Berita Ciamis, Asajabar.com – Rangkaian ajang pengembangan minat dan bakat pelajar tingkat Komisariat 02 digelar di SMP Negeri 1 Panumbangan selama dua hari, 22 April 2026.
Kegiatan ini meliputi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).
Ketua Komisariat 02, Maman Royandi, menuturkan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan seleksi berjenjang yang telah ditetapkan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Setelah selesai di tingkat komisariat, para peserta terbaik akan melaju ke tingkat kabupaten pada Mei mendatang, sebelum berlanjut ke tingkat provinsi dan nasional.
“Agenda ini memang sudah terjadwal secara nasional. April menjadi batas pelaksanaan di tingkat komisariat, kemudian dilanjutkan ke tingkat kabupaten pada pertengahan Mei,” ujar Maman.
Ia menjelaskan, seluruh sekolah di Komisariat 02 turut ambil bagian dalam ajang ini. Sebanyak 28 sekolah, terdiri dari 14 sekolah negeri dan 14 sekolah swasta, mengirimkan perwakilannya sesuai dengan kesiapan masing-masing.
Adapun cabang lomba yang dipertandingkan cukup beragam. Untuk O2SN terdapat tujuh nomor lomba di bidang olahraga. Sementara FLS3N, Pentas PAI, dan FTBI masing-masing menghadirkan enam cabang lomba, baik individu maupun beregu. Peserta didominasi siswa kelas VII dan VIII, dengan mempertimbangkan ketentuan usia untuk jenjang berikutnya.
Meski berlangsung meriah, pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan fasilitas. Beberapa cabang lomba terpaksa digelar di lokasi berbeda karena tidak tersedianya sarana pendukung di satu tempat.
“Untuk renang kami bekerja sama dengan kolam renang di wilayah Cihaurbeuti. Sementara panjat tebing harus dilaksanakan di Ciamis karena fasilitasnya belum tersedia di Panumbangan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi panitia,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap optimistis mampu menjaring peserta terbaik. Selama ini, cabang seni tari dalam FLS3N serta beberapa nomor pada Pentas PAI menjadi andalan yang kerap menembus tingkat provinsi.
Menjelang pelaksanaan di tingkat kabupaten yang dijadwalkan pada 23–24 Mei 2026, ia mengimbau para pembina untuk meningkatkan intensitas latihan bagi para atlet. Hal ini dilakukan agar kekurangan yang masih terlihat di tingkat komisariat dapat segera diperbaiki.
“Kami ingin hasil dari kegiatan ini benar-benar maksimal. Bukan hanya sekadar mengikuti lomba, tetapi mampu berprestasi dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Maman berharap ajang ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk karakter siswa yang kompetitif, berdaya saing, dan memiliki motivasi tinggi untuk meraih prestasi.
“Harapan kami, siswa yang terpilih nantinya bisa membawa nama baik sekolah, komisariat, hingga daerah, bahkan memiliki ciri khas yang bisa dikenal di tingkat nasional,” pungkasnya.













