Unjuk Rasa Tolak PSN di Indramayu Berakhir Ricuh, Alun-Alun Jadi Sasaran Perusakan

- Redaktur

Kamis, 2 April 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU, Asajabar.com — Kericuhan terjadi usai aksi unjuk rasa yang digelar Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) di depan Pendopo Indramayu, Kamis (2/4/2026), yang berujung pada perusakan sejumlah fasilitas umum di kawasan Alun-Alun.

Sejumlah fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, di antaranya kursi taman, pagar pembatas, tempat sampah, lampu hias, hingga pot bunga. Bahkan, Tugu Nol Kilometer dan ornamen bola hias yang menjadi ikon daerah turut menjadi sasaran amuk massa.

Aksi tersebut sebelumnya digelar sebagai bentuk penolakan terhadap Program Strategi Nasional (PSN) tambak nila salin yang dinilai tidak berpihak kepada petambak lokal, terutama terkait skema kemitraan yang dianggap merugikan.

Dalam orasinya, koordinator aksi H. Juhadi sempat mengimbau massa agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis selama menyampaikan aspirasi.

“Masyarakat Indramayu yang selalu santun, kita tetap menjaga kesantunan kita, kita tidak boleh anarkis. Mari kita pulang dengan santun, nanti kita agendakan langkah berikutnya,” ujarnya.

Namun demikian, situasi di lapangan berubah saat massa mulai membubarkan diri, di mana sejumlah oknum justru melakukan aksi perusakan sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan.

Di sisi lain, warga sekitar menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai merugikan masyarakat luas, mengingat fasilitas yang dirusak merupakan aset publik.

Salah satu warga, Sai, menilai bahwa penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan secara damai tanpa merusak fasilitas umum yang dibangun dari anggaran negara.

“Seharusnya kalau mau aksi ya aksi saja. Kalau belum bisa bertemu bupati, bisa ajukan audiensi lagi, bukan malah merusak fasilitas umum,” katanya.

Lebih lanjut, warga berharap pihak yang bertanggung jawab atas perusakan tersebut dapat dimintai pertanggungjawaban, termasuk mengganti kerugian atas fasilitas yang rusak.

Sementara itu, program PSN tambak nila salin sendiri merupakan upaya pemerintah dalam merevitalisasi lahan tambak tidak produktif menjadi kawasan budidaya berkelanjutan dengan target peningkatan produksi dan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Berita Terkait

Ada Penyidikan Polda Metro Jaya, ATR/BPN Tegaskan Layanan Kantah Bogor I Berjalan Normal
MUI Ciamis Soroti LGBTQ, Minta Sinergi Pemerintah, Keluarga, dan Tokoh Agama Diperkuat
Heboh Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal di Kota Tasikmalaya
Kasus Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru Dilimpahkan ke Polresta, Kuasa Hukum Beri Ultimatum 7 Hari
Satpol PP Indramayu Razia Warung Remang-Remang di Losarang Selama Ramadan
Kru MeteorNews Alami Intimidasi Saat Liputan Dugaan Obat Keras Ilegal di Brebes
Aliansi Masyarakat Rancahan Sampaikan Aspirasi Soal APBDes
Pengaduan Warga Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Mantan Kasun Desa Sukahaji

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:43 WIB

BRAN Bakal Tangani Konflik Agraria Komunal, ATR/BPN Fokus pada Administrasi Pertanahan

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Pengaturan Reforma Agraria

Selasa, 29 September 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah Pohuwato Kantongi Sertipikat Tanah Wakaf, Akses Pengembangan Pendidikan Terbuka

Selasa, 29 September 2026 - 10:41 WIB

RUU Reforma Agraria Disepakati Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II

Senin, 21 September 2026 - 15:36 WIB

Layanan Pengukuran Terjadwal Hadir di 466 Kantor Pertanahan

Senin, 21 September 2026 - 15:00 WIB

ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah bagi MBR, Target Rampung 2027

Senin, 21 September 2026 - 14:13 WIB

Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

Minggu, 20 September 2026 - 20:25 WIB

Urus Balik Nama Sertipikat Lebih Pasti, warga samarinda Rasakan Manfaat PERINTIS 10 Hari

Berita Terbaru

error: Content is protected !!