MUI Ciamis Soroti LGBTQ, Minta Sinergi Pemerintah, Keluarga, dan Tokoh Agama Diperkuat

- Redaktur

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Aep Saeful Ujun.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Aep Saeful Ujun.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Aep Saeful Ujun, menanggapi maraknya fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer/Questioning (LGBTQ). Ia menegaskan perlunya penguatan nilai agama, pembinaan keluarga, serta sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi persoalan tersebut.

KH. Aep menyatakan mendukung langkah pemerintah yang menempatkan fenomena LGBTQ sebagai persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Menurutnya, dalam perspektif Islam, perilaku LGBTQ bertentangan dengan ajaran agama

“Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kaum Nabi Luth menjadi salah satu kaum yang mendapat azab karena perilaku menyimpang. Karena itu, MUI secara tegas telah menyatakan bahwa LGBTQ merupakan sesuatu yang dilarang dalam ajaran Islam,” ujarnya.

Ia juga menyinggung mengenai konsep hak asasi manusia (HAM) di Indonesia yang menurutnya tetap memiliki batasan, yakni harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan norma agama sebagaimana diatur dalam konstitusi.

“Dalam Undang-Undang Dasar 1945, hak asasi manusia tetap harus memperhatikan nilai Pancasila dan agama. Kebebasan tidak bisa dipahami tanpa batas,” katanya.

Baca Juga :  Petakan Potensi Konflik Kepentingan, ASN Kemenag Ciamis Diminta Jujur Isi Formulir COI

KH. Aep mengungkapkan, persoalan LGBTQ perlu ditangani melalui pendekatan pembinaan dan dialog. Ia mendorong pemerintah bersama tokoh agama untuk membuka ruang komunikasi agar persoalan tersebut dapat disikapi secara bijak.

“Kalau ada, perlu duduk bersama dari hati ke hati. Kita berikan pemahaman bahwa dalam ajaran agama Islam hal tersebut tidak dibenarkan. Pendekatannya harus dengan pembinaan dan nasihat,” jelasnya.

Selain itu, KH. Aep mengusulkan adanya penguatan pengawasan di berbagai lingkungan, termasuk tempat pendidikan, pesantren, maupun instansi pemerintahan. Namun, pengawasan tersebut menurutnya harus dilakukan dalam bentuk pembinaan, bukan sekadar mencari kesalahan.

“Di pesantren misalnya, perlu ada pembimbing yang cukup untuk membina para santri, mulai dari pergaulan, tata cara berpakaian, hingga aktivitas sehari-hari. Santri harus mendapatkan pendampingan agar memiliki pemahaman agama yang kuat,” tuturnya.

Ia juga menilai penting untuk mengkaji faktor penyebab seseorang terpengaruh perilaku LGBTQ. Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari sisi perilaku, tetapi juga perlu memahami latar belakang keluarga, lingkungan, serta pola pengasuhan.

Baca Juga :  Disnakkan Ciamis dan MUI Bekali Juru Sembelih dengan Kompetensi Syariat dan Teknis

“Harus dipelajari dari mana mulainya, apa penyebabnya, bagaimana perhatian orang tua terhadap anak, apakah karena kurang pengawasan atau faktor lainnya,” ungkapnya.

Menurut KH. Aep, benteng utama dalam menghadapi berbagai persoalan moral adalah keluarga. Ia menyebut rumah sebagai madrasah pertama dalam membentuk karakter dan kepribadian anak.

“Rumah adalah madrasah ula dalam Islam. Anak merupakan tanggung jawab orang tua. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, kemudian orang tuanyalah yang berperan dalam membentuknya,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan tauhid, keimanan, dan pemahaman agama harus terus diberikan kepada masyarakat melalui dakwah para ulama dan dai.

“Yang paling utama adalah bimbingan tauhid, keimanan, dan akidah sesuai tuntunan syariat. Kita harus kembali memahami dari mana manusia berasal, sedang menjalankan kehidupan untuk apa, dan akan kembali ke mana,” pungkasnya.

Berita Terkait

Petakan Potensi Konflik Kepentingan, ASN Kemenag Ciamis Diminta Jujur Isi Formulir COI
Ketua MUI Ciamis Pimpin Salat Istisqa, Ajak Masyarakat Berdoa Memohon Hujan
Disnakkan Ciamis dan MUI Bekali Juru Sembelih dengan Kompetensi Syariat dan Teknis
BAZNAS Ciamis Kukuhkan Duta Zakat
BAZNAS Ciamis Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau
SPPG De La Tina Ciamis Kantongi Sertifikat Halal, SLHS dan Gunakan IPAL Bersertifikat ISO
Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Keluarga, Disnakkan Ciamis Dorong Kreativitas Olahan Ikan
Peringati Hantaru 2026, BPN Ciamis Ungkap Capaian PTSL Tembus 25 Ribu Bidang

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Anggaran PMT Lokal di Ciamis Capai Rp5,42 Miliar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Disnakkan Ciamis Anggarkan Ratusan Juta untuk Obat, Jasmed hingga Penanganan Zoonosis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Kucing Mati Akibat Skabies Akut, Disnakkan Ciamis Ingatkan Bahaya Zoonosis pada Manusia

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:34 WIB

Pemkot Tasikmalaya Sebut Kemiskinan Jadi Faktor Utama Tingginya Kasus Stunting

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:34 WIB

BPJS Kesehatan Sosialisasikan Pendaftaran JKN bagi Relawan SPPG Kota Tasikmalaya

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:57 WIB

DKP3 Kampanyekan Gerakan Minum Susu di MTsN 3 Kota Tasikmalaya

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:02 WIB

RSUD Ciamis Maksimalkan Layanan IGD dan Tim Medis Selama Libur Lebaran

Senin, 26 Januari 2026 - 14:24 WIB

Balita di Indramayu Dirawat Usai Alami Gangguan Kesehatan Setelah Konsumsi Paket MBG

Berita Terbaru

RA Generasi Rabbani Ciamis Gelar Seminar Parenting.

Pendidikan

RA Generasi Rabbani Ciamis Edukasi Orang Tua soal Pola Asuh

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:13 WIB

error: Content is protected !!