Bapenda Kota Tasikmalaya Targetkan Pajak Daerah Rp235,4 Miliar pada 2026

- Redaktur

Rabu, 29 April 2026 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pelayanan Pajak Daerah Bapenda Kota Tasikmalaya, Irfan M. Pahlevi.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pelayanan Pajak Daerah Bapenda Kota Tasikmalaya, Irfan M. Pahlevi.

Berita Kota Tasikmalaya, Asajabar.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya menargetkan penerimaan pajak daerah sebesar Rp235.434.213.413 atau Rp235,4 miliar pada tahun 2026. Target tersebut mencakup berbagai sektor pajak yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dioptimalkan.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pelayanan Pajak Daerah Bapenda Kota Tasikmalaya, Irfan M. Pahlevi, mengatakan sejumlah jenis pajak yang menjadi sumber penerimaan antara lain Pajak Reklame, Pajak Air Tanah, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Selain itu, terdapat pula Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang meliputi pajak atas makanan dan minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, jasa parkir, serta jasa kesenian dan hiburan. Adapun sumber lain berasal dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Menurut Irfan, potensi pajak di Kota Tasikmalaya masih cukup besar, namun belum sepenuhnya tergali secara optimal. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) serta masih banyaknya pelaku usaha, khususnya pedagang kaki lima dan usaha kecil, yang belum terdata sebagai wajib pajak.

Baca Juga :  PPIH Ciamis Pastikan Kesehatan Jemaah Haji Jadi Prioritas Utama

“Contoh kecil di sektor makanan dan minuman, masih banyak pelaku usaha yang belum tersentuh. Padahal, sesuai aturan, setiap restoran atau usaha sejenis dikenakan pajak,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dari wajib pajak yang sudah terdaftar, masih ditemukan laporan pajak yang belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bapenda dalam meningkatkan kepatuhan pajak.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bapenda mengedepankan pendekatan persuasif melalui kemitraan dengan pelaku usaha. Petugas secara aktif melakukan sosialisasi dan penyuluhan guna meningkatkan pemahaman serta kesadaran wajib pajak.

“Kami lebih mengedepankan pendekatan kemitraan. Datang, berdialog, dan membangun kesadaran bersama bahwa pajak ini pada dasarnya ditanggung oleh konsumen,” katanya.

Baca Juga :  Kemenag Ciamis Sosialisasikan Wakaf dan Pembaruan Data Zakat Tahun 2026

Bapenda juga sempat menjalankan program inovatif bertajuk “MUSAPAHAH” (makan, upload struk, dapat hadiah) sejak 2023. Program ini bertujuan mendorong masyarakat untuk meminta struk pembayaran sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kepatuhan pajak pelaku usaha. Hadiah yang diberikan bersumber dari APBD dan dukungan CSR perbankan.

Namun, Irfan menyebutkan program tersebut tidak dapat dilanjutkan pada tahun 2026 karena keterbatasan anggaran akibat defisit.

Di sisi lain, pengawasan pajak kini semakin diperkuat melalui sistem digital. Ia menegaskan bahwa seluruh transaksi pajak dilakukan secara non-tunai guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

“Sekarang hampir tidak ada transaksi tunai. Semua berbasis digital, sehingga meminimalkan potensi kebocoran,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyesuaian Nilai Jual Pajak (NJP) terakhir dilakukan pada 2019 dan hingga kini belum ada perubahan signifikan. Meski demikian, Bapenda terus berupaya mengoptimalkan potensi yang ada melalui berbagai strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak.

Berita Terkait

Kemenag Ciamis Sosialisasikan Wakaf dan Pembaruan Data Zakat Tahun 2026
Bebas dari Rentenir hingga Usaha Berkembang, UPZ Panyingkiran Ciamis Dorong Kemandirian Warga
PPIH Ciamis Pastikan Kesehatan Jemaah Haji Jadi Prioritas Utama
KH Saeful Ujun: Pesantren Harus Tetap Jadi Teladan Moral Umat
Dicky Candra: Koperasi Ajarkan Semangat Gotong Royong Masyarakat
Kota Tasikmalaya Catat Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi di Jawa Barat
Jelang Iduladha, Edukasi Kurban ASUH Digencarkan di Ciamis
Tingkatkan Profesionalitas, KKTU Ciamis Ikuti Bimtek Penyusunan SOP Madrasah

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:29 WIB

Bebas dari Rentenir hingga Usaha Berkembang, UPZ Panyingkiran Ciamis Dorong Kemandirian Warga

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:06 WIB

PPIH Ciamis Pastikan Kesehatan Jemaah Haji Jadi Prioritas Utama

Senin, 11 Mei 2026 - 19:58 WIB

KH Saeful Ujun: Pesantren Harus Tetap Jadi Teladan Moral Umat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:30 WIB

Dicky Candra: Koperasi Ajarkan Semangat Gotong Royong Masyarakat

Rabu, 29 April 2026 - 06:59 WIB

Kota Tasikmalaya Catat Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi di Jawa Barat

Rabu, 29 April 2026 - 06:41 WIB

Bapenda Kota Tasikmalaya Targetkan Pajak Daerah Rp235,4 Miliar pada 2026

Kamis, 23 April 2026 - 18:32 WIB

Jelang Iduladha, Edukasi Kurban ASUH Digencarkan di Ciamis

Rabu, 22 April 2026 - 21:30 WIB

Tingkatkan Profesionalitas, KKTU Ciamis Ikuti Bimtek Penyusunan SOP Madrasah

Berita Terbaru

FLS3N jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Ciamis.

Pendidikan

Disdik Ciamis Optimistis Wakil FLS3N Mampu Bersaing di Provinsi

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:01 WIB

error: Content is protected !!