Belasan Tahun Konflik Agraria di Desa Soso Blitar Berakhir Damai

- Redaktur

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Blitar, Asajabar.com – Konflik agraria yang selama belasan tahun mewarnai hubungan antara petani dan perusahaan perkebunan di Desa Soso, Kabupaten Blitar, akhirnya menemui titik terang. Sejak 2022, suasana di desa tersebut mulai kondusif setelah pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memfasilitasi penyelesaian sengketa melalui program Reforma Agraria berupa redistribusi tanah.

Penyelesaian konflik ini melibatkan kolaborasi antara Kementerian ATR/BPN, PT Kismo Handayani, serta masyarakat Desa Soso. Hasilnya, petani kini dapat mengelola lahan secara mandiri, sementara perusahaan tetap menjalankan operasional perkebunannya dengan menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan warga.

Kepala Perkebunan PT Kismo Handayani, Dwi Setyo Rahadi (47), mengakui bahwa konflik tersebut berpotensi berlarut-larut apabila tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk memediasi para pihak.

Baca Juga :  Kunjungi Kanwil BPN Sumut, Ossy Dermawan Soroti Komitmen Pelayanan Publik

“Kadang perusahaan tidak menyadari bahwa kurangnya komunikasi bisa berdampak besar. Setelah turun langsung ke masyarakat, kami jadi lebih memahami konflik sebelum dan sesudah redistribusi tanah. Bagi kami, menyelesaikan konflik dan membangun sinergi dengan masyarakat Desa Soso adalah sebuah kebanggaan,” ujar Dwi di Desa Soso.

Ia menambahkan, saat ini perusahaan tidak hanya fokus pada operasional, tetapi juga memberikan pendampingan kepada warga agar tanah yang telah dikelola dapat dimanfaatkan secara optimal. “Saya sering berkeliling bukan untuk mengatur, tapi memberi edukasi. Kalau dilihat sekarang, hasilnya jauh lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar, Barkah Yoelianto, menegaskan bahwa peran pemerintah dalam konflik agraria adalah sebagai fasilitator. Menurutnya, keberhasilan penyelesaian konflik di Desa Soso terjadi karena adanya kemauan semua pihak untuk duduk bersama dan mencari solusi.

Baca Juga :  Hadapi Tantangan Ekonomi, ATR/BPN Sesuaikan Perencanaan Anggaran 2027

“Kami memfasilitasi pihak-pihak yang berkonflik untuk duduk bersama. Mau diselesaikan atau tidak, itu kuncinya. Ketika semua sepakat, konflik bisa diselesaikan. Kolaborasi dan penyamaan visi menjadi faktor utama,” jelas Barkah.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak berhenti pada penerbitan sertipikat tanah. Pasca redistribusi, dilakukan penataan akses guna memastikan tanah yang telah dibagikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Setelah sertipikat diberikan, tanahnya ditata dan pengelolaannya juga ditata agar berkelanjutan,” tambahnya.

Penyelesaian konflik agraria di Desa Soso tidak hanya meredakan ketegangan antara masyarakat dan perusahaan, tetapi juga membuka peluang bagi penguatan ekonomi lokal. Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bahwa konflik agraria dapat diselesaikan secara damai melalui dialog, empati, dan komitmen bersama dalam mewujudkan Reforma Agraria yang berkeadilan.

Berita Terkait

Ossy Dermawan Tekankan Nilai Kejujuran dan Etika bagi Profesi Penilai
Wamen Ossy: ATR/BPN Bantu Legalisasi Lahan untuk Program KPLP
Capai 90,8 Persen TLRHP, ATR/BPN Perkuat Akuntabilitas dan Layanan Publik
Hadapi Tantangan Ekonomi, ATR/BPN Sesuaikan Perencanaan Anggaran 2027
BPN Imbau Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri untuk Jamin Kepastian Hukum
Cegah Penipuan, Masyarakat Diimbau Verifikasi Identitas Petugas Ukur Tanah
239 MPP Layani Pertanahan, ATR/BPN Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Kunjungi Kanwil BPN Sumut, Ossy Dermawan Soroti Komitmen Pelayanan Publik

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 17:36 WIB

Ossy Dermawan Tekankan Nilai Kejujuran dan Etika bagi Profesi Penilai

Sabtu, 11 April 2026 - 17:28 WIB

Wamen Ossy: ATR/BPN Bantu Legalisasi Lahan untuk Program KPLP

Sabtu, 11 April 2026 - 17:13 WIB

Capai 90,8 Persen TLRHP, ATR/BPN Perkuat Akuntabilitas dan Layanan Publik

Jumat, 10 April 2026 - 20:43 WIB

BPN Imbau Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri untuk Jamin Kepastian Hukum

Jumat, 10 April 2026 - 20:34 WIB

Cegah Penipuan, Masyarakat Diimbau Verifikasi Identitas Petugas Ukur Tanah

Jumat, 10 April 2026 - 17:42 WIB

239 MPP Layani Pertanahan, ATR/BPN Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Jumat, 10 April 2026 - 16:50 WIB

Kunjungi Kanwil BPN Sumut, Ossy Dermawan Soroti Komitmen Pelayanan Publik

Kamis, 9 April 2026 - 21:46 WIB

Cegah Kanker Serviks, Ratusan ASN ATR/BPN Ikuti Program Vaksinasi HPV

Berita Terbaru

error: Content is protected !!