Berita Ciamis, Asajabar.com – Perseroda BPR Galuh Ciamis kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bank milik Pemerintah Kabupaten Ciamis tersebut berhasil meraih predikat Bintang 5 dalam ajang TOP 100 BPR Finance 2026 untuk kategori BPR dengan aset Rp5 miliar hingga di bawah Rp35 miliar.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman The Finance, Eko B. Supriyanto, di Mustika Yogyakarta Resort & Spa, Jumat, 19 Juni 2026.
Berdasarkan penilaian The Finance, Perseroda BPR Galuh Ciamis menempati peringkat ke-17 nasional pada kategori aset Rp5 miliar hingga di bawah Rp35 miliar. Posisi tersebut didasarkan pada kinerja perusahaan per September 2025 dengan total aset sebesar Rp29,519 miliar, kredit yang disalurkan Rp22,681 miliar, dana pihak ketiga Rp18,937 miliar, serta laba tahun berjalan Rp464 juta.
Direktur Utama Perseroda BPR Galuh Ciamis, Usman Ependi, S.Kom., C.R.B.D., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil dari berbagai indikator penilaian yang mencakup pertumbuhan aset, kredit, dana pihak ketiga, laba perusahaan, hingga sejumlah rasio kesehatan perbankan.
“Dari berbagai indikator yang dinilai, saya melihat pertumbuhan aset dan peningkatan laba perusahaan menjadi faktor yang cukup signifikan. Laba yang meningkat menunjukkan efisiensi operasional yang semakin baik dan ditopang oleh pertumbuhan kredit yang sehat,” ujarnya.
Menurut Usman, sebagai lembaga intermediasi, BPR memiliki tugas menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Oleh karena itu, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga.
Ia menegaskan, strategi penghimpunan dana dilakukan melalui peningkatan integritas pegawai, penguatan pengawasan internal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Yang paling penting adalah menjaga amanah masyarakat dalam mengelola dana yang mereka percayakan kepada kami,” katanya.
Sementara dalam penyaluran kredit, BPR Galuh terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan menerapkan analisis yang ketat dan sistem penyaringan calon debitur secara selektif.
Usman mengungkapkan, tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) net BPR Galuh berada di angka 3,5 persen per Desember 2025. Untuk menjaga kualitas kredit, pihaknya terus memperluas pemasaran sekaligus tetap fokus pada sektor usaha dengan tingkat risiko yang terukur.
Selain itu, BPR Galuh juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM, guna mendukung pembiayaan bagi pelaku usaha yang memiliki prospek usaha dan pangsa pasar yang baik.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor produktif, BPR Galuh telah meluncurkan program Kredit Kuaci Galuh yang ditujukan bagi petani. Program tersebut memberikan akses pembiayaan tanpa agunan dengan skema pembayaran pokok pinjaman setelah masa panen.
“Program ini sudah berjalan lebih dari satu tahun. Kami ingin membantu petani memperoleh akses permodalan yang lebih mudah, namun tetap dengan proses seleksi yang ketat agar tepat sasaran,” jelasnya.
Di bidang digitalisasi layanan, BPR Galuh juga terus melakukan inovasi melalui aplikasi Sakugaluh. Aplikasi tersebut menyediakan berbagai layanan seperti pembayaran PPOB, cek saldo, pembuatan virtual account, hingga transaksi yang dapat dilakukan secara real time meskipun pada hari libur.
Ke depan, BPR Galuh berencana mengembangkan layanan pengajuan kredit berbasis digital yang memungkinkan nasabah memantau secara langsung proses pengajuan kredit mereka.
“Harapan kami, nasabah bisa mengetahui sampai di tahap mana pengajuan kreditnya diproses secara transparan, apakah sedang dianalisis, disetujui, atau ada hal lain yang perlu dilengkapi,” ungkap Usman.
Ia menambahkan, pencapaian Bintang 5 dalam TOP 100 BPR Finance 2026 menjadi bukti bahwa BPR Bank Galuh dikelola secara profesional dan transparan. Menurutnya, mempertahankan prestasi tersebut akan menjadi tantangan yang lebih besar dibanding meraihnya.
“Ke depan kami akan terus melakukan inovasi, memperkuat tata kelola perusahaan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tanpa SDM yang kuat, visi dan strategi perusahaan tidak akan tercapai,” katanya.
Usman juga menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Ciamis terhadap keberlangsungan Bank Galuh Ciamis selama ini sangat baik. Bahkan, BPR Galuh Ciamis telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemenuhan modal minimum.
Menurutnya, penghargaan yang diraih menjadi jawaban atas kepercayaan masyarakat kepada BPR Galuh Ciamjs. Selain itu, perusahaan juga secara rutin mempublikasikan laporan keuangan setiap triwulan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga masyarakat dapat memantau kondisi dan kinerja perusahaan secara terbuka.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan masyarakat. Kami ingin BPR Galuh Ciamis terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah,” pungkasnya.













