Tantangan Pengusaha Perumahan Ciamis, Kurangnya Perusahaan Industri

- Redaktur

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tatang Djauhari, seorang pengusaha perumahan di Ciamis (Posisi poto ke-5 dari kiri) saat menggelar diskusi dialog di salah satu RM.

Tatang Djauhari, seorang pengusaha perumahan di Ciamis (Posisi poto ke-5 dari kiri) saat menggelar diskusi dialog di salah satu RM.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Tatang Djauhari, seorang pengusaha perumahan di Ciamis, menilai bahwa potensi perumahan terus berkembang dari waktu ke waktu.

Menurutnya, kepemilikan rumah tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga merata hingga ke pelosok daerah, sejalan dengan target pemerintah untuk menyediakan 1 juta perumahan subsidi yang semakin mendekati realisasi.

Namun, Tatang mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh sektor perumahan di Ciamis adalah kurangnya perusahaan industri.

“Syarat utama untuk kredit perumahan adalah memiliki pendapatan atau pekerjaan,” ujarnya, Rabu (15/5/2024).

Dengan demikian, bertambahnya jumlah perusahaan industri akan meningkatkan minat terhadap kredit perumahan.

Tatang juga menyambut positif wacana pembangunan industri garmen di wilayah Ciharalang, Cijeungjing, yang diperkirakan akan menyerap seribu tenaga kerja.

Baca Juga :  Coach Faisal Antar Alexa Ciamis Melaju ke Ajang Nasional D'Academy 8 Indosiar

“Pembangunan industri memberikan angin segar bagi kami sebagai pengusaha perumahan atau properti, karena akan ada banyak pekerja yang membutuhkan tempat tinggal,” tambahnya.

Di sisi lain, salah satu masalah yang mengurangi minat terhadap kredit perumahan adalah beban cicilan yang meningkat setiap tahun seiring dengan kenaikan UMK.

“Namun, kami mengikuti aturan pemerintah. Semoga pihak perbankan dapat menemukan solusi agar cicilan tidak membebani masyarakat, misalnya dengan menawarkan jangka waktu cicilan 20-25 tahun, sehingga daya beli masyarakat menjadi lebih terjangkau,” harap Tatang.

Funding Service United Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Tasikmalaya, Fajar Susilo berpendapat bahwa peluang bisnis perumahan di Ciamis sangat menjanjikan.

Baca Juga :  Madrasah di Ciamis Bersiap Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

“Ciamis berada di posisi tengah antara Tasik dan Pangandaran, sehingga peluang bisnis propertinya cukup menarik,” ujar Fajar.

Namun, ia menambahkan bahwa para pengembang perumahan di Ciamis harus banyak berkolaborasi dengan instansi dan industri.

“Kebanyakan penduduk di sini adalah pegawai negeri sipil, dan jarang ada industri besar. Perusahaan swasta cenderung lebih banyak bergerak di sektor UMKM,” jelas Fajar.

Oleh karena itu, pengembang harus mampu berinovasi dan berkolaborasi.

“BUMN siap membangun negeri ini untuk masyarakat, agar semua bisa berkecukupan dan memiliki kehidupan yang layak,” tutupnya. (TONY/ASAJABAR)

Berita Terkait

KADIN Kota Tasikmalaya Fokus Dampingi UMKM Masuk Ekosistem Digital
Bank Galuh Ciamis Raih Penghargaan Kinerja Sangat Baik Versi The Asian Post 2026
Peluncuran Perdana Ekspor Kopi Specialty Gunung Sawal ke Pasar Asia
GOW dan IWAPI Ciamis Bahas Pentingnya Kemandirian Ekonomi Perempuan Melalui Kewirausahaan
Alfamart Latih UMKM Ciamis untuk Tembus Pasar Ritel Nasional
5HAYAM! INDONESIA Tawarkan Promo Spesial Hari Kemerdekaan
UMKM Santri di Cianjur Mengalami Peningkatan Omzet Usai Pelatihan oleh PRKI dan PLN
Sriwijaya Farm Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:04 WIB

Nusron Wahid Targetkan Sertipikasi 14 Ribu Tanah Wakaf di Sulsel Tuntas Lewat Kolaborasi Kampus

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:55 WIB

Ossy Dermawan Serahkan Sertipikat PTSL di Batam, Warga Kampung Tua Apresiasi Kepastian Hukum Tanah

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:49 WIB

Nusron Wahid: Sertipikat Tanah Wakaf Penting untuk Menjamin Kepastian Hukum Aset Umat

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:43 WIB

Nusron Wahid Dorong Daerah Perkuat LP2B demi Ketahanan dan Swasembada Pangan

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:52 WIB

Nusron Wahid: Layanan Pengukuran Tanah Maksimal Selesai 12 Hari Mulai Agustus 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:46 WIB

Sekjen ATR/BPN: RUU Administrasi Pertanahan Dibutuhkan untuk Atasi Tumpang Tindih Regulasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:36 WIB

FGD ATR/BPN Bahas RUU Administrasi Pertanahan, Tiga Persoalan Agraria Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:19 WIB

Hindari Informasi Keliru, ATR/BPN Imbau Masyarakat Cek Tarif Layanan Pertanahan Lewat Sentuh Tanahku

Berita Terbaru

error: Content is protected !!