Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Politeknik Agraria STPN Tawarkan Empat Prodi dengan Prospek Menjanjikan

- Redaktur

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Sleman, Asajabar.com – Memilih program studi menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit calon mahasiswa yang masih merasa ragu menentukan jurusan karena belum memiliki gambaran jelas mengenai bidang yang ingin ditekuni maupun peluang karier di masa depan.

Bagi lulusan SMA maupun SMK yang tertarik pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria STPN di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menawarkan empat program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia profesional di sektor tersebut.

Keempat program studi tersebut meliputi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT), serta Sarjana Terapan Pertanahan.

Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan

Program Studi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) diperuntukkan bagi calon taruna yang memiliki minat pada bidang pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, serta analisis data spasial.

Mahasiswa di program studi ini akan mempelajari berbagai kompetensi mulai dari teknik pengukuran tanah, sistem informasi geografis (SIG), pemetaan digital, fotogrametri, hingga pengolahan data spasial berbasis teknologi modern.

Salah satu taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku tertarik memilih program studi tersebut karena memadukan kegiatan praktik lapangan dengan pemanfaatan teknologi terkini.

“Kami tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga melakukan pengukuran dan pemetaan langsung di lapangan. Teknologi geospasial yang terus berkembang menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki peran penting dalam pembangunan dan pengelolaan pertanahan,” ujarnya.

Baca Juga :  BPR Galuh Ciamis Raih Predikat Bintang 5 pada TOP 100 BPR Finance 2026

Fokus pada Penataan Ruang dan Pembangunan Wilayah

Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) cocok bagi calon mahasiswa yang tertarik pada perencanaan wilayah, tata ruang, kebijakan publik, serta pelayanan pertanahan.

Selama masa perkuliahan, mahasiswa akan dibekali pengetahuan mengenai penataan ruang, administrasi pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, hingga analisis kebijakan agraria dan tata ruang.

Taruni MPRP, Ayu Hanan Mutia, mengatakan ketertarikannya terhadap program studi tersebut berawal dari keinginannya memahami proses perencanaan suatu wilayah.

“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di berbagai daerah. Karena itu saya ingin mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang dapat mendukung pembangunan yang lebih tertata dan berkelanjutan,” katanya.

Mendalami Administrasi dan Kebijakan Pertanahan

Bagi calon mahasiswa yang memiliki minat pada pelayanan publik, administrasi, dan kebijakan pertanahan, Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) menjadi pilihan yang relevan.

Program studi ini menitikberatkan pada pengelolaan data pertanahan, sistem pendaftaran tanah, pelayanan berbasis elektronik, serta tata kelola administrasi pertanahan yang modern dan efektif.

Rizaldi Secondia Putra, salah satu taruna KMPT, mengaku lebih tertarik pada aspek regulasi dan pelayanan publik dibandingkan bidang teknis pengukuran.

“Di KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah serta bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat,” ujarnya.

Pertanahan, Prodi dengan Cakupan Kompetensi Luas

Baca Juga :  Percepat Kepastian Hukum Aset Umat, ATR/BPN Bagikan 243 Sertipikat Wakaf di Jawa Tengah

Adapun Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas, mulai dari hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.

Program studi ini dinilai sesuai bagi calon mahasiswa yang memiliki kemampuan analitis dan tertarik mempelajari hubungan antara aspek hukum, masyarakat, dan pengelolaan sumber daya tanah.

Taruni asal Kabupaten Karangasem, Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, mengaku memilih program studi tersebut karena memberikan banyak kesempatan praktik lapangan.

“Saya senang mencoba hal baru dan menyukai kegiatan di luar ruangan. Saat mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan serta interaksi langsung dengan masyarakat,” tuturnya.

Kuota 350 Taruna Baru

Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna.

Kuota tersebut terdiri atas jalur umum sebanyak 260 orang, jalur tugas belajar bagi ASN atau pegawai yang mendapat penugasan dari Kementerian ATR/BPN sebanyak 60 orang, serta jalur kerja sama pemerintah daerah sebanyak 30 orang.

Dengan pilihan program studi yang semakin beragam dan spesifik, Politeknik Agraria STPN memberikan kesempatan bagi calon taruna untuk memilih bidang pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan rencana karier di masa depan.

Bagi lulusan SMA maupun SMK yang ingin berkarier di bidang pertanahan, tata ruang, dan agraria, Politeknik Agraria STPN menjadi salah satu perguruan tinggi vokasi yang dapat dipertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Berita Terkait

Nusron Wahid Dorong Percepatan Integrasi LP2B ke Tata Ruang Daerah untuk Jaga Ketahanan Pangan
Awalnya Ragu Urus Tanah, Pensiunan PNS Ini Akui Layanan BPN Kini Lebih Mudah dan Transparan
Belajar Pertanahan di STPN, Generasi Muda Papua Siapkan Diri Bangun Kampung Halaman
Ossy Dermawan Dorong Integrasi Tata Ruang dan Kehutanan Lewat Revisi UU Kehutanan
Percepat Kepastian Hukum Aset Umat, ATR/BPN Bagikan 243 Sertipikat Wakaf di Jawa Tengah
BPR Galuh Ciamis Raih Predikat Bintang 5 pada TOP 100 BPR Finance 2026
Peringatan 1 Muharam di Jateng, Menteri Nusron Serahkan 243 Sertipikat Tanah Wakaf
Menteri Nusron Ajak Evaluasi Kebijakan Berlandaskan Pancasila

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:59 WIB

Anwar Solahudin Dorong BAZNAS Ciamis Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Zakat

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:29 WIB

Ijang Faisal Sebut BAZNAS Ciamis Masuk Kategori Terbaik di Jawa Barat

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:29 WIB

Usai Dilantik, Lili Miftah Siapkan Strategi Baru Pengelolaan Zakat di Ciamis

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:17 WIB

33 Desa di Pangandaran Gunakan Domain desa.id, Dorong Percepatan Transformasi Digital

Senin, 15 Juni 2026 - 16:13 WIB

KH Saeful Ujun Ingatkan Jemaah Haji Ciamis untuk Jauhi Sikap Sombong

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:30 WIB

Bapenda Ciamis Apresiasi Desa Taat Pajak dengan 50 Unit Sepeda Motor

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:06 WIB

Ujang Nyai Alit dan Remaja Semarakkan Hari Jadi Ciamis ke-384 dengan Pawai Budaya

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:52 WIB

Petani Cigembor Pelajari Sistem Padi Organik untuk Jaga Ekosistem dan Tingkatkan Hasil Panen

Berita Terbaru

error: Content is protected !!