Setelah Tertunda Berjam-jam, Rombongan Haji Kota Tasik Tiba dengan Selamat

- Redaktur

Jumat, 5 Juni 2026 - 02:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rombongan jamaah haji tiba di Gedung Dakwah Kota Tasik pukul 23.04.

Rombongan jamaah haji tiba di Gedung Dakwah Kota Tasik pukul 23.04.

Berita Kota Tasik, Asajabar.com – Setelah mengalami keterlambatan sekitar enam jam dari jadwal semula, rombongan jamaah haji Kloter KJT 4 asal Kota Tasikmalaya akhirnya tiba di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya pada Kamis Malam (4/6/2026) pukul 23.04 WIB.

Kedatangan 441 jamaah haji tersebut menggunakan 12 unit bus dengan satu bus cadangan yang disiapkan panitia. Keluarga jamaah yang telah menunggu sejak siang hari tampak menyambut kedatangan para tamu Allah tersebut dengan penuh haru.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya, H. Husna Mustopa, mengatakan pihaknya belum menerima keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan rombongan selama perjalanan pulang.

“Secara spesifik kami belum menerima rilis resmi. Namun berdasarkan informasi yang kami terima, sempat terjadi kendala pada sistem pendingin udara (AC) pesawat sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi jamaah selama perjalanan,” ujarnya.

Husna juga mengungkapkan bahwa terdapat satu jamaah yang harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut akibat mengalami penurunan saturasi oksigen.

“Awalnya ada satu jamaah yang dirujuk ke RSUD Majalengka. Informasi terakhir, yang bersangkutan dirujuk kembali ke rumah sakit khusus jantung untuk mendapatkan penanganan lanjutan,” katanya.

Baca Juga :  MUI Ciamis Soroti LGBTQ, Minta Sinergi Pemerintah, Keluarga, dan Tokoh Agama Diperkuat

Menurut Husna, sebagian jamaah juga mengalami gejala batuk dan pilek yang diduga dipengaruhi perubahan cuaca selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

“Sebagian jamaah memang mengalami batuk dan pilek. Setelah kembali ke rumah masing-masing, jamaah juga diwajibkan melakukan pemantauan dan pelaporan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Pendamping Bus, Agus, mengatakan keluhan yang paling banyak dialami jamaah selama perjalanan adalah batuk-batuk.

“Hampir di setiap bus ada jamaah yang batuk. Kemungkinan karena perbedaan cuaca yang cukup ekstrem. Di Arab Saudi suhu bisa sangat panas, sementara saat tiba di Indonesia cuacanya jauh lebih sejuk,” jelasnya.

Ia menambahkan, gejala tersebut sudah mulai dirasakan jamaah sejak masa istirahat di kawasan Al-Mahdiyin sebelum kepulangan ke Tanah Air.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, menjelaskan bahwa satu jamaah mengalami penurunan saturasi oksigen sehingga perlu mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga :  MUI Ciamis Soroti LGBTQ, Minta Sinergi Pemerintah, Keluarga, dan Tokoh Agama Diperkuat

“Sebelumnya yang bersangkutan sempat diperiksa di rumah sakit di Cideres, Majalengka. Setelah dipastikan kondisinya memungkinkan untuk melakukan perjalanan, jamaah tersebut dibawa menggunakan ambulans hingga tiba di Tasikmalaya,” katanya.

Selain itu, terdapat satu jamaah lain yang memiliki riwayat stroke sehingga mengalami keterbatasan mobilitas. Jamaah tersebut langsung dievakuasi menggunakan ambulans sejak turun dari pesawat.

“Yang satu mengalami gejala sisa stroke sehingga kesulitan mobilisasi ke bus. Karena itu diputuskan langsung menggunakan ambulans. Kondisinya aman,” ujar Asep.

Ia menyebutkan satu jamaah telah diperbolehkan pulang ke rumah, sementara satu jamaah lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina.

Asep mengimbau seluruh jamaah yang baru kembali dari Tanah Suci untuk memperbanyak istirahat dan menjaga kondisi kesehatan.

“Jamaah baru menyelesaikan rangkaian ibadah yang cukup panjang dan menguras tenaga. Belum lagi menghadapi suhu hingga 48 derajat Celsius serta kondisi cuaca berdebu selama di Arab Saudi. Karena itu, setelah tiba di rumah sebaiknya beristirahat agar kondisi tubuh tidak menurun,” pungkasnya.

Berita Terkait

MUI Ciamis Soroti LGBTQ, Minta Sinergi Pemerintah, Keluarga, dan Tokoh Agama Diperkuat
BBWS Citanduy Percepat Pembangunan Irigasi Lewat P3-TGAI di 73 Lokasi
PASI Kota Tasikmalaya Periode 2026-2031 Fokus Lestarikan Budaya Sunda dan Perkuat Ketahanan Keluarga 
Perlindungan Anak Yatim Jadi Pesan Utama Gebyar Muharram Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis
Momentum Muharam, Kemenag Ciamis Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Disabilitas
Jamaah Majelis Taklim Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis Kompak Sisihkan Rezeki untuk Anak Yatim
Jemaah Haji Ciamis Kembali ke Tanah Air, PPIH Ingatkan Jaga Kemabruran Haji
ASN Baru Kemenag Ciamis Diminta Tingkatkan Kompetensi dan Disiplin Kerja

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:17 WIB

Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:33 WIB

Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:27 WIB

Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:18 WIB

Nusron dan Maruarar Sepakati Sertipikasi Gratis untuk MBR, Targetkan Satu Juta Bidang Tanah pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sekjen ATR/BPN Minta Kanwil dan Kantah Percepat Program Strategis

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:19 WIB

KKNP-PTLP Perdana STPN Berhasil Petakan Lebih dari 224 Ribu Bidang Tanah dan Restorasi Arsip Pascabencana

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:04 WIB

Kajian Komnas HAM Perkuat Langkah Pemerintah Tangani Konflik Agraria Secara Menyeluruh

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:56 WIB

Tanah Wakaf Tanpa Dokumen Lengkap Tetap Bisa Bersertipikat, Ini Mekanismenya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!