Mamak Kepala Waris di Padang dan Solok Terima Sertipikat Tanah Ulayat Komunal

- Redaktur

Jumat, 3 Oktober 2025 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Padang, Asajabar.com – Keberadaan tanah ulayat di Sumatra Barat tidak hanya sekadar menjadi tempat tinggal masyarakat hukum adat, tetapi juga merupakan pusaka tinggi Masyarakat Adat Minangkabau yang bersifat komunal. Tanah ulayat dikelola secara bersama-sama dan memiliki nilai penting dalam menjaga identitas serta menjadi penopang aspek ekonomi masyarakat adat.

Di tengah tantangan modernisasi, Pemerintah Republik Indonesia terus berupaya memberikan kepastian hukum atas tanah masyarakat hukum adat melalui program sertipikasi tanah komunal. Upaya tersebut tampak dalam kegiatan Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat yang digelar di Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kuranji, Kota Padang, Selasa (30/9/2025).

Salah satu penerima sertipikat adalah Swastamam Loeis (76), Mamak Kepala Waris kaum/suku Melayu asal Kota Padang. Ia memimpin 40 anggota keluarga besar dalam kaumnya. Bagi masyarakat Minangkabau, Mamak Kepala Waris adalah laki-laki tertua yang dipercaya mengelola harta pusaka tinggi, sekaligus menjaga kepentingan dan kesejahteraan kaum.

Baca Juga :  Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK

“Saya melakukan sertipikasi tanah ini karena kalau tidak disertipikasi nanti bisa kacau. Mumpung saya masih hidup, sertipikat ini demi keamanan tanah kaum,” ujar Swastamam.

Cerita serupa datang dari Joni Akhiar (60), Mamak Kepala Waris kaum/suku Kutianyie asal Kabupaten Solok. Ia mengaku sertipikasi tanah sangat penting untuk melindungi tanah ulayat milik keluarganya yang dihuni 35 anggota keluarga besar.

“Saya melakukan sertipikasi tanah kaum ini demi keamanan pusako tinggi, sekaligus agar anak cucu mengetahui letak tanah pusaka kami,” ungkapnya.

Plt. Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padang, Hanif, menjelaskan bahwa tanah ulayat terdiri dari tiga jenis, yaitu tanah ulayat nagari, tanah ulayat suku, dan tanah ulayat kaum. Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatra Barat Nomor 7 Tahun 2023 tentang Tanah Ulayat.

Baca Juga :  Kajian Komnas HAM Perkuat Langkah Pemerintah Tangani Konflik Agraria Secara Menyeluruh

“Terkait sertipikat tanah yang diserahkan hari ini, di belakang nama pemegang haknya tercantum Mamak Kepala Waris. Ini identik dengan tanah ulayat kaum, di mana pemilikannya bersifat komunal. Walaupun nama hanya satu orang, setiap perbuatan hukum atas tanah itu wajib mendapat persetujuan seluruh anggota kaum,” jelas Hanif.

Dengan adanya sertipikasi tanah ulayat di Sumatra Barat, pemerintah berharap hak komunal masyarakat adat tetap terlindungi. Selain memberi kepastian hukum, langkah ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap keberadaan masyarakat hukum adat yang telah menjaga kelangsungan hidup di atas tanah ulayat selama turun-temurun.

Berita Terkait

Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK
Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja
Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat
Nusron dan Maruarar Sepakati Sertipikasi Gratis untuk MBR, Targetkan Satu Juta Bidang Tanah pada 2026
Sekjen ATR/BPN Minta Kanwil dan Kantah Percepat Program Strategis
Reforma Agraria Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat, Bank Tanah Perlu Diperkuat
KKNP-PTLP Perdana STPN Berhasil Petakan Lebih dari 224 Ribu Bidang Tanah dan Restorasi Arsip Pascabencana
Kajian Komnas HAM Perkuat Langkah Pemerintah Tangani Konflik Agraria Secara Menyeluruh

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:17 WIB

Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:33 WIB

Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:27 WIB

Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:18 WIB

Nusron dan Maruarar Sepakati Sertipikasi Gratis untuk MBR, Targetkan Satu Juta Bidang Tanah pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sekjen ATR/BPN Minta Kanwil dan Kantah Percepat Program Strategis

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:19 WIB

KKNP-PTLP Perdana STPN Berhasil Petakan Lebih dari 224 Ribu Bidang Tanah dan Restorasi Arsip Pascabencana

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:04 WIB

Kajian Komnas HAM Perkuat Langkah Pemerintah Tangani Konflik Agraria Secara Menyeluruh

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:56 WIB

Tanah Wakaf Tanpa Dokumen Lengkap Tetap Bisa Bersertipikat, Ini Mekanismenya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!