Berita Kota Tasik, Asajabar.com – Ikatan Alumni SMA Negeri 2 (Smanda) Kota Tasikmalaya angkatan 1999 menggelar reuni perak di Ballroom Hotel Santika, Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/5/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan tersebut dihadiri sekitar 100 alumni dari berbagai profesi dan daerah.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, turut hadir dalam acara tersebut. Ia mengapresiasi kekompakan alumni Smanda 99 yang mampu menjaga silaturahmi sekaligus berbagi manfaat bagi sesama.
Menurut Dicky, reuni tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga sarana untuk menunjukkan kontribusi alumni kepada masyarakat. Ia mengaku terkesan melihat banyak alumni yang telah sukses di berbagai bidang usaha maupun pemerintahan.
“Yang istimewa dari reuni ini adalah banyak alumni yang telah berhasil di bidangnya masing-masing dan kembali ke Tasikmalaya untuk terlibat aktif dalam kegiatan bersama. Ada yang bergerak di bidang peternakan, bisnis, hingga sektor pemerintahan. Ini menjadi kebanggaan tersendiri,” ujarnya.
Dicky menilai keberhasilan para alumni dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ia mengajak para pelajar untuk meneladani semangat pantang menyerah dan kerja keras yang dimiliki para alumni Smanda.
“Saya melihat rata-rata mereka adalah orang-orang yang gigih, tidak mudah menyerah, dan terus berjuang mewujudkan cita-citanya. Nilai-nilai seperti itu yang perlu dipelajari oleh generasi muda,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Smanda angkatan 1999, Iman Hilman, menjelaskan bahwa reuni tersebut sejatinya merupakan perayaan 25 tahun kelulusan yang sempat tertunda selama dua tahun.
“Karena berbagai kendala, reuni perak yang seharusnya dilaksanakan dua tahun lalu baru bisa terealisasi sekarang. Karena itu kami menyebutnya reuni 25+2,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, panitia awalnya menargetkan kehadiran 100 alumni dan seluruh kuota tersebut berhasil terpenuhi. Selain itu, masih ada puluhan alumni yang mengonfirmasi akan hadir menyusul.
Menurut Iman, kegiatan reuni tidak hanya berfokus pada silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah berbagi antarsesama alumni. Sejumlah alumni yang telah berhasil memberikan donasi dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan dana, produk usaha untuk suvenir, hingga dukungan biaya bagi rekan-rekan yang ingin hadir namun memiliki keterbatasan.
“Semangat yang kami bangun adalah guyub, rukun, dan berbagi. Kami ingin semua teman bisa hadir tanpa ada sekat, tanpa membedakan latar belakang maupun profesi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga berencana menyalurkan bantuan bagi guru-guru purnabakti SMA Negeri 2 Tasikmalaya melalui Ikatan Alumni (IKA) Smanda sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pendidik.
Reuni Smanda angkatan 1999 turut dihadiri alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pengusaha, akademisi, hingga pejabat pemerintahan. Setelah sesi formal, acara dilanjutkan dengan hiburan dan penampilan musik yang membawakan lagu-lagu kenangan masa sekolah.
Iman berharap reuni tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarsesama alumni sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan Smanda.
“Harapan kami sederhana, yaitu tetap guyub, rukun, dan saling berbagi. Mudah-mudahan kebersamaan ini terus terjaga dan bisa memberikan manfaat bagi sesama,” pungkasnya.













