Berita Ciamis, Asajabar.com – Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis menggelar Ta’aruf Mahasiswa Darussalam (TAMADA) tahun 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru sekaligus pengenalan kehidupan akademik di lingkungan perguruan tinggi, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 538 mahasiswa baru dari seluruh program studi di lingkungan UID Ciamis, yang meliputi Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum sekaligus Asisten Wakil Rektor I UID Ciamis, Dr. Sumadi, M.Ag., mengatakan, terdapat hal khusus dalam pelaksanaan TAMADA tahun ini. Dari total mahasiswa baru tersebut, sebanyak 157 mahasiswa berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam.
Menurut Sumadi, para mahasiswa asal Aceh tersebut mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). UID Ciamis mendapat kepercayaan untuk menerima 157 mahasiswa tersebut karena sejumlah program studi yang dimiliki universitas dinilai memenuhi kriteria yang ditetapkan.
“Ta’aruf ini menjadi sarana untuk mengenalkan dunia kampus kepada mahasiswa yang sebelumnya berada di jenjang SLTA. Dunia kampus tentu berbeda dengan kehidupan di SMA. Kampus merupakan tempat untuk belajar, bertumbuh, berinteraksi, sekaligus membangun kesadaran baru untuk melakukan perubahan sosial,” kata Sumadi.
Ia menegaskan, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menjalani perkuliahan demi memperoleh nilai maupun ijazah. Lebih dari itu, pendidikan di perguruan tinggi diharapkan mampu membangun sumber daya manusia yang kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman.
Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI). Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir kritis sekaligus menguasai teknologi informasi agar dapat memanfaatkan perkembangan AI secara bijak.
“Mahasiswa harus memiliki tradisi berpikir kritis dan penguasaan teknologi informasi. AI harus dihadapi dengan sikap kritis dan tetap diverifikasi,” ujarnya.
Kampus Berikan Penyesuaian bagi Mahasiswa
Dalam pelaksanaan TAMADA 2026, UID Ciamis juga memberikan sejumlah penyesuaian bagi mahasiswa yang memiliki kondisi tertentu, termasuk mahasiswa yang sedang menyusui, hamil, maupun baru melahirkan.
Sumadi mengatakan, mahasiswa yang masih menyusui tetap diberikan hak-haknya dan tidak diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara penuh. Sementara bagi mahasiswa yang sedang hamil besar atau telah melahirkan, kampus menyediakan alternatif keikutsertaan melalui media digital seperti Zoom dan YouTube.
“Kalau ada yang menjadi kendala, kita berikan solusi. Mahasiswa tetap mendapatkan haknya sesuai dengan kondisi masing-masing,” katanya.
Selain kegiatan ta’aruf, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan kemahasiswaan melalui Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Berbagai bidang kegiatan diperkenalkan, mulai dari olahraga, seni hingga kegiatan keilmuan.
Rangkaian TAMADA berlangsung selama tiga hari. Setelah TAMADA selesai, mahasiswa akan mengikuti ta’aruf tingkat program studi atau ta’aruf mikro.
Ta’aruf mikro tersebut lebih diarahkan pada pengenalan teknis perkuliahan, sistem pembelajaran, administrasi akademik, serta berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa di masing-masing program studi.
Untuk mahasiswa program sarjana (S1), kegiatan perkuliahan dijadwalkan mulai efektif pada 12 September 2026. Sementara kegiatan tersebut belum mencakup program pascasarjana.
Imbau Masyarakat Selektif Memilih Perguruan Tinggi
Sumadi juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih perguruan tinggi. Menurutnya, masyarakat perlu memastikan legalitas, kualitas program studi, kompetensi dosen, serta akreditasi perguruan tinggi sebelum memutuskan untuk melanjutkan pendidikan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran kuliah yang menjanjikan proses mudah dengan biaya murah, tetapi tidak disertai kejelasan mengenai kualitas dan legalitas perguruan tinggi.
“Untuk masyarakat umum, hati-hati memilih perguruan tinggi. Sekarang banyak tawaran dari berbagai perguruan tinggi di luar Ciamis yang tidak jelas, dengan tawaran kuliah mudah dan bayaran murah,” ujarnya.
Menurut Sumadi, UID Ciamis berupaya menawarkan pendidikan yang terjangkau sekaligus menjaga kualitas akademik. Ia menyebut sejumlah program studi di UID telah memperoleh akreditasi unggul.
Selain itu, UID Ciamis juga disebut sebagai salah satu perguruan tinggi swasta Islam yang memiliki banyak dosen dengan kualifikasi doktor dan sertifikasi pendidik.
“Biaya pendidikan dapat dijangkau dan bisa dicicil. Akreditasi kita unggul. Kita juga termasuk perguruan tinggi swasta Islam yang memiliki banyak dosen tersertifikasi dan doktor,” katanya.
Siapkan Pembukaan Program Magister dan Doktor
Ke depan, UID Ciamis juga menargetkan pengembangan program pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Universitas berencana membuka sejumlah program studi S2 dan S3.
Beberapa program yang direncanakan antara lain S3 Pendidikan Islam, S2 Hukum Islam, serta program magister yang berkaitan dengan pendidikan seperti S2 PGMI atau PGSD. Pengembangan program studi lainnya juga tengah dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan dan basis program studi yang telah tersedia.
Selain itu, UID juga memiliki rencana pengembangan program sarjana seperti Bimbingan dan Konseling (BK) serta bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Dalam pengembangan sumber daya manusia, UID Ciamis juga menyatakan telah memiliki tiga profesor. Ke depan, universitas menargetkan agar setiap fakultas memiliki profesor.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Darussalam, Dr. Hj. N. Hani Herlina, S.Ag., M.Pd.I., serta Ketua YPI Kaffah UID Ciamis, Prof. Dr. K.H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S., turut menjadi bagian dari jajaran pimpinan yang mendukung pelaksanaan kegiatan TAMADA 2026.













