Berita Kota Tasik, Asajabar.com – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pemasaran PKKT Tasikmalaya Tahun Buku 2025 digelar pada Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur pemerintah yang membahas penguatan koperasi sebagai basis ekonomi komunal masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, mengatakan koperasi memiliki peran penting dalam membangun usaha bersama di tengah masyarakat.
Menurutnya, sistem usaha di Indonesia terbagi menjadi dua, yakni usaha pribadi dan usaha komunal. Dalam konteks usaha komunal, koperasi dinilai menjadi salah satu bentuk yang paling dekat dengan masyarakat.
“Koperasi menjadi salah satu filosofi terbaik untuk menyadarkan bahwa tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri. Semua harus dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi. Satu lidi dinilai memiliki manfaat kecil, namun ketika disatukan akan menjadi lebih kuat dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Dicky juga menyinggung sejarah koperasi di Tasikmalaya yang memiliki keterkaitan dengan Kongres Koperasi tahun 1957. Ia mengaku pernah menyampaikan langsung kepada Menteri terkait pentingnya penguatan identitas koperasi di Tasikmalaya.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa bangunan dan sejarah koperasi di Kota Tasikmalaya saat ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kota. Usulan tersebut juga telah diajukan ke tingkat pusat agar dapat ditetapkan menjadi cagar budaya nasional.
“Untuk tingkat kota sudah selesai menjadi cagar budaya. Sekarang sedang dibahas di tingkat pusat dan masih dalam proses asesmen di kementerian,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi Diskuk Jawa Barat, Daniar Ahmad Nurdianto, menyebut pengembangan koperasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Ia mengatakan pemerintah daerah bersama sejumlah lembaga tengah mendorong program kolaboratif untuk memperkuat pendidikan dan nilai-nilai koperasi di masyarakat.
Menurut Daniar, saat ini terdapat dorongan agar pendidikan koperasi dapat masuk ke dalam kurikulum pendidikan melalui kementerian terkait, sehingga nilai-nilai koperasi dapat dikenalkan sejak jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Nilai-nilai koperasi sangat baik dan perlu dilestarikan, bukan hanya secara fisik tetapi juga nilai kebersamaan dan gotong royongnya,” ujarnya.













