, semuanya menjadi prioritas,” jelasnya.
Dalam hal strategi pengembangan, STIKes Muhammadiyah Ciamis juga menaruh perhatian pada perbaikan sistem pengelolaan serta rekrutmen mahasiswa. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik institusi sekaligus memperkuat posisi di tengah persaingan pendidikan tinggi.
Saat ini, proses perubahan bentuk kelembagaan tersebut telah mendekati tahap final. Pihak kampus tinggal menunggu visitasi sebagai bagian dari proses pendirian universitas, sebelum diterbitkannya surat keputusan (SK) resmi.
“Prosesnya sudah hampir selesai. Kami menunggu visitasi dan penerbitan SK pendirian universitas. Jika semua berjalan lancar, peluncuran Universitas Muhammadiyah direncanakan pada tahun ajaran baru 2026/2027,” pungkas Suhanda.













