Kubu Ganjar-Mahfud dan AMIN Sepakat Pilpres 2024 Dua Putaran

- Redaktur

Selasa, 2 Januari 2024 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paslon urut 03, Ganjar-Mahfud (Kiri) dan Paslon urut 01, Anis-Cak Imin atau AMIN (Kanan).

Paslon urut 03, Ganjar-Mahfud (Kiri) dan Paslon urut 01, Anis-Cak Imin atau AMIN (Kanan).

Berita Jakarta, Asajabar.com – Dua kubu calon presiden dan wakil presiden, yaitu Ganjar Pranowo-Mahfud Md (Ganjar – Mahfud) dan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN), sepakat bahwa Pilpres 2024 seharusnya berlangsung dua putaran.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aria Bima, yang juga merupakan Ketua Penjadwalan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

Bima mengatakan bahwa ia dan sesama legislator partai pengusung AMIN di Komisi IV DPR sering berdiskusi dan menemukan adanya upaya menggiring opini publik agar Pilpres 2024 berlangsung satu putaran.

Upaya ini diduga dilakukan melalui lembaga survei yang tidak transparan dalam cara mengambil sampling dan metode pemilihan responden.

Baca Juga :  Transformasi STPN ke Ikatan Dinas, Solusi Kebutuhan SDM Pertanahan

“Kami melihat ada lembaga survei yang diharapkan hasil-hasil itu satu putaran,” ujar Bima dalam jumpa pers awal tahun di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2024).

Bima menilai bahwa hasil survei tersebut tidak mencerminkan realitas di lapangan, di mana acara-acara Ganjar-Mahfud maupun AMIN kerap dibanjiri publik.

Ia juga menyoroti proses perizinan pengambilan sampel yang harus melalui jajaran kepolisian di bawah, yang bisa mencapai 10 hari.

Ia menduga proses ini berpengaruh pada pendapat responden yang sudah digarap sebelumnya.

“Ada kecenderungan orang-orang pikiran satu putaran akan dipaksakan oleh lembaga survei untuk membangun opini dan kami tidak ingin target itu akan diselesaikan dengan ketidaknetralitasan aparat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Bima mengatakan bahwa kubu Ganjar-Mahfud juga telah berkomunikasi dengan kubu AMIN tentang hal ini.

Baca Juga :  Kebijakan WFH ASN Setiap Jumat, ATR/BPN Jamin Pelayanan Publik Tidak Terganggu

Kedua kubu sepakat bahwa Pilpres 2024 harus berlangsung dua putaran, sesuai dengan konstitusi dan demokrasi.

Bima menduga ada kecenderungan yang mendesain ketika berkomunikasi dengan pihak kubu AMIN.

“Ya tentang apa hasilnya, ya, kita sepakat saja, kami sepakat dua putaran,” kata Bima.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mendorong pembentukan komite independen dari kalangan perguruan tinggi untuk mengaudit hasil-hasil survei.

Menurut Hasto, usulnya itu demi menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

“Pembentukan komite independen harus dilakukan dari kalangan perguruan tinggi untuk mengaudit hasil-hasil survei karena ini terkait dengan kepentingan rakyat, terkait dengan kualitas demokrasi,” ujarnya. (TONY/ASAJABAR)

Berita Terkait

ATR/BPN Percepat Penyelesaian Berkas, Nusron Instruksikan Target Zero Backlog
Dorong Transformasi Digital, ATR/BPN Libatkan Humas Antarinstansi Lewat Forum Bakohumas
Dorong Transformasi Digital, ATR/BPN Libatkan Humas Antarinstansi Lewat Forum Bakohumas
Transformasi STPN ke Ikatan Dinas, Solusi Kebutuhan SDM Pertanahan
Tak Perlu ke Kantor, Masyarakat Bisa Cek Data Sertipikat via Aplikasi Sentuh Tanahku
Lawan Mafia Tanah, Warga Bantul Akhirnya Dapatkan Kembali Hak atas Tanahnya
Nusron Ajak Ulama Perkuat Peran Strategis untuk Ekonomi dan Pendidikan Umat
Tanpa Naikkan Pajak, Sinkronisasi Data Pertanahan-Pajak Dongkrak PBB

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:05 WIB

ATR/BPN Percepat Penyelesaian Berkas, Nusron Instruksikan Target Zero Backlog

Senin, 20 April 2026 - 20:57 WIB

Dorong Transformasi Digital, ATR/BPN Libatkan Humas Antarinstansi Lewat Forum Bakohumas

Senin, 20 April 2026 - 17:58 WIB

Dorong Transformasi Digital, ATR/BPN Libatkan Humas Antarinstansi Lewat Forum Bakohumas

Senin, 20 April 2026 - 17:47 WIB

Transformasi STPN ke Ikatan Dinas, Solusi Kebutuhan SDM Pertanahan

Senin, 20 April 2026 - 16:57 WIB

Tak Perlu ke Kantor, Masyarakat Bisa Cek Data Sertipikat via Aplikasi Sentuh Tanahku

Senin, 20 April 2026 - 14:39 WIB

Nusron Ajak Ulama Perkuat Peran Strategis untuk Ekonomi dan Pendidikan Umat

Senin, 20 April 2026 - 12:51 WIB

Tanpa Naikkan Pajak, Sinkronisasi Data Pertanahan-Pajak Dongkrak PBB

Senin, 20 April 2026 - 12:30 WIB

Selisih 8 Persen Tanah Belum Bersertipikat, ATR/BPN Dorong Kebijakan Bebas BPHTB

Berita Terbaru

error: Content is protected !!