Berita Ciamis, Asajabar.com – Pondok Pesantren Miftahul Ridwan yang berlokasi di Panggaray, Desa Maparah, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, resmi membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun Ajaran 2026–2027. Pendaftaran telah dibuka sejak April dan akan berlangsung hingga 30 Juni 2026.
Pimpinan Ponpes Miftahul Ridwan, Drs. KH. Saeful Ujun, menyampaikan bahwa proses pendaftaran dapat dilakukan secara online maupun offline, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan calon santri.
“Pendaftaran sudah dibuka dari April hingga akhir Juni. Kami melayani pendaftaran baik secara online maupun langsung di pesantren,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses daftar ulang biasanya dilakukan bersamaan dengan pengantaran santri ke pesantren. Dalam momen tersebut, akan dilaksanakan prosesi serah terima secara resmi dari orang tua kepada pihak pesantren.

“Biasanya saat daftar ulang sekaligus diantar ke pesantren, ada juga acara serah terima dari orang tua kepada kiai sebagai bentuk kepercayaan dalam mendidik anak,” jelasnya.
Dalam hal biaya, pihak pesantren tetap menetapkan iuran bulanan sebesar Rp350 ribu. Namun demikian, terdapat kebijakan keringanan bagi santri tertentu, bahkan hingga pembebasan biaya, berkat dukungan para donatur.
“Kami juga memiliki donatur yang siap membantu, sehingga ada kemungkinan keringanan bahkan bebas biaya bagi santri yang membutuhkan,” tambahnya.
Ponpes Miftahul Ridwan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan formal, di antaranya MTsN 6 Ciamis, MAN 5 Ciamis, serta MIN 1 Maparah. Sistem pendidikan disesuaikan dengan jenjang usia santri, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, bahkan tersedia program Paket B dan C bagi yang tidak melanjutkan kependidikan formal.

Selain itu, pesantren ini menawarkan berbagai program unggulan seperti kajian kitab kuning, tahfidz Al-Qur’an, tilawah, hadroh, kaligrafi, hingga kegiatan keterampilan seperti perikanan, pertanian, dan perkebunan.
Untuk mendukung kemandirian santri, pihak pesantren juga mengembangkan program produktif, seperti budidaya perikanan bioflok, rencana peternakan sapi, serta perkebunan alpukat yang sudah mulai panen. Hasil dari kegiatan tersebut nantinya akan memberikan insentif bagi santri.
Dari sisi sumber daya manusia, Ponpes Miftahul Ridwan didukung oleh delapan tenaga pengajar, terdiri dari tiga guru putra dan lima guru putri yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren selama 9 hingga 12 tahun.
Meski minat pendaftar cukup tinggi, bahkan ada yang berasal dari luar daerah seperti Jambi, pihak pesantren tetap membatasi jumlah santri. Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan dan kesehatan lingkungan asrama.
“Kami tidak ingin over kapasitas. Tidak ingin kamar penuh dan tidak sehat. Jadi tetap dibatasi,” tegas KH. Saeful Ujun.
Saat ini, asrama putra berada di bagian belakang, sementara asrama putri di bagian depan. Ke depan, pesantren juga berencana melakukan pengembangan fasilitas dengan memanfaatkan lahan yang masih tersedia sekitar setengah hektare.
Pihak pesantren juga membuka peluang bagi para dermawan yang ingin berkontribusi dalam pembangunan sarana dan prasarana sebagai bentuk amal jariyah.
Adapun fasilitas yang tersedia di pesantren meliputi ruang belajar, perpustakaan, dapur umum, lapangan olahraga, masjid, serta kamar santri yang dilengkapi kamar mandi.
Dengan berbagai program dan fasilitas yang ditawarkan, Ponpes Miftahul Ridwan berharap dapat menjadi pilihan masyarakat dalam memberikan pendidikan agama dan pembinaan karakter bagi generasi muda.













