Berita Ciamis, Asajabar.com – Perkembangan teknologi digital, penguatan moderasi beragama, hingga tuntutan pembentukan karakter peserta didik menjadi tantangan utama yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Ciamis saat ini.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Agus Abdulloh, mengatakan guru PAI dituntut terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab berbagai perubahan yang terjadi di dunia pendidikan.
Menurutnya, implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan guru PAI tidak hanya sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk akhlak dan karakter siswa.
“Orientasi guru PAI bukan hanya menyampaikan materi agama, tetapi juga membangun akhlak peserta didik. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang harus terus dilakukan,” ujarnya, usai membuka kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kapasitas Guru PAI di Aula Kemenag, Jumat (5/6/2026).
Selain penguatan karakter, Agus menilai pengembangan sikap moderat di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian penting. Guru PAI diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan sosial yang semakin beragam.
Di sisi lain, pesatnya perkembangan teknologi menuntut guru untuk beradaptasi dengan pola pembelajaran digital. Materi pembelajaran yang selama ini disampaikan secara konvensional perlu dikembangkan dalam berbagai format digital agar lebih sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
Menurut Agus, digitalisasi materi ajar dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti video pembelajaran, buku elektronik (e-book), maupun bahan presentasi interaktif yang mudah diakses siswa.
“Bagaimanapun kita sedang berada di fase digital. Karena itu materi pembelajaran juga harus adaptif terhadap perubahan zaman,” katanya.
Ia menegaskan, tantangan era digital tidak dapat dihadapi hanya dengan penguasaan teknologi semata. Guru PAI harus tetap mempertahankan perannya sebagai figur teladan di lingkungan sekolah.
“Profil guru PAI itu harus seperti ajengan di sekolah. Ketika nilai-nilai keteladanan sudah kuat, maka guru akan memiliki kemampuan untuk mengarahkan peserta didik menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk di ruang digital,” ungkapnya.
Data Kemenag Ciamis menunjukkan jumlah guru PAI yang telah tersertifikasi mencapai ratusan orang di berbagai jenjang pendidikan. Agus menilai kondisi tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama di sekolah.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan pendidikan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, guru PAI harus terus menjaga semangat belajar, meningkatkan profesionalitas, serta memperkuat kompetensi agar mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya memahami agama, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
“Output pendidikan agama bukan sekadar pengetahuan keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak siswa. Di situlah tanggung jawab besar guru PAI ke depan,” pungkasnya.













