Berita Ciamis, Asajabar.com – Ribuan akhwat menghadiri Safari Dakwah Munajat Cinta dan Pelukan bersama Umma Ilmia Amalia, S.Pd., M.Pd., CH., CHT., CPHT., CNLP, yang digelar Majelis Taklim Roudlotunnisa di Masjid Agung Ciamis, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang mengusung kajian muhasabah tersebut memadukan materi parenting, konseling, dan hypnotherapy. Kajian membahas cara menerima takdir dan menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan pendekatan yang sesuai dengan tuntunan Islam.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang hadir. Selain mengajak jemaah melakukan introspeksi diri, kajian tersebut juga memberikan penguatan mengenai kecerdasan spiritual dan emosional sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Dalam kajiannya, Umma Ilmia Amalia mengatakan persoalan mental dan emosional dapat dialami siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, dari berbagai kelompok usia.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya penggunaan media sosial, pola asuh dalam keluarga, serta lingkungan sekitar.
“Bagaimana kita menerima takdir dari Allah dengan cara yang indah, dengan cara yang sangat Allah cintai. Hari ini kita melihat orang-orang, baik laki-laki maupun perempuan, ibu-ibu, bapak-bapak hingga anak-anak, banyak yang menghadapi persoalan mental,” ujar Umma Ilmia.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam memberikan bekal yang memadai kepada anak. Bekal tersebut, kata dia, tidak cukup hanya berupa kecerdasan intelektual, tetapi juga harus mencakup kecerdasan spiritual dan emosional.
“Bagaimana menjadi seorang ibu yang bisa membekali anak-anaknya dengan bekal terbaik, bukan hanya bekal kecerdasan IQ, tetapi juga kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional. Dengan begitu, seorang ibu dan anak-anaknya bisa lebih siap menghadapi tantangan dunia,” katanya.
Umma Ilmia juga menyoroti pentingnya kondisi ibu dalam membangun suasana keluarga. Menurutnya, ibu yang memiliki ketenangan dan kebahagiaan dapat menjadi sumber kekuatan bagi anak-anak sekaligus keluarganya.
“Kalau ibunya cerdas, ibunya bahagia, ibunya tenang, maka dia sedang menyelamatkan anak-anak dan generasinya, sekaligus menyelamatkan keluarganya,” ungkapnya.
Ia mengajak peserta untuk menjadikan Allah SWT sebagai tempat kembali ketika menghadapi berbagai persoalan, luka, ujian, maupun masalah kehidupan.
“Solusi terbaik adalah kita semuanya mengembalikan setiap masalah, setiap luka, ujian dan persoalan hidup hanya kepada Allah. Itu adalah solusi terbaik. Maka Allah akan mudah menurunkan rahmat dan pertolongan-Nya kepada kita semua,” tuturnya.
Dorong Penguatan Generasi Muda
Sementara itu, Pengurus Majelis Taklim Roudlotunnisa, Hj. Yeni Nuraeni, S.Pd.I., mengatakan kajian tersebut diharapkan dapat memberikan hikmah dan wawasan kepada jemaah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Mudah-mudahan dengan kajian ini jemaah Roudlotunnisa dapat mengambil hikmah atau pelajaran, sehingga dalam menghadapi kehidupan yang serba berat ini kita bisa melewatinya dengan baik dan semakin mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Yeni.
Menurut Yeni, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Majelis Taklim Roudlotunnisa memberikan pembekalan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z.
Ia menilai generasi muda saat ini membutuhkan ruang untuk memperoleh pencerahan dan pendampingan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Generasi Z sekarang haus akan pencerahan-pencerahan untuk menghadapi kehidupan. Karena itu, kami berharap kehadiran Umma Ilmia menjadi pencerah dan angin segar untuk menambah wawasan dalam menghadapi kehidupan,” katanya.
Yeni menambahkan, Majelis Taklim Roudlotunnisa secara rutin menggelar kajian setiap pekan dengan menghadirkan narasumber yang berbeda. Langkah tersebut dilakukan agar jemaah memperoleh beragam masukan dan perspektif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, setiap minggu kajian yang kami hadirkan berbeda-beda. Ibu-ibu merasa mendapatkan masukan dan pencerahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan kajian secara langsung dapat menjadi salah satu alternatif bagi generasi muda agar tidak hanya menghabiskan waktu dengan gawai, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para ustaz dan ustazah.
“Semoga dengan adanya kajian-kajian ini anak-anak Gen Z sekarang tidak hanya menggeluti gadget, tetapi juga bisa berhadapan langsung dengan penceramah. Dengan begitu, mereka bisa tersentuh dan mengkaji secara langsung apa yang disampaikan para ustaz dan ustazah,” katanya.
Tingginya antusiasme peserta dalam Safari Dakwah Umma Ilmia Amalia di Ciamis menjadi dorongan bagi Majelis Taklim Roudlotunnisa untuk terus menghadirkan kajian keislaman yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat berlanjut melalui kajian-kajian berikutnya, khususnya dalam memperkuat pemahaman keagamaan, ketahanan keluarga, serta pembinaan generasi muda di Kabupaten Ciamis.













