Peran Indonesia dalam Mencapai Kesepakatan Traktat WIPO di Jenewa

- Redaktur

Selasa, 14 Mei 2024 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) di Jenewa, Swiss.

Konferensi Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) di Jenewa, Swiss.

Berita Jenewa, Asajabar.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna H. Laoly, memimpin delegasi negara dalam Konferensi Diplomatik untuk menyimpulkan Instrumen Hukum Internasional terkait Kekayaan Intelektual, Sumber Daya Genetik, dan Pengetahuan Tradisional yang berhubungan dengan Sumber Daya Genetik (GRATK).

Acara ini berlangsung di kantor Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) di Jenewa, Swiss, dari tanggal 13 hingga 24 Mei 2024.

Konferensi yang dihadiri lebih dari 1600 delegasi dari 193 negara anggota WIPO ini merupakan momen penting dan bersejarah, menandai lebih dari dua dekade diskusi tentang perlindungan sumber daya genetik, pengetahuan tradisional, dan ekspresi budaya tradisional.

Diskusi ini telah berlangsung sejak pertemuan pertama Komite Antarpemerintah tentang Kekayaan Intelektual dan Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Folklor (IGC-GRTKF) pada tahun 2001.

Dalam konferensi tersebut, Menkumham Laoly menyampaikan dua pernyataan penting. Pertama, sebagai koordinator Kelompok Negara Sepemikiran (LMCs), dan kedua, sebagai perwakilan negara anggota WIPO.

“LMCs telah lama menantikan Konferensi Diplomatik GRATK ini. Setelah lebih dari dua dekade diskusi, kerja keras, dan kompromi, kami siap untuk berpartisipasi secara konstruktif dalam mencapai kesepakatan atas traktat internasional,” ujar Laoly.

Laoly menambahkan bahwa LMCs melihat konferensi ini sebagai kesempatan untuk mengatasi ketidakseimbangan dalam sistem kekayaan intelektual dan paten.

LMCs berharap dapat mencapai kesepakatan atas traktat internasional yang akan menetapkan standar minimum untuk meningkatkan transparansi sistem paten dan mencegah penyalahgunaan sumber daya genetik serta pengetahuan tradisional.

Selain itu, LMCs juga menekankan pentingnya menghormati hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal, yang diatur dalam rancangan perjanjian.

Mereka menegaskan bahwa hal ini hanya dapat dicapai melalui pembentukan persyaratan pengungkapan asal sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional yang bersifat wajib, disertai dengan sanksi dan ganti rugi yang sesuai.

Yasonna juga menyampaikan pernyataan nasional, menegaskan pentingnya pelindungan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional bagi Indonesia.

“Sebuah instrumen hukum internasional sangat penting bagi Indonesia untuk melindungi sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional, karena hal ini akan menjadi langkah penting dalam usaha bersama negara-negara anggota WIPO,” terangnya.

Indonesia telah mengambil langkah penting dengan mengimplementasikan persyaratan pengungkapan dalam sistem paten melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 38 Tahun 2018 tentang Permohonan Paten.

Sebelum konferensi, Yasonna telah melakukan rapat koordinasi persiapan posisi Indonesia bersama Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, diikuti oleh delegasi termasuk Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, dan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM Bidang Kerja Sama Luar Negeri.

Hadir juga sebagai delegasi adalah Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB dan WTO Achsanul Habib, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Djan Faridz, dan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Min Usihen.

Berita Terkait

Santri Ciamis Raih Juara 2 MQK Internasional di Sulawesi Selatan
Afwaja Center Siapkan Calon Mahasiswa Terbaik Indonesia untuk Kuliah di Mesir
Misteri Hilangnya Pesawat MH370 Masih Belum Terpecahkan
WHO Larang Penggunaan Vape di Semua Negara, Ini Alasannya
Bupati Ciamis Raih Penghargaan Dari Baznas RI Atas Penggalangan Dana Kemanusiaan Untuk Palestina

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:57 WIB

Reuni Smanda 99 Perkuat Solidaritas Alumni Lewat Semangat Guyub Rukun

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:53 WIB

DKM Masjid Al Ikhlas Kemenag Ciamis Sembelih 3 Sapi dan Salurkan 5 Domba pada Iduladha 1447 H

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:26 WIB

Kampung Zakat di Ciamis Dinilai Berhasil Tekan Praktik Rentenir

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:15 WIB

Ketua MUI Ciamis Jelaskan Hukum Kurban Hewan Betina

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:28 WIB

Khutbah Iduladha di Alun-alun Ciamis Angkat Penguatan Moral dan Ekonomi Umat

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:15 WIB

Guru TK Honorer di Kota Tasikmalaya Keluhkan Insentif Rp50 Ribu per Bulan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:28 WIB

Ekonomi Lesu dan Harga Sapi Naik, Penjualan Kurban di Tasik Turun

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:46 WIB

Dicky Candra: Budaya dan Teknologi Harus Berjalan Beriringan

Berita Terbaru

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ciamis, KH Saeful Ujun.

Daerah

Ketua MUI Ciamis Jelaskan Hukum Kurban Hewan Betina

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:15 WIB

error: Content is protected !!