Berita Ciamis, Asajabar.com – Sebanyak 200 guru Bahasa Sunda jenjang SD dan SMP mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam Diseminasi Tunas Bahasa Ibu (TBI) Tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Senin (15/6/2026).
Ketua MGMP Bahasa Sunda Kabupaten Ciamis, Idah Paridah, mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan yang sangat positif dari para guru. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian para pendidik terhadap upaya pelestarian bahasa dan budaya Sunda melalui dunia pendidikan.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Untuk jenjang SMP hampir seluruh sekolah mengirimkan perwakilannya. Sementara untuk SD belum semuanya bisa mengikuti karena kuota peserta dibatasi sebanyak 200 orang,” ujarnya.
Ia berharap pada pelaksanaan berikutnya lebih banyak guru, khususnya dari jenjang SD, dapat dilibatkan sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.
Menurut Idah, kegiatan diseminasi ini menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang pelaksanaannya berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru Bahasa Sunda.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Diseminasi ini sangat penting sebagai bekal guru dalam menghadapi pelaksanaan FTBI hingga tingkat provinsi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan cabang lomba FTBI. Salah satu materi yang dinilai cukup menantang adalah borangan, seni bertutur khas Sunda yang memiliki kemiripan dengan stand up comedy.
Menurut Idah, tidak semua guru memiliki kemampuan untuk menyampaikan materi borangan karena membutuhkan keterampilan khusus dalam bertutur dan berimprovisasi.
“Borangan menjadi salah satu materi yang cukup menantang. Nanti akan disampaikan langsung oleh ahlinya sehingga para guru dapat memahami teknik dan praktiknya secara lebih mendalam,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil diseminasi tidak berhenti pada peserta yang hadir. Para guru yang mengikuti kegiatan di tingkat kabupaten diharapkan dapat menularkan ilmu dan praktik baik yang diperoleh kepada rekan-rekan guru lainnya di tingkat kecamatan maupun sekolah masing-masing.
Materi yang dipelajari dalam kegiatan ini juga sejalan dengan pembelajaran Bahasa Sunda di sekolah, seperti aksara Sunda, ngadongeng, biantara, dan sajak yang menjadi bagian dari cabang lomba FTBI.
Idah juga mengapresiasi semangat para guru yang mengajar Bahasa Sunda meskipun tidak berasal dari latar belakang pendidikan Bahasa Sunda. Menurutnya, para guru tersebut sangat aktif berdiskusi dan terus berupaya meningkatkan kompetensinya.
“Alhamdulillah, guru-guru yang bukan lulusan Bahasa Sunda sangat antusias. Mereka tidak segan bertanya dan berdiskusi ketika mengalami kesulitan dalam mengajar,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengakui tantangan pelestarian Bahasa Sunda saat ini semakin besar karena penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari mulai berkurang di kalangan generasi muda.
Karena itu, peran guru dinilai sangat penting dalam menjaga keberlangsungan Bahasa Sunda melalui proses pembelajaran di sekolah.
Terkait target prestasi, MGMP Bahasa Sunda Kabupaten Ciamis berharap dapat kembali meraih hasil terbaik pada Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Jawa Barat yang rencananya akan digelar di Kota Bogor pada akhir November 2026.
“Tahun lalu Kabupaten Ciamis berhasil meraih juara umum ketiga tingkat provinsi. Mudah-mudahan tahun ini bisa mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi tersebut,” pungkasnya.













