Tantangan Ekonomi dan Fluktuasi IHK, Ekonomi Syariah Dinilai Jadi Solusi

- Redaktur

Rabu, 29 Januari 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kikin Muttaqin, M.Pd.

Kikin Muttaqin, M.Pd.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Praktisi Ekonomi Syariah Kabupaten Ciamis sekaligus Dosen STAI Putra Galuh Ciamis, Kikin Muttaqin, M.Pd, menyoroti dinamika ekonomi Indonesia sepanjang 2024 yang ditandai oleh fluktuasi Indeks Harga Konsumen (IHK).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pergerakan IHK yang menyerupai pola roller coaster, mencerminkan ketidakstabilan harga barang dan jasa yang berdampak pada daya beli masyarakat.

Fluktuasi IHK dan Dampaknya

Awal tahun 2024 diawali dengan optimisme, di mana IHK meningkat dari 105,19 pada Januari hingga mencapai 106,40 pada April, mencerminkan inflasi dengan tingkat year-on-year (y-on-y) sebesar 3,00%. Namun, memasuki Mei, IHK turun ke angka 106,37 dengan inflasi turun menjadi 2,13%, mengindikasikan penurunan harga barang dan jasa. Tren penurunan ini berlanjut hingga September dengan posisi IHK di angka 105,93 dan inflasi 1,84%.

Pada Oktober, tren ini berubah, dengan IHK kembali meningkat ke 106,10, hingga mencapai puncaknya pada Desember di angka 106,80. Kondisi ini menunjukkan bahwa inflasi kembali mendominasi pada kuartal terakhir tahun 2024.

Baca Juga :  Madrasah di Ciamis Bersiap Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

Menurut Kikin Muttaqin, fluktuasi IHK yang tajam menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan pelaku ekonomi. Deflasi, meskipun tampak sebagai penurunan harga, perlu diwaspadai karena dapat berdampak negatif pada daya beli masyarakat, menurunkan gairah investasi, serta menghambat pertumbuhan ekonomi.

Deflasi dalam Sejarah Ekonomi Indonesia

Deflasi bukanlah fenomena baru di Indonesia. Bank Indonesia mencatat bahwa pada 1999, setelah krisis finansial Asia, Indonesia mengalami deflasi sebesar 2,01% akibat depresiasi nilai tukar dan penurunan harga barang. Kemudian, pada 2008–2009, deflasi terjadi di beberapa bulan akibat krisis keuangan global, yang dipicu oleh turunnya harga minyak dunia dan lemahnya permintaan domestik.

Ekonomi Syariah Sebagai Solusi

Di tengah tantangan ini, ekonomi syariah dinilai menawarkan solusi yang dapat membantu Indonesia menghadapi deflasi. Kikin Muttaqin menjelaskan bahwa prinsip-prinsip ekonomi syariah, seperti larangan riba, distribusi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), serta keseimbangan ekonomi, dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Baca Juga :  KKRA Ciamis Perkuat Kompetensi Guru RA Hadapi Implementasi Kurikulum Baru

Beberapa instrumen ekonomi syariah yang relevan dalam menghadapi deflasi antara lain:

• Meningkatkan Daya Beli Masyarakat – Dana ZISWAF dapat didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, meningkatkan konsumsi, dan mendorong permintaan agregat.

• Mendorong Investasi Produktif – Larangan riba dan prinsip bagi hasil dalam ekonomi syariah dapat mendorong investasi riil yang lebih produktif dan menciptakan lapangan kerja.

• Menjaga Stabilitas Harga – Prinsip keadilan dan keseimbangan dalam ekonomi syariah dapat mencegah spekulasi dan manipulasi harga yang dapat memicu deflasi.

Kikin Muttaqin menegaskan bahwa penerapan prinsip ekonomi syariah secara optimal dapat menciptakan sistem ekonomi yang lebih kuat, berkeadilan, dan tahan terhadap guncangan ekonomi. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah, pelaku ekonomi, dan masyarakat untuk lebih memahami serta mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Berita Terkait

Ekonomi Lesu dan Harga Sapi Naik, Penjualan Kurban di Tasik Turun
KADIN Kota Tasikmalaya Fokus Dampingi UMKM Masuk Ekosistem Digital
Bebas dari Rentenir hingga Usaha Berkembang, UPZ Panyingkiran Ciamis Dorong Kemandirian Warga
Bank Galuh Ciamis Raih Penghargaan Kinerja Sangat Baik Versi The Asian Post 2026
Hiswana Migas Priangan Timur Diminta Lebih Kreatif Hadapi Tantangan Energi Global
Pelatihan Industri Tembakau Ciamis Dukung Produk Lokal Lebih Kompetitif
Kadin Ciamis Siapkan Program Prioritas 2025 untuk Perkuat Ekonomi Lokal
DKUKMP Ciamis Tingkatkan Kapasitas SDM Pelaku Industri Tembakau Lokal

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:43 WIB

Nusron Wahid Dorong Daerah Perkuat LP2B demi Ketahanan dan Swasembada Pangan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:34 WIB

Komisi II DPR RI Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:52 WIB

Nusron Wahid: Layanan Pengukuran Tanah Maksimal Selesai 12 Hari Mulai Agustus 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:36 WIB

FGD ATR/BPN Bahas RUU Administrasi Pertanahan, Tiga Persoalan Agraria Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:19 WIB

Hindari Informasi Keliru, ATR/BPN Imbau Masyarakat Cek Tarif Layanan Pertanahan Lewat Sentuh Tanahku

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:07 WIB

PJS Mantapkan Langkah Menuju Organisasi Konstituen Dewan Pers

Senin, 6 Juli 2026 - 20:29 WIB

Ingin Berkontribusi di Bidang Pertanahan, Calon Taruna STPN Tunjukkan Optimisme Hadapi Seleksi

Senin, 6 Juli 2026 - 20:23 WIB

ATR/BPN Tegaskan Pendaftaran Tanah Ulayat untuk Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Ambil Alih Lahan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!