Pemalsuan Tiket Wisata di Pangandaran, Siapa Dalang di Baliknya?

- Redaktur

Kamis, 24 Juli 2025 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pintu masuk objek wisata Pantai Pangandaran.

Pintu masuk objek wisata Pantai Pangandaran.

Berita Pangandaran, Asajabar.com – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) dan peredaran tiket wisata palsu di Kabupaten Pangandaran terus menjadi sorotan publik. Peristiwa ini mencuat setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang oknum petugas pintu masuk wisata berinisial UN pada Minggu, 6 Juli 2025 lalu.

Penangkapan tersebut memicu perhatian tajam dari berbagai elemen masyarakat, termasuk terhadap kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Pangandaran dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Inspektorat Kabupaten Pangandaran dalam penanganan kasus ini.

Dugaan peredaran tiket tidak resmi dinilai dapat merugikan sektor pariwisata yang selama ini menjadi penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pangandaran. Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara sebanyak 110 orang petugas untuk keperluan pemeriksaan internal.

Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, menyatakan bahwa proses penyelidikan sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian dan Inspektorat.

“Belum bisa menyampaikan secara detail, Inspektorat masih berproses, Polisi juga masih proses,” ujar Citra saat ditemui di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Rabu (23/7/2025).

Baca Juga :  MUI Ciamis Soroti LGBTQ, Minta Sinergi Pemerintah, Keluarga, dan Tokoh Agama Diperkuat

Terkait nasib 110 petugas yang diberhentikan, ia menegaskan bahwa pemberhentian sementara dilakukan dalam rangka pemeriksaan. “Semua yang diberhentikan sedang dalam pemeriksaan,” singkatnya.

Polisi Masih Selidiki Motif dan Pelaku Lain

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pangandaran, AKP Idas Wardias, membenarkan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Kami masih dalam tahap penyelidikan dan meminta keterangan dari saksi-saksi,” katanya, Kamis (24/7/2025).

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai motif pelaku maupun keterlibatan pihak lain.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Pangandaran, Syarif Hidayat, belum memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Kepala UPTD Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Riko Agung, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya peredaran tiket tidak resmi di sejumlah pintu masuk wisata.

“Ada indikasi praktik pemalsuan tiket yang diduga dicetak menggunakan printer termal dan beredar di luar sistem resmi pemerintah. Sinyal kebocoran PAD ini sangat meresahkan dan harus diusut tuntas,” tegasnya.

Baca Juga :  BBWS Citanduy Percepat Pembangunan Irigasi Lewat P3-TGAI di 73 Lokasi

Ketua DPC Grib Jaya Kabupaten Pangandaran, Asep Komara, menyatakan bahwa masyarakat kini menanti kejelasan informasi dari aparat terkait mengenai perkembangan kasus ini.

“Masyarakat banyak yang bertanya, seperti apa perkembangan proses hukum dugaan tiket wisata palsu,” ujar Asep.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi aparat penegak hukum dalam membuka tabir kasus tersebut.

“Aparat harus menjelaskan proses hukum yang berjalan. Muncul isu yang menyebutkan dugaan adanya aktor intelektual di balik kasus ini. Jika benar, ungkap ke publik siapa sosoknya agar tidak timbul spekulasi berkepanjangan,” ujarnya.

Menurut Asep, masyarakat juga mempertanyakan pasal hukum yang diterapkan kepada tersangka, termasuk motif sebenarnya. Ia menekankan perlunya kejelasan solusi bagi petugas yang diberhentikan namun tidak terlibat.

“Apakah ini hanya pungli, atau ada unsur penggelapan jabatan dan penipuan yang terstruktur. Pemerintah harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi terhadap keluarga 110 orang itu, terutama yang tidak terlibat,” pungkasnya.

Penulis : M. Drajat

Editor   : Tony Z

Berita Terkait

MUI Ciamis Soroti LGBTQ, Minta Sinergi Pemerintah, Keluarga, dan Tokoh Agama Diperkuat
BBWS Citanduy Percepat Pembangunan Irigasi Lewat P3-TGAI di 73 Lokasi
PASI Kota Tasikmalaya Periode 2026-2031 Fokus Lestarikan Budaya Sunda dan Perkuat Ketahanan Keluarga 
Perlindungan Anak Yatim Jadi Pesan Utama Gebyar Muharram Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis
Momentum Muharam, Kemenag Ciamis Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Disabilitas
Jamaah Majelis Taklim Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis Kompak Sisihkan Rezeki untuk Anak Yatim
Jemaah Haji Ciamis Kembali ke Tanah Air, PPIH Ingatkan Jaga Kemabruran Haji
ASN Baru Kemenag Ciamis Diminta Tingkatkan Kompetensi dan Disiplin Kerja

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:31 WIB

MTsN 15 Ciamis Maksimalkan MATAMUDA untuk Kenali Potensi dan Karakter Peserta Didik Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:21 WIB

MPLS SMAN 2 Ciamis Tanamkan Nilai Pancawaluya, TNI, Polri dan BNN Dilibatkan Bekali Siswa Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:57 WIB

MI Handapherang Kenalkan Program Tahfidz dan KBC Lewat MATAMUDA yang Interaktif

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:28 WIB

Tak Hanya Kenalkan Sekolah, MPLS SMPN 2 Cihaurbeuti Bangun Karakter Sejak Hari Pertama

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:17 WIB

MTsN 1 Ciamis Kenalkan Budaya Madrasah Lewat MATAMUDA yang Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:37 WIB

Kemenag Ciamis Dorong MATAMUDA Jadi Gerbang Madrasah Aman, Nyaman, dan Humanis

Senin, 13 Juli 2026 - 17:59 WIB

Sekolah MAUNG SMAN 1 Ciamis Siapkan MPLS Aman, Nyaman, dan Bebas Perpeloncoan

Senin, 13 Juli 2026 - 17:28 WIB

MAN 3 Cijantung Wujudkan Madrasah Aman dan Menyenangkan Lewat MATAMUDA Berbasis Cinta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!