BERITA CIAMIS, ASAJABAR.COM – Sebanyak 33 peserta didik asal Kabupaten Ciamis mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Barat. Mereka merupakan peserta terbaik hasil seleksi tingkat Kabupaten Ciamis yang bersaing dengan perwakilan dari kabupaten/kota lain di Jawa Barat, Senin (5/10/2026).
Komite OMI Kabupaten Ciamis, Jajang Jamaludin, mengatakan sebanyak 33 peserta tersebut berasal dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).
“Perwakilan Kabupaten Ciamis untuk OMI tingkat Provinsi Jawa Barat semuanya ada 33 peserta dari semua jenjang,” ujar Jajang.
Ia menjelaskan, peserta dari jenjang MI berjumlah enam orang yang mengikuti dua mata pelajaran. Masing-masing mata pelajaran diwakili tiga peserta terbaik. Sementara jenjang MTs mengirimkan sembilan peserta dari tiga mata pelajaran, sedangkan jenjang MA mengirimkan 18 peserta dari enam mata pelajaran.
Adapun rincian peserta kontingen Ciamis yakni:
• MI/SD
IPAS: 3 peserta, Matematika: 3 peserta
• MTs/SMP :
IPAS: 3 peserta, IPA : 3 peserta, Matematika: 3 peserta
• MA/SMA
Biologi: 3 peserta, Ekonomi: 3 peserta, Fisika: 3 peserta Geografi: 3 peserta, Kimia: 3 peserta, Matematika: 3 peserta
Dengan demikian, total peserta yang mewakili Kabupaten Ciamis pada OMI tingkat Provinsi Jawa Barat mencapai 33 orang.
Pelaksanaan OMI tingkat provinsi untuk jenjang MI dan MTs berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, Senin (5/10), kegiatan dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama hanya mengujikan mata pelajaran Matematika jenjang MI sehingga diikuti tiga peserta.
“Untuk sesi pertama yang diujikan hanya Matematika MI, sehingga pesertanya hanya tiga orang. Kemudian sesi kedua ada dua mata pelajaran, yakni IPAS MI dan Matematika MTs, dengan jumlah peserta enam orang,” jelas Jajang.
Sementara sesi ketiga diisi dengan tiga mata pelajaran. Adapun untuk jenjang MA, seluruh mata pelajaran dilaksanakan pada Selasa (6/10) dengan tiga sesi, masing-masing sesi mengujikan dua mata pelajaran.
Setiap sesi pelaksanaan OMI berlangsung selama dua jam.
Jajang menyebut pelaksanaan hari pertama OMI tingkat Jawa Barat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Menurutnya, kebutuhan jaringan pada tingkat provinsi relatif lebih ringan dibandingkan saat seleksi tingkat kabupaten karena jumlah peserta dalam setiap sesi lebih sedikit.
“Alhamdulillah untuk hari pertama tidak ada kendala. Secara perhitungan, kebutuhan jaringan juga lebih sedikit dibandingkan tingkat kabupaten. Maksimal dalam satu sesi hanya enam orang,” katanya.
Peserta Telah Dipersiapkan Sejak Seleksi Kabupaten
Menurut Jajang, persiapan menghadapi OMI tingkat Provinsi Jawa Barat juga tidak menghadapi kendala berarti. Para peserta sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dari kepala madrasah dan guru bidang studi masing-masing.
Setelah seleksi tingkat kabupaten, pihak madrasah diminta memastikan peserta mendapatkan pembinaan dan pendampingan secara intensif sebagai persiapan menghadapi kompetisi di tingkat provinsi.
“Kami hanya memastikan dan memonitoring setelah seleksi tingkat kabupaten agar kepala madrasah dan guru pendamping melakukan pembinaan serta pendampingan kepada peserta didik,” ujarnya.
Jajang berharap kontingen Ciamis kembali mampu mengirimkan wakil ke tingkat nasional. Ia menyebut Ciamis dalam beberapa tahun terakhir memiliki catatan positif dalam OMI, khususnya pada sejumlah mata pelajaran.
Berdasarkan rekam jejak sebelumnya, jenjang MI memiliki Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diunggulkan. Sementara di jenjang MA, Geografi dan Ekonomi menjadi mata pelajaran yang selama ini cukup menonjol.
“Alhamdulillah, Ciamis selalu ada keterwakilan dari tingkat provinsi ke tingkat nasional. Saya berharap pada seleksi OMI tingkat provinsi ini Ciamis juga dapat mengirimkan siswa terbaiknya ke tingkat nasional,” katanya.
Target Lolos ke Tingkat Nasional
Menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, Komite OMI Ciamis terus mendorong madrasah untuk melakukan persiapan sejak dini.
Jajang mengatakan OMI merupakan agenda rutin tahunan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Karena itu, pembinaan peserta perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjelang pelaksanaan lomba.
“Kami memberikan instruksi dan arahan kepada kepala madrasah, baik secara langsung maupun melalui pengawas madrasah, agar peserta didik yang akan disiapkan mengikuti OMI setiap tahun dipersiapkan sejak dini,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, Komite OMI Ciamis menargetkan setidaknya dua mata pelajaran dapat mengantarkan wakil Ciamis ke tingkat nasional. Namun, Jajang berharap capaian tersebut dapat lebih banyak.
“Minimal dua. Yang kami harapkan Matematika MI dan Matematika MTs. Selain itu, kami juga berharap dari MA, khususnya Geografi, bisa lolos,” ujarnya.
Pengumuman Hasil dan Persiapan Nasional
Berdasarkan petunjuk teknis, hasil seleksi OMI tingkat Provinsi Jawa Barat dijadwalkan diumumkan pada Sabtu (18/10).
Sementara itu, pelaksanaan OMI tingkat nasional dijadwalkan berlangsung pada 9-12 November. Namun, hingga kini lokasi pelaksanaan tingkat nasional belum dipastikan secara resmi oleh Komite Nasional OMI.
Menurut Jajang, masih terdapat waktu untuk melakukan persiapan lanjutan bagi peserta yang nantinya berhasil lolos ke tingkat nasional, termasuk kemungkinan pelaksanaan training center (TC).
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar tetap fokus dan memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi.
“Saya berharap peserta OMI tingkat provinsi utusan Kabupaten Ciamis yang saat ini sedang berjuang mudah-mudahan menjadi yang terbaik dan dapat mewakili Kabupaten Ciamis di tingkat nasional,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan para peserta nantinya bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga bagi lembaga pendidikan, orang tua, Kabupaten Ciamis, dan Provinsi Jawa Barat.
“Semoga bisa memberikan kebanggaan untuk pribadi, lembaga, orang tua, Kabupaten Ciamis, dan Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya.













