BERITA CIAMIS, ASAJABAR.COM – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang studi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjas/PJOK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh (Unigal) menggelar invitasi olahraga tradisional di Gedung Olahraga (GOR) Unigal, Ciamis, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang digelar PPG Penjas Tahun 2025-2026 tersebut melibatkan pelajar dari tiga sekolah di Kabupaten Ciamis. Masing-masing sekolah mengirimkan 15 peserta yang terdiri dari 10 laki-laki dan 5 perempuan.
Ketiga sekolah yang ambil bagian yakni SMAN 1 Baregbeg, SMAN 2 Ciamis, dan SMKN 1 Ciamis.
Ketua Pelaksana kegiatan, Yusep Rifki Fadilah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa PPG Penjas untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan olahraga tradisional yang dinilai mulai kurang dikenal oleh generasi muda.
“Tujuan utamanya yaitu melestarikan budaya. Pada era sekarang, olahraga tradisional sering dilupakan karena kemudahan teknologi. Anak-anak lebih banyak bermain gawai dan sebagainya,” ujar Yusep.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk kembali mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda, khususnya di Kabupaten Ciamis.
Dalam invitasi tersebut, terdapat empat jenis olahraga tradisional yang dipertandingkan, yakni hadangan atau gobak sodor, boy-boyan, bakiak, dan tarik tambang.
Selain memperebutkan juara pada masing-masing cabang, panitia juga menyiapkan penghargaan bagi juara umum. Pemenang mendapatkan piala dan bingkisan yang telah disiapkan panitia.
Yusep menuturkan, pelaksanaan kegiatan tersebut juga sejalan dengan peran PPG Penjas dalam mempersiapkan calon pendidik yang tidak hanya memiliki kemampuan di bidang olahraga, tetapi juga mampu mengenalkan dan melestarikan kearifan lokal kepada peserta didik.
“Tantangannya sekarang lebih ekstra. Kami tidak hanya menjelaskan peraturan dan tata cara permainan, tetapi juga menggunakan video dan melakukan simulasi secara langsung agar peserta memahami bagaimana permainan yang benar,” katanya.
Menurut Yusep, pendekatan tersebut diperlukan karena sebagian generasi muda saat ini tidak lagi familiar dengan permainan tradisional.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda rutin di Universitas Galuh. Bahkan, pihaknya membuka peluang agar kegiatan serupa dapat diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
“Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi ajang tahunan di Universitas Galuh. Semoga juga bisa dilirik KORMI sehingga ke depannya dapat berkolaborasi dan berkoordinasi,” ujarnya.
Untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga tradisional, Yusep menyebut media sosial dapat menjadi salah satu sarana promosi yang efektif.
“Strateginya lebih di-up lagi di media sosial, supaya anak-anak di luar sana, khususnya di daerah Ciamis, memiliki daya tarik dan minat yang lebih terhadap olahraga tradisional,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda PPG Penjas, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan olahraga tahunan yang mampu memperkenalkan Universitas Galuh sekaligus menarik minat calon mahasiswa.
“Kami berharap acaranya lancar dan mendapat perhatian dari media. Semoga ke depan bisa menjadi ajang olahraga tahunan bagi Universitas Galuh,” pungkasnya.













