Berita Ciamis, Asajabar.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Cijantung Ciamis membuka Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun ajaran 2026/2027. Sekolah berbasis asrama pesantren ini menawarkan sejumlah program unggulan, terutama di bidang keagamaan seperti tahfidz, tafsir, dan tamyiz Al-Qur’an.
Kepala MAN 3 Cijantung Ciamis, Iwan Setiawan, S.Pd., M.PFis, mengatakan proses penerimaan siswa telah dimulai sejak awal tahun 2026. Saat ini, PMB memasuki gelombang kedua yang dibuka mulai April hingga Juni 2026.
“Gelombang pertama sudah berjalan sejak Januari, dan sekarang masuk gelombang kedua. Peminatnya memang terbatas karena semua siswa wajib mondok di asrama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada gelombang pertama jumlah pendaftar mencapai lebih dari 40 orang. Sementara itu, total kuota yang disediakan sebanyak 200 siswa, menyesuaikan kapasitas asrama yang tersedia.
Sebagai madrasah berbasis pesantren, seluruh siswa diwajibkan tinggal di asrama dan mengikuti sistem pendidikan terpadu. MAN 3 Cijantung berada dalam lingkungan pesantren yang memiliki jenjang pendidikan lengkap, mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA.
Dalam sistem pembelajaran, sekolah tidak lagi menggunakan jurusan seperti sebelumnya, melainkan kelompok mata pelajaran. Terdapat tiga kelompok utama, yakni sains, sosial, dan keagamaan, dengan peminatan terbanyak berada pada kelompok sosial.
Selain program unggulan, fasilitas pendukung yang tersedia cukup lengkap, di antaranya ruang kelas, laboratorium komputer dan IPA, perpustakaan ber-AC, greenhouse, taman belajar, kantin sehat, asrama, masjid, aula, lapangan olahraga, hingga fasilitas penunjang seperti poskestren dan BMT.
MAN 3 Cijantung juga menerima siswa dari berbagai daerah, bahkan dari luar Pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.
Dari sisi prestasi lulusan, Iwan menyebutkan bahwa sebagian besar siswa melanjutkan ke perguruan tinggi. Pada tahun ini, dari total 69 siswa kelas XII, sebanyak 41 siswa telah diterima di perguruan tinggi negeri.
“Persentasenya sekitar 60 persen sudah diterima di PTN, dan masih menunggu jalur lain seperti SNBT dan mandiri. Tahun sebelumnya bahkan hampir 75 persen diterima di perguruan tinggi negeri,” jelasnya.
Secara keseluruhan, lanjut Iwan, sekitar 95 persen lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sementara sisanya memilih bekerja atau melanjutkan pendidikan pesantren.
Adapun jadwal PMB dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung Januari–Maret 2026, dengan tes akademik dan wawancara pada 31 Maret serta pengumuman 1 April 2026. Sementara gelombang kedua berlangsung April–Juli 2026, dengan tes pada 4 Juli dan pengumuman pada 6 Juli 2026.
Iwan berharap kuota penerimaan dapat terpenuhi serta calon siswa yang mendaftar memiliki karakter baik dan kesiapan untuk menjalani pendidikan berbasis pesantren.
“Harapannya kuota terpenuhi dan calon siswa memiliki karakter yang baik. Namun pada prinsipnya, siapa pun yang siap belajar sambil mondok akan kami terima,” pungkasnya.













