Nusron Wahid: Nasionalisme Abad ke-21 Harus Didukung SDM Unggul dan Kemandirian Bangsa

- Redaktur

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Bogor, Asajabar.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak mahasiswa untuk memahami makna nasionalisme secara utuh sebagai fondasi membangun bangsa yang tangguh di tengah tantangan global. Menurutnya, nasionalisme tidak cukup dimaknai sebagai semangat cinta tanah air, tetapi juga harus diwujudkan melalui penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi, serta penguasaan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Nusron saat menjadi keynote speaker dalam Pembukaan Diklat Pratama se-Indonesia Angkatan I yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Dalam paparannya, Nusron menekankan pentingnya mahasiswa memahami konsep nasionalisme sesuai dengan tantangan abad ke-21. Ia mengingatkan bahwa pemahaman yang keliru mengenai nasionalisme dapat membuat bangsa salah menentukan arah pembangunan.

“Tujuan nasionalisme adalah menjadikan kita bangsa yang kuat. Namun, kalau kita tidak memahami seperti apa bangsa yang kuat, kita akan keliru mendefinisikan format nasionalisme yang ingin kita bangun,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekjen ATR/BPN Beberkan Progres Tujuh Layanan Prioritas, HT-El Tembus Rp5.792 Triliun

Mengangkat materi bertajuk Nasionalisme Abad ke-21: Menjawab Tantangan Radikalisme, Perang Ekonomi, dan Perebutan Pengaruh Global, Nusron menjelaskan bahwa kekuatan suatu negara pada era modern tidak lagi hanya ditentukan oleh sistem pemerintahan, tetapi juga kemampuannya menghadapi dinamika global.

Mengutip teori pakar hubungan internasional John Mearsheimer, ia menyebut ada tiga pilar utama yang harus dimiliki negara agar mampu menjadi bangsa yang kuat, yakni ketahanan pangan, kemandirian energi, dan penguasaan teknologi.

“Jangan hanya berbicara nasionalisme, tetapi bangun ketahanan pangan, kemandirian energi, dan kemampuan menguasai teknologi. Tanpa itu, bangsa akan mudah bergantung kepada negara lain,” tegasnya.

Menurut Nusron, ketiga pilar tersebut tidak akan terwujud tanpa didukung sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pembangunan nasionalisme harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas intelektual generasi muda.

Di hadapan Sekretaris Dewan Pembina DPP GMPK, H. Chusni Mubarok, serta sekitar 200 peserta diklat, Nusron berpesan agar mahasiswa terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan intelektual sebagai bekal memimpin bangsa di masa depan.

Baca Juga :  Ingin Pisahkan Sebagian Tanah? Berikut Ketentuan, Dokumen, dan Estimasi Biayanya

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang akan menentukan arah pembangunan nasional ketika kelak berkiprah sebagai birokrat, politisi, pengusaha, maupun profesional.

“Perubahan di dunia itu selalu didahului dengan kebangkitan kaum intelektualnya. Ketika cara berpikir mahasiswa sudah benar, maka saat mereka menjadi birokrat, politisi, pengusaha, maupun profesional, cara berpikir itu akan ikut membentuk kemajuan bangsa,” katanya.

Menutup pemaparannya, Nusron mengajak seluruh kader GMPK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat semangat kebangsaan, serta berperan aktif menghadirkan gagasan dan solusi dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Menteri Nusron turut didampingi Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol ATR/BPN, Achmad.

Berita Terkait

Kementerian ATR/BPN Tegaskan Sertipikat Tanah Ulayat Harus Melalui Proses Administrasi yang Lengkap
ATR/BPN Sebut Layanan Pertanahan Berkontribusi Besar terhadap Perekonomian Nasional
Sekjen ATR/BPN Beberkan Progres Tujuh Layanan Prioritas, HT-El Tembus Rp5.792 Triliun
Ikut Gerakan “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy Tekankan Kolaborasi Jaga Kelestarian Sungai
Ingin Pisahkan Sebagian Tanah? Berikut Ketentuan, Dokumen, dan Estimasi Biayanya
ATR/BPN Dukung Pengembangan Bandara Nasional dengan Integrasi Data Spasial dan Percepatan Perizinan
Kementerian ATR/BPN: Kepastian Hak Tanah Ditentukan oleh Batas Bidang, Bukan Sekadar Luas
Sertipikasi Aset Daerah Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pertanahan DKI Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:14 WIB

PBVSI Kota Tasik Optimistis Raih Prestasi Meski Minim Anggaran

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:57 WIB

Invitasi Olahraga Karakter Tingkat SD di Ciamis Berakhir Sukses, Antusiasme Peserta Tinggi

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:42 WIB

Nesaba Cup Jadi Ajang Promosi dan Pembinaan Olahraga SMPN 1 Baregbeg Ciamis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:00 WIB

SMPN 1 Tasikmalaya Rayakan Milad ke-78 dengan Gerak Jalan dan Pentas Seni

Selasa, 14 April 2026 - 21:41 WIB

O2SN Kecamatan Ciamis Jadi Ajang Seleksi Atlet ke Tingkat Kabupaten

Selasa, 23 Desember 2025 - 20:56 WIB

Kompetisi Mini Soccer Hari Amal Bhakti Antar Satker Kemenag Ciamis Tuntas, Inilah Para Juaranya

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:50 WIB

Kemenag Ciamis Gelar Laga Sepak Bola Antar Satker Peringati HAB Ke-80

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:15 WIB

Kemenag Ciamis Umumkan Juara Turnamen Bulu Tangkis HAB ke-80

Berita Terbaru

error: Content is protected !!